Lagi-Lagi Kamu: Mengatasi Seorang yang Narsis

Kebutuhan orang yang narsis untuk memuaskan diri dan membicarakan diri sendiri tidak ada habisnya, sehingga seringkali sangat sulit untuk mengakhirinya.

842 views   |   1 shares
  • 1. Narsis-Seseorang yang terlalu sibuk dengan diri sendiri, dan menganggap diri hebat dan egois

  • Berbincang dengan seseorang yang narsis bisa terasa seperti sedang berbicara dengan Gilderoy Lockhart dari serial Harry Potter. Mereka seringkali merendahkan, mengontrol atau mengkritik selama percakapan. Mengikuti saran berikut ini bisa membantu melunakkan serangan ketika berhadapan dengan orang yang lebih mementingkan diri sendiri.

  • 2. Menjaga agar percakapan singkat

  • Jika Anda sering berinteraksi dengan seorang yang narsis Anda mungkin ingin untuk menjaga semua interaksi Anda singkat supaya tidak dibanjiri monolog yang bakal muncul. Secara sopan mintalah ijin untuk meninggalkan meja makan, atau aturlah jam di otak Anda untuk segera menghentikan percakapan di telepon sesuai waktu yang telah ditentukan. Akhirnya si narsis harus memahami bahwa setiap kali percakapan mengarah kearah mereka dan hanya kepada mereka, Anda akan meninggalkannya. Mungkin interupsi ini bahkan akan memberi petunjuk mengenai perilaku mereka.

  • 3. Mengubah pokok persoalan

  • Mendengarkan keluhan rekan kerja mengenai kemampuan gila bola basket mereka dan masa depan anak 5 tahun mereka di NBA bisa menyebalkan, tapi mencoba untuk menyisipkan cerita mengenai kemampuan fisik Anda kemungkinan besar tidak akan berhasil, jadi cobalah pendekatan lain. Setelah dengan singkat mendengarkan cerita tentang Toni cilik yang super, ubah pokok persoalan ke sesuatu yang Anda dan si narsis memiliki kesamaan. Cara ini akan mengarahkan dia kepada topik yang lain dan memperbanyak persamaan yang bisa Anda bincangkan.

  • Catatan

  • Topik percakapan biasanya dikendalikan oleh si narsis tapi setidaknya kalian akan membahas mengenai sesuatu yang Anda nikmati.

  • 4. Pahami kemampuan mereka

  • Jika Anda menjalani hari yang melelahkan dan berusaha mencari jemputan, jangan menghubungi si narsis. Mereka seringkali kurang simpati karena mereka tidak mampu merasakan kesulitan orang lain. “Menurut Eleanor Payson, penulis The Wizard of Oz and Other Narcissists: Coping with the One-Way Relationship in Work, Love, and Family. Orang yang narsis cenderung menjadi pakar dalam hal-hal tertentu karena mereka berpikir dan berbicara terlalu banyak tentang topik-topik tertentu. Jika Anda membutuhkan bantuan di salah satu bidang keahlian mereka, mereka tanpa disadari bisa menjadi kaki tangan Anda.

  • 5. Tutup ruang emosi Anda

  • Klinik terapi berlisensi, Lori Olsen, MC, LPC, menjelaskan bahwa, “Otak secara alami menciptakan lingkup energi dan emosi sewaktu manusia tumbuh, semua ini berhenti pada masa-masa remaja. Lingkup ini bisa disebut sebagai ruang pribadi. “Di dalam lingkup ini ada sebuah gerbang. Biasanya kita memilih bagaimana dan kapan kita membuka gerbang itu untuk orang-orang di sekitar kita. Namun orang yang narsis bertingkah seperti sepatu berujung baja yang menahan gerbang kita sehingga tidak bisa ditutup. Mereka melumpuhkan kemampuan kita untuk melindungi ruang emosi kita.

  • Advertisement
  • Kebutuhan orang yang narsis untuk memuaskan diri dan membicarakan diri sendiri tidak ada habisnya, sehingga seringkali sangat sulit untuk mengakhirinya. Jangan berkecil hati. Mengenyahkan sepatu berujung baja dari gerbang emosi Anda memungkinkan hubungan berubah. Begitu lingkup emosi yang sesuai telah diciptakan, sebuah hubugan yang sehat bisa dibangun.

  • Di atas semua itu, jagalah agar tidak menganggap semua ini terlalu serius dan jangan mudah tersinggung. Jika Anda bisa menjadi seekor lalat di dinding selama percakapan dengan seorang yang narsis Anda mungkin akan tertawa.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Agung Candra Setiawan dari artikel asli “You, yourself and you: Coping with a narcissist” karya Jen Savage.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Jen Savage is a wife, mother and freelance writer who loves life in Arizona.

Lagi-Lagi Kamu: Mengatasi Seorang yang Narsis

Kebutuhan orang yang narsis untuk memuaskan diri dan membicarakan diri sendiri tidak ada habisnya, sehingga seringkali sangat sulit untuk mengakhirinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr