Pilihan yang Membingungkan

Suatu saat Anda menghadapi masalah sulit di mana Anda harus memilih siapa yang harus Anda menangkan, ibu atau istri Anda. Ini seperti menemukan buah simalakama, dimakan ibu mati tidak dimakan istri mati.

11,465 views   |   3 shares
  • Dua wanita yang paling penting dalam hidup Anda, ibu dan istri Anda. Keduanya sama-sama Anda cintai. Yang satu telah Anda kenal bahkan sebelum Anda lahir, sejak dari kandungan dia menyanyikan lagu ninabobo buat Anda, menghapus air mata Anda ketika Anda jatuh dan menangis, serta selalu menjadi naungan bagi Anda ketika Anda susah. Yang satu lagi Anda kenal sesudah dewasa, Anda jatuh cinta mati-matian sehingga Anda ingin hidup bersamanya sepanjang masa, ibu dari anak-anak Anda. Suatu saat Anda menghadapi masalah sulit di mana Anda harus memilih siapa yang harus Anda menangkan, ibu atau istri Anda. Ini seperti menemukan buah simalakama, dimakan ibu mati tidak dimakan istri mati (dalam hal ini bapak tidak ikut campur). Apa yang harus jadi bahan pertimbangan Anda? Tergantung dari masalahnya, Anda harus menentukan di pihak mana Anda berdiri. Tidak mudah bersikap adil seperti Nabi Sulaiman, tetapi beberapa hal di bawah mungkin dapat membantu Anda.

  • Berpihak kepada istri

  • "Nak, ibu kan sudah tua, sebentar lagi mati, masa kamu tega sih membiarkan ibu menderita?" Kata-kata seperti ini dapat menjadi senjata ampuh untuk meluluhkan hati seorang anak. Walaupun si ibu hanya ingin menikmati hari-hari bersama cucunya, tetapi sesudah 3 bulan menantunya merasa gerah menghadapinya setiap hari karena setiap tindakannya dikritik. "Bang, kapan ibumu pulang ke Medan, aku sudah tidak tahan lagi nih," keluh si istri. Menghadapi kasus seperti ini Anda merasa tak lama lagi perang dunia akan meletus di rumah Anda bila Anda tidak bersikap bijaksana. Anda bergegas keluar rumah dengan alasan mobil perlu diservis, padahal Anda diam-diam menelepon saudara Anda untuk berunding. Anda minta dia gantian menampung ibu Anda di rumahnya supaya beliau tidak tersinggung karena merasa disingkirkan. Untungnya saudara Anda dengan rela menelepon ibu Anda dan meminta beliau datang karena anak-anaknya sudah kangen kepada nenek. Alhamdulilah, Anda menarik napas lega karena berhasil dengan diplomasi Anda, rumah tangga Anda kembali tenang tenteram. Anda segera memesan tiket pesawat terbang di internet untuk memastikan ibu Anda berangkat ke rumah saudara Anda di Menado minggu itu juga.

  • Berpihak kepada ibu

  • Ada sebuah puisi indah dalam bahasa Inggris yang intinya tentang ucapan terima kasih seorang menantu kepada ibu mertuanya karena telah membimbing suaminya sejak kanak-kanak dan menyerahkan kepadanya sebagai seorang dewasa yang matang. Anda memasang puisi ini di dapur untuk mengingatkan istri Anda akan jasa ibu Anda. Anda memberitahu istri Anda bahwa suatu hari dia akan menjadi ibu mertua juga dan apa yang akan terjadi bila menantunya tidak sayang kepadanya. Anda berkata kalau tidak ada ibu Anda apa jadinya Anda sekarang karena beliaulah yang berkorban dan berjuang membesarkan anak-anaknya sesudah ayah Anda meninggal. Anda berjanji akan berbicara dengan ibu Anda supaya beliau tidak terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga, tetapi kenyataannya Anda cuma manggut-manggut ketika ibu Anda mengeluh tentang cara istri Anda mengatur rumah tangga.

  • Advertisement
  • Berada di tengah-tengah

  • Bayangkan diri Anda sebagai wasit pertandingan, Anda harus mengatur agar pihak yang satu tidak bermain curang dan semua peraturan dijalankan. Peraturan rumah tangga yang sudah Anda tetapkan bersama pasangan hidup Anda tidak boleh diubah-ubah hanya karena ibu Anda tidak suka. Anggaplah rumah tangga Anda sebuah negara yang mempunyai hukum-hukum yang harus dipatuhi para warganya. Anda sebagai pemimpin sepatutnya menegakkan hukum-hukum itu dan tidak membiarkan orang luar mempengaruhi Anda walaupun orang itu ibu Anda sendiri. Misalnya anak-anak harus tidur jam 9 malam di hari sekolah, jangan karena ada nenek mereka lalu tidur jam 11. Atau anak-anak tidak boleh makan permen banyak-banyak supaya gigi tidak rusak, tetapi nenek membawa oleh-oleh coklat Belgia dan mereka makan sesuka hati. Mohonlah pengertian ibu Anda supaya menghargai peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan. Dengan demikian terjagalah ketenteraman rumah tangga dan kedua wanita yang Anda cintai dapat menjalin hubungan baik berdasarkan rasa hormat satu kepada yang lain.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Pilihan yang Membingungkan

Suatu saat Anda menghadapi masalah sulit di mana Anda harus memilih siapa yang harus Anda menangkan, ibu atau istri Anda. Ini seperti menemukan buah simalakama, dimakan ibu mati tidak dimakan istri mati.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr