Keterampilan Sukses Bagi Anak: Mengurangi Kekerasan

Meskipun ada banyak saran, mari pertimbangkan bagaimana kita dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan untuk melihat dari sudut pandang orang lain (pengambilan perspektif).

440 views   |   shares
  • Menurut Biro Statistik Kehakiman, ada 3,5 juta korban KDRT antara 1998-2002. 48,9 persen dilakukan terhadap pasangan, dan 10,5 persen terhadap anak, serta 40,6 persen terhadap anggota keluarga lainnya. Tiga perempat dari semua kejahatan ini terjadi di atau dekat rumah.

  • Meskipun orang-orang dapat menyebutkan banyak solusi untuk apa yang akan mengurangi jumlah KDRT, mungkin yang mendekati solusi teratas adalah untuk melihat dari sudut pandang satu sama lain. Ellen Galinsky, seorang spesialis keluarga, mengenali “pengambilan perspektif” sebagai keterampilan hidup terpenting kedua untuk anak-anak pelajari dalam bukunya, . Tanpa mampu melihat dari perspektif orang lain, akan sulit bagi mereka untuk membentuk hubungan sosial yang sehat. Melihat dari perspektif orang lain membantu kita menghindari konflik dan berkomunikasi tanpa menjadi defensif. Pada akhirnya, anak-anak menjadi orang dewasa dan mereka akan harus melihat perbedaan dalam cara berpikir orang lain tanpa menghakimi. “Pengambilan perspektif” memungkinkan orang dewasa dan anak-anak untuk melihat banyak solusi untuk satu masalah. Galinsky menjelaskan bahwa ketika anak-anak memasuki sekolah, “pengambilan perspektif” membantu mereka memahami tuntutan guru mereka. Jika anak-anak dapat melihat perspektif orang lain, mereka akan berkomunikasi dengan lebih efektif dan, mudah-mudahan, akan menghindari pertengkaran.

  • Meskipun ada banyak saran, mari pertimbangkan bagaimana kita dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan untuk melihat dari sudut pandang orang lain (pengambilan perspektif).

  • Bantulah anak merasa dipahami

  • Dalam satu studi, Galinsky menanyakan anak-anak apa yang ingin mereka katakan kepada orang tua mereka yang bekerja. Anak-anak menanggapi bahwa mereka ingin orang tua memahami mereka. Pelajari dan lakukan kegiatan kegemaran anak Anda. Tanyakan tentang hari mereka, teman-teman, sekolah, dll. Ketika orang tua memahami anak-anak mereka, itu membentuk ikatan emosional yang membantu anak-anak melihat dari sudut pandang orang tua mereka. Galinsky menunjukkan bahwa dengan bayi, Anda dapat membantu mereka mengembangkan “pengambilan perspektif” dengan menanggapi tindakan dan kebutuhan mereka. Tirulah perilaku yang mereka lakukan, ini adalah bentuk empati.

  • Bicarakan tentang perasaan Anda

  • Pertimbangkan sejenak, apakah Anda membicarakan perasaan Anda dengan anak-anak? Mereka mungkin tidak menyadari perasaan Anda atau melihat perspektif Anda jika mereka tidak mendengarnya dari Anda. Jika Anda mengalami hari yang buruk, ini mungkin waktu yang tepat untuk berbicara kepada anak-anak tentang perasaan Anda sejauh itu tidak menyebabkan Anda melampiaskan kekesalan Anda kepada anak-anak. Mereka akan lebih dapat mengenali bagaimana peristiwa mempengaruhi perasaan mereka dan orang lain.

  • Advertisement
  • Bermain pura-pura

  • Bermain pura-pura dengan anak-anak adalah, mungkin, permainan “pengambilan perspektif” terbaik. Anak-anak dapat membayangkan menjadi seorang ibu, ayah, atau orang lain. Anak-anak yang berpura-pura berpikir tentang apa tindakan dan tanggung jawab orang ini.

  • Ajarkan keterampilan menilai

  • Keterampilan menilai adalah keterampilan yang mempelajari niat orang lain. Ketika ada pertengkaran karena mainan antara anak-anak, itu dapat menjadi waktu yang tepat untuk menanyakan mereka mengapa mereka pikir pihak lain melakukan apa yang dia lakukan. Ketika menonton film, Anda dapat bertanya mengapa karakter bertindak dengan cara tertentu. Ini adalah cara sederhana untuk membantu anak-anak melihat motif dan niat orang-orang dalam kehidupan mereka.

  • Sumber: Galinsky, E. (2010). (1st ed., pp. 1-50). New York, NY: HarperCollins.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "Success skills for children: Decreasing violence" karya Clayton Spencer.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Clayton Spencer graduated from Weber State University with a major in Family Studies and minor in Psychology. He enjoys studying about healthy family patterns and talking about the challenges of family life and hopes to continue this passion into graduate school. On the personal side of life, he is an avid outdoor enthusiast. It is not uncommon to see him on the trails hiking, mountain biking, rock climbing, or some other activity throughout the week.

Keterampilan Sukses Bagi Anak: Mengurangi Kekerasan

Meskipun ada banyak saran, mari pertimbangkan bagaimana kita dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan untuk melihat dari sudut pandang orang lain (pengambilan perspektif).
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr