Lebih Baik untuk Berbaik Hati Daripada Bersikap Benar

Kadang-kadang lebih baik untuk berbaik hati daripada bersikap benar. Kita tidak perlu berbicara dengan pikiran yang cerdas, tapi berbicara dengan hati yang penuh kesabaran dan bersedia untuk mau mendengarkan

2,593 views   |   1 shares
  • “Kadang-kadang lebih baik untuk berbaik hati daripada bersikap benar. Kita tidak perlu berbicara dengan pikiran yang cerdas, tapi berbicara dengan hati yang penuh kesabaran dan bersedia untuk mau mendengarkan”

  • Kutipan inspiratif ini membuat saya berpikir:

  • Sebagai suami dan orang tua, saya ingat hal-hal yang seharusnya saya lakukan –atau hal-hal yang saya harap saya dapat menajdi lebih baik daripada sebelumnya. Seringkali, keinginan istri saya adalah untuk didengarkan dan diberi rasa simpati. Anak saya sekarang kuliah pascasarjana di perguruan tinggi dan tinggal di negara bagian yang berbeda. Saya ingin sekali bisa mengatakan bahwa saya tidak mempunyai penyesalan, tapi sayangnya banyak hal yang saya sesali. Saya menyesal setiap saya ingat bahwa saya pernah mengatakan hal-hal yang tidak baik terhadapnya. Saya bersyukur bahwa dia telah membuktikan diri bahwa dia adalah orang yang berbesar hati dan memaafkan semua kesalahan saya.

  • Baru-baru ini, seorang teman meminta saran saya tentang cara berkomunikasi untuk mengatakan sesuatu yang dia rasa harus dikatakan, meskipun sebenarnya orang itu tidak tertarik dengan hal yang ingin dia katakan. Setelah merenungkan selama beberapa waktu, saya memberikan nasihat ini.

  • "Jangan katakan. Seringkali saya membenarkan diri dengan mengatakan hal-hal yang saya pikir akan ada baiknya jika saya katakan meskipun hal-hal yang saya katakan kadang-kadang agak kurang ajar atau tidak sopan. Pada akhirnya, saya sering menyesali telah mengatakan hal-hal itu. Tapi sebaliknya, saya tidak pernah menyesal jika saya tidak mengatakan apa-apa.”

  • Memang benar. Saya tidak ingat di mana saya menyesal karena tidak mengatakan hal-hal yang tidak baik di belakang orang. Saat-saat di mana saya menahan kemarahan saya dan tidak berkata apa-apa- atau mengatakan (hal yang harus sering saya katakan pada istri saya ) "Saya mencintaimu" Saya tidak pernah menyesal tidak mengatakan sesuatu.

  • Tapi sebaliknya, saya ingat beberapa kali saya menyatakan kejengkelan saya karena persepsi, cemoohan, atau kesalahan yang tidak disengaja. Dan saya menyesal melakukannya.

  • Sebagian besar dari kita cukup pandai menghubungkan perilaku yang buruk dengan cara mereka dibesarkan, tingkat pendidikan mereka, atau sikapnya yang acuh terhadap orang lain. Tapi kita sendiri seringkali mentolerir perilaku buruk kita karena keadaan dan situasi kita.

  • Jika kita membalikkan kebiasaan itu dan mengintrospeksi diri dari kelemahan-kelemahan kita, kita bisa memecahkan masalah ini, bukan hanya memecahkan masalahnya tapi juga mengetahui hal-hal yang menyebabkan kita bersikap seperti itu. Begitu juga jika kita melihat lebih dalam perilaku buruk seseorang adalah dikarenakan keadaan dan situasi mereka, Anda akan menyadari bahwa Anda sebenarnya harus menghargai orang itu.

  • Advertisement
  • Maukah Anda bergabung dengan saya dalam usaha untuk menempatkan kebaikan di atas kebenaran? Bukankah dunia ini akan menjadi tempat yang lebih baik jika kita lebih memfokuskan usaha kita untuk menempatkan kebaikan di atas kebenaran?

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Bobby Dapalangga dari artikel asli “It is better to be kind than right” karya Devin Thorpe.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Devin Thorpe is the author of Your Mark On The World and is a Forbes Contributor.

Lebih Baik untuk Berbaik Hati Daripada Bersikap Benar

Kadang-kadang lebih baik untuk berbaik hati daripada bersikap benar. Kita tidak perlu berbicara dengan pikiran yang cerdas, tapi berbicara dengan hati yang penuh kesabaran dan bersedia untuk mau mendengarkan
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr