Tanya Terapis: Apakah Anda Benar-benar Bertengkar soal Uang?

Konsensus umum di kalangan para profesional mengatakan bahwa banyak pasangan suami istri bertengkar tentang uang daripada tentang anak-anak, seks dan masalah-masalah keluarga lainnya.

3,101 views   |   shares
  • Pertanyaan: Pasangan saya dan saya tidak dapat menangani keuangan kami secara produktif, yang menyebabkan konflik tentang pengeluaran kami, banyak pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu karena kami tidak memiliki sistem pengeluaran dan anggaran belanja yang bisa diterapkan. Keprihatinan untuk memenuhi kewajiban keuangan keluarga, dan stresnya, memberi dampak terhadap hubungan kami dan kehidupan keluarga kami.

  • Kami telah mencoba bergantian untuk mengatur keuangan kami, membayar tagihan rekening dan kami enggan untuk mengemukakan pada pasangan kami bahwa ada masalah dengan keuangan kami. Kami telah mendiskusikan tentang perlunya anggaran belanja, tetapi kami selalu gagal dan akhirnya kami menyalahkan satu sama lain. Kami berdua merasa bahwa pasangan kami adalah orang yang harus mengubah perilaku dan sikapnya. Hal ini terjadi terus menerus dan tidak memecahkan masalah kami.

  • Saya khawatir jika masalah ini tidak terselesaikan, hal ini bisa menyebabkan keretakan bagi kami sebagai pasangan suami istri dan sebagai sebuah keluarga. Saya berpikir untuk mendapatkan penyuluhan dari penasihat perkawinan, tapi dia menentang ide ini dan mengatakan bahwa penyuluhan akan memakan biaya yang mahal sekali dan saya menjawab bahwa penyuluhan adalah lebih murah daripada perceraian.

  • Apakah Anda punya saran spesifik atau tips yang bermanfaat tentang bagaimana kami bisa mulai mengatasi masalah ini dengan cara yang konstruktif?

  • Yang Terhormat Istri yang sedang prihatin,

  • Konsensus umum di kalangan para profesional mengatakan bahwa banyak pasangan suami istri bertengkar tentang uang daripada tentang anak-anak, seks dan masalah-masalah keluarga lainnya. Walaupun saya merasa tidak bisa tidak setuju dengan pengamatan ini, saya pikir masalah ini bukanlah masalah keuangan semata.

  • Ketika kita berpikir tentang uang dan bertanya apakah arti uang bagi kita, kata-kata seperti keamanan, kenyamanan, status sosial, kekuasaan dan nilai relatif datang ke pikiran kita. Oleh karena itu, uang terkait dengan kebutuhan dan keinginan - dan menunjukkan apa yang kita anggap sebagai cukup tidaknya serta dapat menentukan siapa kita dan bagaimana orang lain memandang kita. Hal ini tidaklah mudah – yang seringkali menyebabkan pertengkaran antara suami istri yang dapat menyebabkan seringnya pertengkaran terjadi dan kadang-kadang menyebabkan ledakan amarah yang tidak rasional.

  • Karena konflik ini berasal dari perasaan dan keyakinan yang dipegang teguh dalam diri, perasaan ini ada di bawah kesadaran kita. Jika ini terjadi, sangatlah sulit untuk berdiskusi secara rasional karena ketidakmampuan kita untuk melihat sisi rasional dan cara berpikir kita. Oleh karena itu, langkah pertama untuk memecahkan masalah ini akan melibatkan pengaturan tentang beberapa aturan dasar untuk berdiskusi dan bersepakat bagaimana dan kapan kita dapat membicarakan soal uang. Dalam prakteknya, hal ini termasuk tidak berteriak saat Anda tidak setuju dengan pasangan Anda, mengejek, atau bergegas pergi saat beriskusi.

  • Advertisement
  • Anda harus duduk berhadapan satu sama lain tanpa gangguan elektronik atau gangguan lainnya saat berdiskusi tentang keuangan. Anda harus bergiliran berbicara dan menunggu sampai pasangan Anda selesai berbicara sebelum menjawabnya. Untuk membantu menghindari konflik, terlebih dahulu, Anda harus setuju bahwa Anda akan mengambil waktu 10 menit untuk mendinginkan kepala jika salah satu atau Anda berdua merasa perlu. Adalah baik untuk menetapkan batas waktu dalam diskusi tersebut dan saling menyetujui jika Anda membutuhkan lebih banyak waktu. Anda berdua dapat memutuskan bersama untuk melanjutkan diskusi tersebut di lain waktu.

  • Anda berdua harus membuat catatan sebelum diskusi berlangsung untuk mengidentifikasi hal-hal apa saja yang harus didiskusikan supaya Anda berdua dapat berkompromi untuk memecahkan masalah tersebut. Contoh dari hal ini bisa seperti membuat kopi sendiri di rumah daripada membeli di luar saat Anda berangkat kerja di pagi hari, isu-isu yang lebih besar seperti membeli mobil, biaya liburan dan membeli perabotan rumah atau hal apa pun yang sekiranya harus didiskusikan. Anda akan terkejut saat Anda melihat seberapa panjang daftar catatan ini dan melihat betapa banyaknya pengeluaran Anda.

  • Tidaklah mudah untuk mengubah kebiasaan Anda tanpa bantuan seorang pakar yang terlatih di bidang ini. Namun, jika Anda menggunakan tips ini, hindari saling menyalahkan satu sama lain, memiliki pikiran yang terbuka, dan berkomunikasi dengan pasangan Anda dengan penuh kasih dan ketulusan untuk mengerti kebutuhan dan perasaan pasangan Anda, Anda dapat merubah pertengkaran Anda ke arah yang lebih positif. Mudah-mudahan hal ini akan menjadi awal yang baik dan membantu pasangan Anda untuk menanggapi masalah dengan cara yang lebih positif dan terbuka. Siapa tahu, mungkin pasangan Anda akan terdorong untuk memutuskan bahwa bantuan dari seorang pakar akan menjadi investasi yang baik.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Bobby Dapalangga dari artikel asli “Ask a therapist: Is it money you're really fighting about?" karya Toni Coleman.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Toni Coleman, LCSW, is a licensed psychotherapist. She is a well-known relationship expert and author, working with publications, TV, and radio programs. Toni writes for HopeAfterDivorce.org, FamilyShare and LAFamily. Follow her on Twitter @CoachToni

Tanya Terapis: Apakah Anda Benar-benar Bertengkar soal Uang?

Konsensus umum di kalangan para profesional mengatakan bahwa banyak pasangan suami istri bertengkar tentang uang daripada tentang anak-anak, seks dan masalah-masalah keluarga lainnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr