Mengajar Anak Berbagi

Anak-anak kecil sering berebut sesuatu seperti mainan, permen, apa saja yang mereka lihat. Ini sering menimbulkan pertengkaran dan tangis yang akan membuat orang tua sakit kepala. Untuk menghindari hal ini sebaiknya orang tua mengajar anak berbagi.

2,088 views   |   2 shares
  • "Mama, adik nakal, mainanku direbut!" "Ayah, kakak jahat, permenku dimakan!" Tak lama terdengar jerit tangis anak-anak. Anak-anak kecil sering berebut sesuatu seperti mainan, permen, apa saja yang mereka lihat. Ini sering menimbulkan pertengkaran dan tangis yang akan membuat orang tua sakit kepala. Untuk menghindari hal ini sebaiknya orang tua mengajar anak untuk berbagi. Anak-anak, terutama yang berumur di bawah 3 tahun sulit berbagi. Ini adalah bagian yang normal dari proses pertumbuhan. Memahami dan menerima kenyataan ini merupakan langkah pertama untuk menolong si anak berkembang menjadi anak yang murah hati. Ada beberapa saran di bawah ini untuk membiasakan anak berbagi.

  • Jangan menyebut "mainanmu"

  • Bila memberi suatu mainan baru jangan menyebutnya "Ini mainanmu." Lebih baik "Ini mainan kalian." Dengan demikian mainan itu tidak menjadi milik seorang anak saja. Dalam hal hadiah ulang tahun, pesanlah kepada si anak yang menerima supaya membiarkan saudaranya meminjamnya sesekali.

  • Tetapkan peraturan

  • Beritahu anak-anak bahwa mereka akan kena hukuman bila berebut atau bertengkar soal mainan, dll. Anda dapat menerapkan hukuman seperti , masuk ke kamar tanpa mainan yang diperebutkan selama 15 menit misalnya. Beritahu mereka bila mereka akur sebelum 15 menit mereka boleh keluar kamar. Jangan hanya menghukum anak yang lebih besar karena Anda berpendapat dia seharusnya lebih mengerti. Si anak akan merasa Anda berat sebelah, cuma sayang kepada adiknya.

  • Timer

  • Bila mereka bertengkar berebut mainan, sepeda atau video game pasanglah timer. Mintalah mereka menebak sementara Anda melempar dadu atau mata uang. Yang menang akan mendapat giliran pertama dan berilah waktu 3 menit, sementara yang mendapat giliran kedua berilah 5 menit. Mereka akan belajar sabar menunggu giliran.

  • Teladan

  • Tidak ada cara yang lebih ampuh untuk mengajarkan sesuatu kepada anak-anak selain melalui teladan. Anda dapat mengundang teman atau tetangga yang mempunyai anak sebaya untuk ke rumah bermain dengan anak-anak Anda. Sebelumnya beritahu anak-anak Anda untuk membiarkan teman-temannya bermain dengan mainannya. Buatlah makanan kecil atau kue-kue untuk dimakan bersama. Melihat ibunya yang murah hati anak-anak pasti terkesan dan mengikuti teladannya. Bila memberi kue kepada anak yang lebih besar mintalah agar dia membagi adiknya. Dengan begitu si kakak belajar memberi dan si adik belajar dari contoh itu.

  • Buku atau film anak-anak

  • Buku anak-anak bergambar merupakan salah satu cara yang menyenangkan untuk mengajarkan anak-anak berbagi. Anda dapat membacakannya sebelum mereka tidur. Film yang jalur ceritanya tentang anak yang murah hati akan memberi kesan mendalam.

  • Advertisement
  • Jangan memaksa

  • Sebaliknya ciptakan sikap dan lingkungan yang mendorong anak-anak untuk ingin berbagi. Anak-anak balita belum memahami sepenuhnya mengapa mereka harus berbagi, mereka melakukannya karena bujukan orang tua. Kadang-kadang ada barang yang sangat mereka sayangi, yang tidak akan pernah mereka biarkan disentuh anak lain, misalnya boneka anjing-anjingan atau selimut yang sudah butut. Hargailah pendapatnya, bagi mereka nilai barang itu sama berharganya dengan nilai cincin kawin bagi Anda.

  • Anak-anak juga cukup pandai untuk menilai, bila yang datang adalah teman yang bandel, mereka akan menyembunyikan mainan mereka yang baru, karena mereka tahu temannya itu perusak. Anak-anak lebih mudah berbagi dengan teman yang lebih kecil dan pendiam, yang tidak mereka anggap sebagai ancaman. Bila berkunjung ke rumah Anda mintalah teman Anda membawa mainan dari rumah. Anak Anda pasti ingin meminjam mainan temannya, untuk itu dia pun harus merelakan mainannya dipinjam. Dia akan belajar bahwa dengan berbagi dia akan merasa lebih senang.

  • Adakan permainan

  • Buatlah skenario sederhana tentang kemurahan hati seorang anak. Lakukan bersama keluarga permainan drama kecil yang diakhiri dengan anak Anda membagikan sesuatu ke setiap anggota keluarga, misalnya kue, kembang, mainan kecil, dll. Anak-anak cenderung mengingat apa yang mereka pelajari melalui permainan daripada melalui perkataan.

Baca, hidupkan, bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Mengajar Anak Berbagi

Anak-anak kecil sering berebut sesuatu seperti mainan, permen, apa saja yang mereka lihat. Ini sering menimbulkan pertengkaran dan tangis yang akan membuat orang tua sakit kepala. Untuk menghindari hal ini sebaiknya orang tua mengajar anak berbagi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr