Menjembatani Ranjau Komunikasi dalam Pernikahan

Pada akhirnya, tidak ada rumus yang sempurna untuk komunikasi dalam pernikahan. Satu-satunya jalan yang nyata untuk memastikan komunikasi yang baik adalah melalui memahami dan mengasihi pasangan Anda.

3,380 views   |   shares
  • Hari yang melelahkan di tempat pekerjaan, dan setiba di rumah tidak menginginkan apa-apa selain melempar sepatu saya dan merebahkan diri di sofa. Ketika saya masuk ke dalam rumah, istri saya menyambut saya dengan ciuman selamat datang dan seketika itu juga saya menyadari ada yang tidak beres. Menjadi suami yang baik, saya memutuskan untuk menanyakan kepadanya apa yang terjadi. Dia menjawab singkat dengan kata-kata yang mengkhawatirkan, “Saya baik-baik saja.”

  • Jika saya sedemikian terampil sebagaimana seharusnya dalam hal komunikasi pria-wanita, saya akan mengakhirinya sampai di situ. Akan tetapi, saya bersikeras hingga mencapai titik saat dia meledak dalam amarah rasa frustrasinya. Saya mendengarkan dengan sungguh-sungguh, atau paling tidak saya berpikir seperti itu. Sebenarnya, saya memproses setiap kata seakan-akan saya hendak mendiagnosis suatu penyakit. Ketika dia selesai, alih-alih memberinya kata-kata penyemangat, saya malah mulai memberikan pendapat intelektual dari situasi tersebut, merekomendasikan penyembuhan yang pantas seolah-olah saya adalah seorang psikiater yang andal. Ini menyebabkan dia meninggalkan saya dalam amarah dan bahkan semakin frustrasi sewaktu dia mengaku bahwa “Saya tidak pernah mendengarkannya.”

  • Saya ditinggalkan, terpaku dengan pandangan menakjubkan menjadi suami yang sempurna, sambil bertanya-tanya apa yang salah. Bagi pria, komunikasi dalam pernikahan adalah bagaikan ranjau yang kami semua takut akan menginjaknya bila salah langkah. Tapi tak terelakkan, kami harus berani memasuki medan yang bukan untuk para pria ini. Bagi Anda yang merasa tidak mengerti apa-apa, saya telah mengalami hal itu sebelumnya, ini adalah lima cara untuk memahami dan berkomunikasi dengan kasih sayang:

  • Periksa diri Anda. Ketika Anda berkomunikasi dengan istri Anda, sadarilah hati Anda. Apakah hati Anda terbuka atau tertutup? Tanyakan kepada diri Anda sendiri, “Apakah saya peduli dengan kebutuhannya atau kebutuhan saya sendiri?” Jika Anda dapat menjawab positif untuk yang pertama, maka lanjutkan dengan hati-hati. Jika tidak, maka mundurlah dan evaluasi kembali. Hati yang tertutup bukanlah hati yang dapat berkomunikasi.

  • Sadarilah bahwa ada lebih banyak yang dikomunikasikan daripada sekadar kata-kata. Kita berkomunikasi melalui keberadaan kita sebagai makhluk yang utuh. Jika hari Anda buruk, itu akan merambat pada semua yang Anda katakan. Hal serupa juga terjadi pada pasangan Anda. Membicarakan topik yang sensitif ketika dalam perasaan negatif bukanlah suatu ide yang baik. Tunggu sampai Anda berdua berada dalam suasana pikiran baik. Jangan menganggap bahwa semua respon negatif ditujukan untuk Anda secara pribadi. Jika pasangan Anda kelihatannya marah terhadap Anda, itu mungkin saja bukan Anda yang dia marahi. Dia mungkin masih jengkel dari interaksi dengan anak-anak atau wanita di jalan. Percayalah pada maksud hatinya dan lihatlah dia dalam cahaya terbaik, bukan terburuk.

  • Advertisement
  • Berikan ruang bagi mereka. Semua orang harus kadang-kadang perlu diberi sedikit ruang untuk menyalurkan emosi mereka. Menjadi manusia adalah hal yang sulit, dan beberapa, jika ada, yang kelihatannya baik dalam hal ini. Biarkan pasangan Anda menjadi manusia dan biarkan mereka untuk berurusan dengan perasaan-perasaan mereka.

  • Jangan mencoba untuk memperbaiki situasi. Ini adalah perbedaan besar antara pria dan wanita, Jika seorang pria berkata tentang masalahnya, dia sedang mengeluh atau dia mengharapkan nasihat sesungguhnya mengenai apa yang harus dilakukan. Ketika seorang wanita mengatakan masalahnya, kadang-kadang itu juga hanya keluhan, tetapi sering itu karena dia ingin perlakuan balik yang menghibur. Pria tidak terbiasa dengan hal ini, jadi mereka mencoba untuk memperbaikinya. Wanita melihat hal ini sebagai sesuatu yang menghakimi dan tidak memerhatikan kebutuhan mereka. Garis besarnya: dengarkan, jangan memperbaiki.

  • Pada akhirnya, tidak ada rumus yang sempurna untuk komunikasi dalam pernikahan. Satu-satunya jalan yang nyata untuk memastikan komunikasi yang baik adalah melalui memahami dan mengasihi pasangan Anda. Terimalah semua kekurangan dan dengan rela biarkan mereka melakukan sesuatu yang kadang-kadang rasanya tak lazim.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “Traversing the communication minefield of marriage” karya Sean Fletcher.

Baca, hidupkan, bagikan!

Sean Fletcher is an educator and writer. He is also a devoted husband and father of five. Contact him at seanwfletcher@hotmail.com

Menjembatani Ranjau Komunikasi dalam Pernikahan

Pada akhirnya, tidak ada rumus yang sempurna untuk komunikasi dalam pernikahan. Satu-satunya jalan yang nyata untuk memastikan komunikasi yang baik adalah melalui memahami dan mengasihi pasangan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr