7 Cara untuk Membicarakan tentang Intimasi dengan Pasangan Anda dan Tetap Berteman

7 cara untuk membicarakan tentang intimasi dengan pasangan Anda dan tetap berteman

1,508 views   |   shares
  • Mengapa seks dan keintiman fisik begitu sulit untuk dibicarakan? Sebagai seorang terapis dan pelatih, saya senantiasa mendengar hal ini dari pelanggan saya. Mereka tahu yang mereka ingin katakan dengan pasangan mereka tetapi tidak tahu membicarakan pikiran, perasaan, frustrasi atau pendapat mereka. Nampaknya lebih mudah untuk menghindari topik ini daripada membicarakannya. Sayangnya kekurangan komunikasi ini dapat menjadikan salah pengertian bahkan melukai perasaan pasangan. Berikut adalah tujuh petunjuk untuk menolong Anda memulai pembicaraan – dan tetap menjadi teman pada akhirnya:

  • 1. Waktunya adalah segalanya

  • Kami sangat menekankan akan hal ini. Mengadakan pembicaraan tentang hubungan intim Anda tidak seperti membicarakan tentang dengan warna apa Anda ingin mengecat kamar Anda – khususnya jika Anda baru/tidak berpengalaman dengan pembicaraan seperti ini. Para istri, beritahukan suami Anda bahwa Anda ingin berbicara dengan dia tentang sesuatu yang penting besok atau lusa dan hanya akan memakan waktu 10 menit. Selanjutnya beri dia kesempatan untuk menentukan kapan tepatnya pembicaraan tersebut. Akan lebih baik jika Anda tidak asal saja mengatakannya. Para suami, jangan mencoba mengemukakan hal ini sewaktu istri Anda sedang bertengkar dengan anak-anak atau sedang cape karena hari yang melelahkan. Bawa dia jalan-jalan atau berkeliling pakai kendaraan sehingga dia dapat memberikan anda perhatiannya yang penuh.

  • 2. Pertama-tama, jujurlah dengan diri Anda sendiri

  • Sebelum Anda mencoba untuk membicarakan hal ini, pikirkan dengan jelas apa alasan Anda untuk melakukannya. Apa harapan Anda? Apakah Anda sedang menyalurkan kemarahan dan menyalahkan? Berbagi pendapat? Menyatakan ketidakpuasan Anda? Apakah Anda sedang mencari perubahan sebagai akibat dari pembicaraan Anda? Adalah penting untuk mengerti alasan yang mendasarinya dan tolong bicarakan dengan pasangan Anda sebelumya sehingga pembicaraan tersebut membuahkan hasil dan membawa anda menjadi lebih dekat satu sama lain, dan bukan malah menjauhkan.

  • 3. Jadilah pendengar yang baik

  • Karena pembicaraan ini kadang menakutkan, mungkin pertanyaan seperti berikut bisa diajukan, “Jadi, bagaimana dengan kehidupan intim kita?” dan menerima jawaban seperti, “Baik.” Lalu Anda berpikir, “Baiklah, sepertinya mudah,” dan Anda terus beralih ke topik lain. Tetapi apakah itu informasi sesungguhnya yang Anda cari? Cobalah untuk menggali sedikit lebih dalam dengan menanyakan pasangan Anda apa yang dia maksud dengan “baik.” Cobalah minta dia untuk menceritakan hal-hal khusus yang dia suka dengan hubungan intim Anda. Anda akan terkejut dengan jawaban selanjutnya.

  • Advertisement
  • 4. Buatlah hasil yang positif

  • Dengan kata lain, mulailah pembicaraan Anda dengan menyebutkan apa yang berhasil dalam hubungan Anda - apa saja. Jika Anda suka bau pasangan anda, ya itu saja, mulailah dengan hal ini. Ini adalah pasangan anda, seseorang yang berhak dengan cinta dan rasa hormat Anda. Pasangan Anda akan lebih bersedia untuk mendengar apa yang Anda harus katakan jika dia merasa Anda peduli dengan perasaan dan hubungannya dengan dia. Akhiri pembicaraan dengan kesan yang baik, dengan demikian membuahkan hasil yang positif.

  • 5. Sedikit sentuhan fisik dapat membantu

  • Jika Anda akan mengadakan pembicaraan seperti ini sewaktu berjalan atau di dalam mobil, genggam tangan dia, pegang lutut dia atau apa pun yang Anda rasakan nyaman. Sedikit sentuhan membiarkan pasangan Anda tahu bahwa anda dengan tulus berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut serta membantu Anda merasakan kontak batin selama diskusi yang kadang sangat sensitif ini.

  • 6. Jangan ngelantur ke mana-mana

  • Jika Anda ingin membicarakan tentang intimasi, ya bicarakan tentang intimasi. Ini bukan saatnya untuk membicarakan hal lain seperti masalah keuangan. Kita biasanya tergoda, begitu pintu keluhan terbuka kita menjadi defensif dan mulai menyerang pasangan kita. Adalah Anda yang memulai pembicaraan tersebut . Lebih baik cari jalan keluarnya. Simpanlah pembicaraan yang tidak bermutu untuk lain kali. Jika Anda terus menerus tidak dapat membicarakan hal-hal yang bermanfaat malah merusak suasana. Ada baiknya Anda menghubungi terapis atau pelatih untuk membimbing Anda dalam mengatasi masalah ini.

  • 7. Undanglah ‘kekuatan’ yang lebih besar untuk menolong Anda

  • Sebelum Anda berbicara dengan pasangan Anda, luangkan beberapa saat di mana Anda benar-benar memusatkan diri Anda sendiri serta meminta ‘kekuatan’ yang lebih besar dari Anda untuk menolong. Anda mungkin dapat menerima kejelasan yang lebih dalam, memiliki hati yang lebih terbuka , dan dapat mendengar pasangan Anda tanpa terus membela diri. Ini juga merupakan cara untuk mendorong kehidupan rohani dalam hubungan Anda.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Afat Xiao dari artikel asli "7 ways to talk about intimacy with your spouse and still be friends" karya Kristin Hodson.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Kristin regularly presents at various universities and to community groups on relationships and perinatal mental health and sexuality as well as finding balance and wellness in everyday living. She has a passion for women’s mental health, human and relational sexuality, spirituality and relationships. Kristin is a wife and mom of two children.

Situs: http://www.thehealinggroup.com

7 Cara untuk Membicarakan tentang Intimasi dengan Pasangan Anda dan Tetap Berteman

7 cara untuk membicarakan tentang intimasi dengan pasangan Anda dan tetap berteman
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr