Memperkenalkan Permainan Tradisional kepada Putra dan Putri Anda

Ada banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari permainan modern daripada dampak positifnya, oleh karena itu sudah saatnya bagi para orang tua untuk tidak membebaskan anak Anda menikmati permainan-permainan tersebut sesuka hati mereka.

2,328 views   |   2 shares
  • Anda para orang tua yang dilahirkan pada kisaran tahun 1980an seperti saya, atau mungkin jauh pada dekade sebelumnya boleh dikatakan patut bersyukur, kenapa, karena pada saat tersebut serbuan permainan elektronik tidak segencar seperti saat ini.

  • Sewaktu menyaksikan seorang anak tetangga saya baru-baru ini yang baru saja dibelikan mainan gadget elektronik yang cukup canggih oleh orang tuanya saya tergoda untuk melihat bagaimana reaksi anak tersebut. Awalnya, si anak menerimanya dengan sangat antusias sekali seperti umumnya anak-anak di mana pun berada, singkatnya, seiring waktu terjadi perubahan yang sangat jelas terjadi pada diri anak tersebut. Si anak yang awalnya saya perhatikan sangat berjiwa sosial dan suka berkawan, tiba-tiba menjadi pribadi yang egois dan penyendiri dan tidak suka bermain dengan kawan-kawannya.

  • Ketika suatu hari saya mengunjungi rumah keluarga ini pada malam hari, saya memperhatikan anak tersebut sedang asyik duduk dengan mainannya dengan sesekali membetulkan letak kacamatanya. Saya menyapanya tapi dia tidak merespon, hingga ibunya terpaksa harus sedikit membentak untuk memberitahunya baru dia mau menjawab saya. Si ibu merasa agak kesal terhadap tingkah lakunya dan dengan buru-buru merampas mainan elektronik yang ada di tangannya dan meminta dia untuk berhenti dan segera memintanya untuk melakukan kegiatan lain. Respon si anak dengan jelas menyampaikan sebuah kekesalan dan dengan kasar beranjak menjauh meninggalkan ibunya.

  • Saya segera menyadari bahwa anak tersebut yang dulunya sangat suka berbaur bersama teman-temannya bisa tiba-tiba menjadi pribadi yang individual dan penyendiri bukan dikarenakan pola asuh yang salah dari ke dua orang tuanya tapi karena disebabkan pengaruh dari permainan-permainan moderen tersebut.

  • Tidak bisa dipungkiri bahwa dengan semakin majunya perkembangan zaman dengan diikuti kemajuan teknologi menyebabkan perubahan pula dalam hal permainan anak-anak. Permainan-permainan zaman dahulu yang sangat digemari oleh anak-anak sedikit demi sedikit tersingkir ditinggalkan dan kurang diminati lagi, anak-anak saat ini menilai bahwa permainan-permainan tradisonal tersebut yang dahulu sangat popular telah ketinggalan zaman dan kuno, sebagai gantinya mereka cenderung lebih memilih apa yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi.

  • Banyak permainan modern saat ini yang cenderung merusak kepribadian anak-anak kita, sebagai contoh permainan game peperangan yang marak dimainkan oleh anak-anak saat ini yang menyajikan adegan pembunuhan dan perkelahian. Anak-anak dituntut untuk piawai memainkannya, di warnet game online saya sering menyaksikan mereka saling berteriak dan mengumpat satu sama lain dengan kata-kata kasar terhadap teman-temannya ketika dia kalah dalam permaianan yang sedang dimainkan, ironis sekali.

  • Advertisement
  • Sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan permainan-permainan pada zaman dahulu yang cenderung lebih banyak membutuhkan kemampuan keterampilan dan gerak tubuh serta interaksi dengan orang lain, permainan-permainan modern saat ini justru membuat anak-anak malas untuk beranjak dari tempat duduk mereka dan bersosialisasi dengan orang lain. Ada banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari permainan modern daripada dampak positifnya, oleh karena itu sudah saatnya bagi para orang tua untuk tidak membebaskan anak Anda menikmati permainan-permainan tersebut sesuka hati mereka. Harus ditetapkan batasan antara kapan boleh memainkan permainan-permainan tersebut dan kapan harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

  • Kita semua tidak bisa menolak perubahan zaman dan teknologi, namun jika perubahannya akan merusak anak-anak Anda sudah sepatutnya Anda bertindak. Jangan jadikan anak-anak Anda menjadi target perubahan tersebut. Untuk mengatasinya tidak ada salahnya jika Anda sesekali mengajak atau memperkenalkan kepada anak-anak Anda permainan-permainan tradisional yang dulu sering Anda mainkan sewaktu kecil. Keunggulan permainan tradisional adalah menuntut anak untuk bergerak sebebas mungkin sehingga dapat melatih keterampilan motorik kasar dan halusnya. Untuk mengingatkan Anda beberapa permainan-permainan tersebut, berikut sebagian dari banyak jenis permainan tradisional yang ada di Indonesia yang saya sadur dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Permainantradisionaldi_Indonesia, di antaranya:

  • 1. Petak umpet / Patekong

  • 2. Gasing

  • 3. Loncat tali

  • 4. Ular tangga

  • 5. Congklak

  • 6. Layang-layang

  • 7. Balap karung

  • 8. Egrang, dll

  • Tentunya masih banyak permainan tradisonal yang dulu pernah Anda mainkan baik secara sendiri atau beramai-ramai dengan teman sebaya Anda. Ajak anak-anak Anda bermain bersama dengan Anda dan perkenalkan kepada mereka peraturannya, jalinlah selalu kedekatan dengan anak-anak Anda.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Memperkenalkan Permainan Tradisional kepada Putra dan Putri Anda

Ada banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari permainan modern daripada dampak positifnya, oleh karena itu sudah saatnya bagi para orang tua untuk tidak membebaskan anak Anda menikmati permainan-permainan tersebut sesuka hati mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr