Anak Saya Kalah: 5 Cara untuk Menolong Anak Anda Mengatasi Ketika Timnya Kalah

Bagaimana Anda mengatasi wajah yang sedih, desahan lemas, dan bahkan air mata ketika tim anak Anda kalah?

1,603 views   |   1 shares
  • Jika Anda adalah orang tua, Anda tahu perasaan ini.

  • Ini adalah babak terakhir pertandingan olahraga yang sengit. Semua pemain bersiap dan keadaan seri. Anak Anda adalah pemain terakhir yang dapat menentukan segalanya.

  • Tekanan? Pasti ada. Ketegangan? Sangat terasa. Rasa gugup? Jantung berdebar kencang. Ini baru perasaan Anda. Bayangkan perasaan anak Anda saat ini.

  • Ada dua hasil mutlak dari situasi ini. Pertama, anak Anda berhasil memenangkan pertandingan. Atau kedua, segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana dan tim anak Anda kalah. Dalam kasus pertama, Anda dapat berbangga diri dan berteriak, “Itu anak saya!” Dan dalam kasus kedua, Anda menundukkan kepala, tersenyum, dan bergumam, “Dia sudah berusaha sebaik mungkin.”

  • Kedua anak saya adalah atlit yang baik. Satu bermain bola basket di SMP, dan satu lagi bermain bisbol. Sebagai keluarga, kami telah mengalami banyak momen hebat ketika menonton mereka beraksi. Dan kami juga telah mengalami banyak masa sulit ketika hasil pertandingan tidak sesuai dengan harapan kami.

  • Jadi, bagaimana Anda mengatasi wajah yang sedih, desahan lemas, dan bahkan air mata ketika tim anak Anda kalah?

  • Tidak ada rumus untuk mengubah apa yang tampaknya seperti tragedi menjadi kemenangan, tetapi pengalaman telah mengajarkan saya beberapa hal yang dapat menolong:

  • Katakan sesuatu yang baik mengenai kinerja anak Anda

  • Ini bisa sesederhana, “Pertahananmu luar biasa tadi,” atau “Saya suka cara kamu melindungi penjaga gawang hari ini,” atau “Saya tahu kamu berusaha keras tadi.” Anda selalu dapat menemukan cara untuk memuji anak Anda, terlepas dari hasil akhir pertandingan atau seberapa baik permainan anak Anda.

  • Perlihatkan rasa hormat bagi tim lawan

  • Sederhana saja: Tim lawan menang, dan biasanya karena mereka bermain lebih baik. Komentar seperti, “Tim Macan benar-benar bersemangat tadi,” atau “Itu permainan terbaik mereka sejauh ini,” dapat meringankan rasa pahit kekalahan.

  • Jangan menyalahkan wasit atau pelatih

  • Saya tidak munafik, karena tentu saja saya pernah mengeluhkan wasit dan pelatih yang payah, tetapi mengritik wasit atau pelatih tidak akan menolong anak Anda. Jika tim anak Anda kalah, ini memberikan anak Anda tanggung jawab untuk bangkit dan menghadapi situasi sulit. Ini adalah pelajaran hidup yang berharga. Anak Anda akan meniru sikap Anda. Jadi, pastikan Anda memberi teladan yang baik.

  • Berikan perspektif

  • Tentu saja anak Anda tidak mau mendengar perkataan, “Ini kan hanya pertandingan,” karena mengalami kekalahan adalah hal yang sangat menyakitkan. Tetapi perkataan yang bijaksana dapat memberi pengaruh baik. “Tidak apa-apa. Pertandingan tadi seru,” atau “Masih banyak kesempatan lainnya,” atau “Kamu hebat tahun ini, jadi jangan biarkan satu kekalahan merusak semua kenangan indahmu.” Ini adalah kesempatan untuk mengajarkan mereka bahwa semua orang pernah mengalami kekalahan. Kekalahan memungkinkan kemajuan, meskipun kadang terasa menyakitkan. Petinju legendaris Muhammad Ali mendapatkan pengalaman berharga segera setelah mengalami kekalahan pertamanya. “Saya tidak pernah berpikir akan kalah, tetapi ketika itu terjadi, satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah menerima kekalahan dengan baik,” ujarnya, “Itulah kewajiban saya bagi semua orang yang memercayai saya. Kita semua harus mengalami kekalahan dalam hidup.”

  • Advertisement
  • Dan akhirnya, tetap rayakan

  • Bersenang-senanglah. Pergilah keluar dan traktirlah anak Anda. Bicarakan tentang kemenangannya. Tertawalah. Ingatlah saat-saat terbaik. Rencanakan bagaimana anak Anda dapat lebih siap untuk pertandingan yang akan datang.

  • Olah raga dapat mengajarkan banyak hal positif tentang kerja sama tim, permainan yang adil, sportivitas, persahabatan, dan pengorbanan. Dan pada tingkat yang paling dasar, olah raga adalah menyenangkan dan membantu menjaga kondisi fisik yang sehat. Manfaatnya jauh lebih banyak daripada kekurangannya. Inilah sebabnya kebanyakan orangtua mendorong anak-anaknya berolahraga. Jadi, kita tidak boleh membiarkan hasil akhir pertandingan lebih bermakna daripada manfaat olah raga. Kita semua dapat belajar tentang kehidupan berdasarkan apa yang terjadi dalam pertandingan, bahkan ketika tim anak Anda kalah. Terkadang, kekalahan adalah kemenangan.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "My kid’s a loser: 5 tips to help your kid cope when her team loses" karya Don Smurthwaite.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Donald S. Smurthwaite lives in Meridian, Idaho. He's written eight novels, the latest, "Road to Bountiful," published by Covenant. He and his wife, Shannon, are parents of four children and grandparents to two.

Anak Saya Kalah: 5 Cara untuk Menolong Anak Anda Mengatasi Ketika Timnya Kalah

Bagaimana Anda mengatasi wajah yang sedih, desahan lemas, dan bahkan air mata ketika tim anak Anda kalah?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr