Akibat dari Kejahatan Kecil

Betapa pun kecil kejahatan yang kita lakukan dapat menyeret kita ke sesuatu yang jauh lebih serius. Iblis membuang umpannya satu demi satu, dari yang terkecil hingga yang terbesar, sehingga tanpa terasa kita terjerat menjadi pengikutnya.

1,555 views   |   1 shares
  • Sebuah berita menggoncangkan baru-baru ini menuturkan bagaimana seorang dokter terkemuka di Utah, AS, dinyatakan juri bersalah karena terbukti membunuh istrinya, mantan ratu kecantikan dari California, demi seorang wanita lain yang dikenalnya lewat internet. Si dokter menyuruh istrinya menjalani bedah plastik supaya dia bisa memberinya obat berlebihan dan merancang kematiannya. Anak perempuan mereka yang sedang berkunjung melarang ayahnya memberi ibunya obat lagi dan merawat sendiri ibunya sampai sembuh. Si ibu berpesan bila ada sesuatu yang buruk terjadi atas dirinya, kemungkinan itu perbuatan ayahnya. Mereka menemukan bukti bahwa si ayah mempunyai hubungan gelap dengan wanita lain. Dia menerima telepon dan menelepon ratusan kali pacar gelapnya. Ketika si anak kembali ke kota tempat dia kuliah dia mendengar kabar bahwa ibunya mengalami kecelakaan di kamar mandi dan meninggal. Di tempat penguburan si anak melihat wanita pacar ayahnya datang, bahkan seminggu kemudian si ayah memperkenalkan wanita itu sebagai pengasuh bagi anak-anaknya yang masih kecil.

  • Bagaimana mungkin seorang yang terhormat melakukan hal sekeji itu demi seorang wanita yang bila dibanding istrinya jauh lebih buruk rupa dan buruk perilaku? Mengapa begitu mudah dia menyerah kepada keinginan jasmaninya dan begitu saja melupakan ibu dari kedelapan anaknya? Sulit untuk memahami apa yang bisa menyebabkan seseorang lupa daratan dan berubah begitu jauh. Namun salah satu penyebab dari semua persoalan ini ialah kebiasaan. Kebiasaan yang membuat seseorang merasa tidak lagi diganggu oleh nurani yang bersalah. Dalam kasus dokter pembunuh ini, detektip yang menyelidikinya menyebut dia . Pertama dia pernah memalsukan transkripsi perguruan tingginya untuk masuk ke sekolah kedokteran. Kedua dia melakukan pemalsuan cek. Ketiga dia berselingkuh dengan wanita yang dikenalnya melalui internet. Keempat dia mencuri identitas anak angkatnya untuk pacarnya yang terlibat dalam kesulitan keuangan. Pemalsuan ini dipakai guna membuka akun bank dan lain-lain. Kelima dia merencanakan dan melaksanakan pembunuhan.

  • Dari pola ini terlihat bagaimana kejahatannya meningkat. Pepatah kita yang mengatakan "Sedikit-sedikit menjadi bukit," berlaku dalam hal ini. Karena perbuatan jahatnya yang kecil tidak terbongkar, dia merasa nyaman untuk berbuat kejahatan yang lebih besar sampai akhirnya pada puncaknya dia tega membunuh istrinya. Dan semua ini diperbuatnya dengan topeng kealiman seorang tokoh masyarakat terhormat yang aktif di gerejanya. Anak-anaknya sendiri sampai berkata bahwa mereka tidak mengenali siapa sesungguhnya ayah mereka. Selama lima tahun kedua anaknya yang terbesar berusaha keras membuktikan bahwa ibu mereka dibunuh oleh ayah mereka sendiri. Sungguh drama keluarga yang tragis. Sebuah keluarga yang tampaknya sempurna, berada dan bahagia, ternyata menyimpan rahasia yang sangat menakutkan.

  • Advertisement
  • Peristiwa ini menunjukkan kepada kita bahwa betapa pun kecil kejahatan yang kita lakukan dapat menyeret kita ke sesuatu yang jauh lebih serius. Iblis membuang umpannya satu demi satu, dari yang terkecil hingga yang terbesar, sehingga tanpa terasa kita terjerat menjadi pengikutnya. Sebaiknya kita tidak menyerah kepada bujukan halus si jahat, yang selangkah demi selangkah akan menyeret kita ke jurang kehancuran. Lebih mudah menghindari sejak pertama kali, karena dengan berbuat demikian kita memperkuat pertahanan iman kita.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Akibat dari Kejahatan Kecil

Betapa pun kecil kejahatan yang kita lakukan dapat menyeret kita ke sesuatu yang jauh lebih serius. Iblis membuang umpannya satu demi satu, dari yang terkecil hingga yang terbesar, sehingga tanpa terasa kita terjerat menjadi pengikutnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr