Memahami Anak Cengeng

"Cengeng lu!" Anda pasti sering mendengar perkataan ini yang ditujukan kepada anak-anak yang suka menangis. Namun saya harap Anda tidak pernah mengatakan hal ini kepada anak Anda.

6,076 views   |   1 shares
  • "Cengeng lu!" Anda pasti sering mendengar perkataan ini yang ditujukan kepada anak-anak yang suka menangis. Namun saya harap Anda tidak pernah mengatakan hal ini kepada anak Anda. Karena mencap anak Anda dengan julukan "anak cengeng" akan membawa dampak yang berkepanjangan sampai dia besar. Mengapa ada anak yang bandel dan jarang menangis tetapi ada anak yang sedikit-sedikit menangis? Dengan memahami penyebabnya Anda mungkin akan menjadi lebih sabar dalam menghadapi anak Anda bila dia menangis. Beberapa hal yang menyebabkan anak menangis tertera di bawah ini.

  • Frustrasi

  • Bukan hanya orang dewasa yang sering merasa frustrasi, anak kecil juga mengalaminya. Kadang-kadang anak kecil menangis karena dia frustrasi tidak dapat menyampaikan keinginannya dengan perkataan. Biasanya ini dialami ketika anak-anak masih dalam tahap belajar berbicara di usia sekitar 2 tahun. Dalam bahasa Inggris usia ini sering disebut "terrible two" yang terjemahan bebasnya "di usia 2 tahun anak kecil suka rewel." Cucu laki-laki saya di usia itu paling senang membuat berantakan barang-barang dagangan di toko. Kalau sedang duduk di kereta dorongnya tangannya yang kecil mungil akan beroperasi begitu kami melewati setumpukan baju di meja yang rendah. Sekali sapu semua tumpukan baju itu akan berserakan di lantai. Dia tertawa senang, kami kelabakan membereskan kembali baju-baju itu dan pramuniaga melotot kesal. Suatu hari saya berjalan-jalan di pusat perbelanjaan bersama dia dan seperti biasa dengan bakat Houdininya dia berhasil membebaskan diri dari ikatan-ikatan kereta dorongnya. Terpaksa saya lipat kereta itu dan saya genggam erat-erat tangannya sebelum dia kabur. Melihat kalender-kalender berwarna di sebuah kios dia mulai usil dan ingin bermain dengan semua itu. Saya bujuk-bujuk dia untuk pergi dari situ sambil menarik keretanya. Dia menangis sekeras-kerasnya membuat saya kebingungan karena anak-anak saya tidak pernah berbuat seperti itu. Karena sulit mengendalikannya saya ingin memasukkan dia ke kereta dorongnya, dia tambah berontak. Melihat adegan ini sepasang suami istri lanjut usia ikut membantu membujuk cucu saya namun tidak berhasil. Untunglah kami sampai juga ke toko di mana anak saya sedang berbelanja, barulah cucu saya berhenti menangis. Kalau saya ingat kejadian itu, sebetulnya dia ingin berkata bahwa dia tidak suka kereta dorong karena membatasi kebebasannya, karena itu dia menangis melihat saya membawa kereta dorongnya.

  • Pernah juga kami pergi ke toko bersamanya dan dia menangis tanpa kami tahu apa yang diinginkannya. Begitu kesalnya dia sampai dia menggosok-gosok mukanya, tentu saja ingusnya terpoles ke seluruh wajah. Mau tidak mau kami tertawa dan tangisnya bertambah parah. Karena bingung kami putuskan untuk pulang saja. Di mobil dia melihat hiasan kebun yang dicabutnya sebelum pergi ke toko, langsung dia tertawa dan mengambilnya. Kami cuma bisa mengurut dada mengetahui benda itulah yang dia inginkan.

  • Advertisement
  • Mencari perhatian

  • Kadang-kadang anak menangis karena ingin diperhatikan. Terutama sewaktu masih bayi dan hanya itu yang dapat dia lakukan untuk mendapatkan perhatian kita. Tetapi tentu saja ada alasan mengapa dia menginginkan perhatian kita. Bisa saja karena sakit, lapar, haus atau bisa saja karena dia mendambakan kasih sayang, ingin dipeluk dan dimanja. Pelukan dan kasih sayang sama pentingnya bagi pertumbuhan rohani seperti makanan bagi pertumbuhan jasmani. Konon di zaman perang dunia banyak anak bayi di rumah yatim yang haus kasih sayang meninggal karena lebih rentan terhadap penyakit.

  • Kebiasaan

  • Inilah yang hendaknya Anda hindari. Orang-orang tua berkata jangan terlalu sering menggendong-gendong anak bayi supaya tidak "bau tangan." Maksudnya kalau bayi terlalu sering digendong dia tidak mau dibiarkan bermain sendiri di tempat tidurnya, setiap kali dia akan merengek minta digendong.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Memahami Anak Cengeng

"Cengeng lu!" Anda pasti sering mendengar perkataan ini yang ditujukan kepada anak-anak yang suka menangis. Namun saya harap Anda tidak pernah mengatakan hal ini kepada anak Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr