Mengatasi Stres di Kantor

Stres tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikendalikan sehingga kita tidak menjadi korbannya. Menurut penulis naskah ini, stres dapat dikendalikan dengan mengendalikan reaksi jasmani kita terhadap stres itu sendiri.

676 views   |   shares
  • Presentasi besar Bob untuk Dewan Direktur hampir tiba. Dia senang dengan pekerjaan kreatifnya, pekerjaan tersebut mudah baginya dan dia paling baik melakukannya. Jadi, dia lebih daripada siap untuk presentasi tersebut, dia sangat bersemangat untuk itu. Ketika istrinya menanyakan tentang itu, Bob berkata sambil tersenyum: “Oh, saya tegang.” Dia memiliki daftar tugas yang panjang, banyak hal dalam daftar tersebut adalah spesialisasinya dan dia sedang menikmatinya untuk menyelesaikan semuanya. Bob sedang menjelaskan tentang ‘eustress’ [baca yu-stres] atau stres positif. adalah sesuatu yang menyenangkan walaupun sulit. Tantangannya sulit tetapi membuat kita tetap merasa hidup, seperti sedang menikmati serangan adrenalin. Anda mungkin berteriak-teriak “Jangan! Stop!” namun Anda sedang menikmatinya. Kita semua memiliki pada saat-saat tertentu dalam hidup kita dan walaupun hal tersebut melelahkan, namun biasanya tidak merusak kesehatan.

  • Stres yang akut, atau yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari ketika kita sedang terjebak dalam kemacetan lalu lintas atau tergesa-gesa menyelesaikan tugas dalam pekerjaan, dapat menjadi positif atau negatif. Stres semacam ini biasanya tidak lama dan ada kejutan di akhirnya. Sekadar menyadari adanya akhir yang sudah kelihatan, melindungi kita dari perasaan stres berat. Tetapi ketika stres akut di luar dugaan dan tak terkendali maka stres mulai terasa normal dan dapat menjadi “episodik stres akut”. Kenalkah dengan seseorang yang selalu membuat reaksi berlebihan? Atau, bagaimana dengan seseorang di tempat kerja yang marah-marah tanpa sebab, keduanya membiarkan stres akut menjadi bagian dalam hidup mereka.

  • Jenis stres yang paling merusak tubuh adalah “stres kronis”. Perasaan yang melekat pada pekerjaan yang Anda benci, terjebak dalam pernikahan yang buruk, atau situasi yang mengganggu Anda terus menerus akan menciptakan suatu bentuk stres yang merongrong tubuh dan pikiran. Perhatikan gejala tubuh Anda yang menjerit kepada Anda, meminta Anda untuk melakukan perubahan, seperti ketika pikiran Anda sedang berpacu, pikiran Anda sedang kacau, atau ketika Anda menyadari bahwa detak jantung Anda meningkat makin cepat. Tanda-tanda lain stres kronis adalah merasa gugup, gelisah dan kurang sukacita, berat badan bertambah, gangguan perut, tangan gemetar, libido yang rendah, atau lelah karena kurang tidur.

  • Tidak masalah jenis stres yang mana pun yang Anda alami dalam setiap hari – ingatlah Anda masih tetap memimpin dalam soal kesehatan Anda jika Anda mampu – Anda masih dapat menciptakan keseimbangan atau mencegah kerusakan yang sedang terjadi dalam tubuh Anda.

  • Advertisement
  • Kami tidak dapat mencegah situasi yang mendatangkan stres. Tetapi, tujuannya adalah mengalirkan stres keluar dari kita seperti air mengalir di saluran pembuangan. Ketika kita sadar akan perubahan fisiologis yang terjadi ketika kita gugup, tegang atau gampang tersinggung – kita memiliki kesempatan membuat penyesuaian yang menjaga sistem kita tetap seimbang. Jadi, penting sekali mengetahui bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap situasi yang menegangkan saraf Anda.

  • Pada awalnya stres berubah menjadi ketegangan – leher dan bahu kaku, perut kaku dan pencernaan yang tak teratur, atau mungkin sakit atau pinggang yang tegang – ketegangan tersebut dapat terjadi dari kepala hingga ujung jari kaki. Jika Anda selaras dengan tubuh Anda dan sedang mendengarkan – maka Anda mungkin sanggup menduga di mana ketegangan tersebut bersembunyi. Latihan singkat berikut dapat dilakukan di mana pun dan sanggup memperbaiki kesehatan Anda secara signifikan dengan berbagai caranya.

  • Pertama-tama, keluarlah dari tempat yang berisik untuk sejenak. Membelakangi meja kerja Anda atau tutuplah pintu kantor Anda. Kosongkan pikiran Anda, rasakan ketenangan sekitar Anda, dan tariklah napas panjang. “Rasakan” atau masuklah ke dalam tubuh Anda, lakukan perjalanan mulailah dari bawah kaki Anda terus naik ke atas kepala Anda, rasakan dan perhatikan perasaannya sepanjang perjalanan itu. Perhatikan kalau ada ketegangan, ketidaknyamanan, atau apa yang dipahami beberapa orang sebagai perasaan yang membingungkan tingkat rendah. Ketika Anda menemukan titik masalahnya, berhantilah di situ, cobalah melemaskan daerah itu, melepaskan ketegangannya. Tarik napas dan bawalah ke tempat itu dan lepaskan napas di atasnya, lepaskan ketegangan seolah-olah Anda sedang “mengirimnya keluar” bersama napas Anda. Tetaplah di tempat itu sampai tempat itu kendor. Kemudian, periksalah sekelilingnya sekali lagi untuk memastikan: Wajah Anda dan belakang leher Anda kendur dan lemas, bahu Anda tidak terangkat, perut Anda terasa damai, tulang punggung bawah, lutut dan kaki semuanya tenang dan tidak tegang. Kemudian, pikirkan sesuatu yang mendatangkan rasa sukacita – hadiah terbesar, atau berkat yang paling berharga, dan ketika Anda merasa bersyukur untuk hadiah-hadiah itu, keluarkan napas secara perlahan-lahan untuk menutup latihan.

  • Latihan ini mungkin hanya mengambil waktu Anda selama empat hingga lima menit dan setelah latihan tiga atau empat kali yang pertama, Anda akan menyadari bahwa latihan ini akan makin mudah dan lebih efektif. Segera Anda akan menyadari bahwa latihan ini hanya membutuhkan beberapa saat untuk meluruskan semangat Anda. Dengan latihan ini, tidak hanya Anda akan merasa lebih tenang dan segera berkepala jernih, tetapi juga mengendalikan tingkat penuaan tubuh Anda dan membuat investasi cerdik untuk kesehatan jangka panjang Anda. Hidup Anda di tempat kerja akan menjadi makin produktif dan bersyukur.

  • Advertisement
  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “Managing stress at the office” karya Loa Blasucci.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Author of the award winning book All Health's Breaking Loose, reach Loa for questions or comments at gotoloa.com

Mengatasi Stres di Kantor

Stres tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikendalikan sehingga kita tidak menjadi korbannya. Menurut penulis naskah ini, stres dapat dikendalikan dengan mengendalikan reaksi jasmani kita terhadap stres itu sendiri.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr