3 Hal yang Dilakukan Bila Konflik Terjadi

Hidup dengan remaja yang sangat dipengaruhi oleh hormon testosterone yang sangat aktif memang akan menimbulkan banyak konflik. Tetapi kalau kita tahu tekniknya, justru keinginan anak remaja yang suka membantah itu dapat menjadi alat mendidik mereka.

2,604 views   |   2 shares
  • Bila Anda tinggal dengan seorang remaja, konflik mungkin tak dapat dihindari. Belajar bagaimana menangani masalah yang muncul adalah bukan tentang masalah itu sendiri tetapi lebih banyak soal sikap dan tanggung jawab. Sebagai orang tua, hendaknya Anda tetap mengendalikan dan/atau tidak menambah kemarahan. Berikut adalah tiga hal yang sangat penting untuk diingat ketika konflik dengan remaja Anda terjadi:

  • Tetap tenang dan jangan memulai argumentasi

  • Skenario khas yang mengawali argumentasi di rumah memiliki banyak alasan, tetapi biasanya dimulai setelah orang tua bertanya atau memberitahu seorang anak untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai anak itu. Anak itu kemudian marah. Bukannya diredakan, malah orang tua dengan cepat membuat reaksi atau memberi perintah kembali dan selanjutnya demikianlah argumentasi itu makin menjadi-jadi. Jika Anda dapat menerima sedikit saran: Jangan memulai argumentasi, rumah Anda akan jauh lebih tenteram. Apa yang akan terjadi jika Anda tidak menanggapi anak Anda setelah dia menolak menjalankan perintah Anda adalah membiarkan dia memikirkan pernyataan Anda. Misalnya, jika Anda mengingatkannya tentang PRnya dan mereka memiliki seribu satu macam alasan untuk berargumentasi dengan Anda sedangkan Anda tidak menanggapinya, maka mereka akan mulai memikirkan pernyataan Anda yang terakhir tentang PR tersebut. Hal tersebut sudah cukup agar mereka berbicara sendiri dan seringkali justru mereka akan mematuhinya.

  • Tetapkan aturan dan hasilkan solusi bersama

  • Jauh sebelum konflik muncul, Anda dapat menetapkan aturan yang akan dihormati selama argumentasi. Aturan tersebut hendaknya termasuk cara seseorang dapat meminta jeda waktu atau saat untuk menenangkan diri, cara memastikan bahwa seseorang diperlakukan secara adil dan berbicara dengan hormat, dan khususnya tetang cara menyajikan dan menyelesaikan konflik. Ketika konflik muncul, kedua belah pihak mengetahui apa yang diharapkan dan cara memulai suatu kompromi dalam konflik. Jika Anda harus membawa suatu pembicaraan tentang suatu masalah, hendaknya menghindari kemarahan dan berbicara dengan tenang untuk membahas opsi dan mengambil keputusan bersama.

  • Tegas, mengampuni dan berterima kasih

  • Selama konflik tidak saling menyerang adalah penting sekali. Selama perilaku atau pilihannya salah, membiarkan anak Anda melihat Anda tidak menganggap pilihan atau tindakan tersebut buruk atau salah adalah penting juga. Pastikan bahwa ketika Anda mencapai kesepakatan atau mengambil tindakan, Anda berterima kasih kepada anak Anda karena telah bersedia mencari jalan keluar konflik mereka dengan Anda. Hal tersebut akan membantu membangun kembali hubungan dan dapat membantu menghindari konflik tambahan di masa depan.

  • Advertisement
  • Jika Anda dapat mengingat untuk selalu menghindari membuat reaksi sedapat mungkin, namun terjadi juga, maka Anda dapat menuntun konflik ke arah resolusi yang positif. Anda akan melihat anak Anda mengikuti contoh Anda juga.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “3 Things to do when conflict arises” karya Lynn Scoresby.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Dr. Scoresby enjoys sitting with his wive amidst the trees and flowers he and his wife have planted, while listening to the quiet sounds of nature...and their many playing grandchildren. Dr. A. Lynn Scoresby is the founder and president of www.firstanswers.com, www.achievementsynchrony.com, and www.6innovations.com. He has been a marriage and family psychologist for more than 35 years and published more than 20 books/training program

3 Hal yang Dilakukan Bila Konflik Terjadi

Hidup dengan remaja yang sangat dipengaruhi oleh hormon testosterone yang sangat aktif memang akan menimbulkan banyak konflik. Tetapi kalau kita tahu tekniknya, justru keinginan anak remaja yang suka membantah itu dapat menjadi alat mendidik mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr