Cara Menghindari Menjadi Ibu yang Sok Tahu

Ada ibu yang merasa serba tahu dan memaksakan pengetahuan mereka kepada ibu-ibu yang kelihatan lemah. Kalau pengetahuan mereka memang luas mungkin tidak masalah, tetapi justru kebanyakan memiliki pengetahuan yang dangkal.

2,163 views   |   3 shares
  • Baru-baru ini saya belajar bahwa praktik kuno para ibu untuk saling mengalahkan itu ada namanya. Itu disebut kompetisi dan ada satu cara untuk menghindari cemooh yang akan membuat Anda tertekan dan kuatir karena Anda merasa menjadi ibu yang paling payah di planet ini.

  • Ibu pernah memberitahu saya bahwa tak seorangpun tahu lebih banyak (baca ‘paling tidak tahu’) dan merasa bebas menyebarkan pengetahuan barunya (yang sedikit itu) daripada ibu baru, letnan baru, atau guru baru. Tiba-tiba, makluk-makluk ini mulai berpikir bahwa karena mereka sekarang berada pada tingkatan yang mereka kira adalah perkumpulan elite, mereka telah dikaruniai dengan semua pengetahuan yang menyertainya. Mereka berlagak seperti profesor lulusan Harvard, memoles kebijakannya yang tak seberapa itu, dan merasa bebas memaksakannya pada ibu yang sudah beranak tujuh, jenderal berbintang empat dan guru kawakan seolah-olah mereka kekurangan keterampilan mutakhir. Perilaku ini biasanya disebut menyebalkan, tetapi bagi ibu-ibu baru ini, perilaku ini disebut “ibu bermoral tinggi”.

  • Bagian terburuk dari semua ini adalah bahwa sebagian besar informasi mereka berasal dari internet (seolah-olah semua info di internet selalu benar), tayangan TV realita, dan ibu baru lainnya. Itu seringkali membuat mereka tidak mempercayai naluri mereka sendiri.

  • Saya akan menyatakan apa yang saya percayai sebagai kebenaran tentang menjadi ibu:

  • Kebenaran #1: Anda adalah ibu bagi anak-anak Anda

  • Ini mungkin sepertinya sudah jelas, tetapi dengan kelahiran anak-anak Anda, Anda diberi kunci dan naluri tertentu untuk membesarkan mereka. Anda yang mempunyai naluri, bukan internet, bukan teman akrab Anda, bukan psikolog anak-anak. Carilah dan dengarkan suara batin itu. Jangan biarkan naluri Anda tenggelam dalam lautan nasihat baik.

  • Kebenaran #2: Itu termasuk saya

  • Saya banyak menulis artikel dan kolom tentang peran orangtua. Yang perlu Anda ketahui semua itu adalah nasihat yang didasari pada puluhan tahun membesarkan banyak anak yang berbeda. Kebijaksanaan yang saya sebarkan sebagian besar saya pelajari lewat puluhan tahun kesalahan dan bagaimana memperbaikinya. Tetapi itu sekedar nasihat. Saya tidak dapat memberitahu Anda bagaimana membesarkan anak-anak Anda. Dengarkan suara hati Anda. Baca ulang Kebenaran #1.

  • Kebenaran #3: Jangan pernah menjelaskan, membela atau membenarkan

  • Saya pernah bekerja untuk seorang psikolog yang menjalankan fasilitas pengobatan. Dia memiliki sedikit nasihat yang saya pegang dan menggunakannya ketika menghadapi orang-orang yang sok tahu ini. “Jangan pernah menjelaskan, membela atau membenarkan”. Sepintas lalu kedengarannya ini kasar dan ketus. Kalau dipikir panjang, cara ini jitu untuk menghindari perselisihan dan segala jenisnya, tetapi dalam artikel ini, cara ini digunakan untuk menghindari terisap ke dalam kisaran arus kompetisi ibu.

  • Advertisement
    • Ibu sok tahu: “Apakah Anda memberi anak-anak Anda susu sapi?”

    • Ibu yang ingin bela diri: “Oh, ya, tetapi, eh, saya baca, ehm, di suatu tempat, kata dokter, namanya dimulai dengan huruf D, dia mengatakan hari ini, saya rasa dia bilang tidak apa-apa. Saya akan mencari infonya, nanti kalau ketemu akan saya beritahu Anda.”

    • Ibu yang tidak menjelaskan, membela diri atau membenarkan (dengan senyum lebar, tegas, dan meyakinkan): “Ya.”

  • Lihatlah betapa mudahnya bukan? Apa yang akan dikatakan oleh ibu sok tahu atas jawaban itu? Anda telah mengalahkannya.

  • Marilah melihat contoh lain:

    • Ibu sok tahu: “Saya tidak akan menggunakan popok sekali pakai!”

    • Ibu yang lemah: “Oh, saya setuju sekali. Saya akan membuang semuanya dan mulai menggunakan popok kain mulai sekarang.”

    • Ibu yang tidak menjelaskan, membela diri atau membenarkan: “OK, silakan."

  • Melahirkan anak adalah pengalaman biologi yang mengawali reaksi berantai dan di salah satu mata rantai itu Anda akan menemukan kekuatan, kemampuan dan naluri untuk membesarkan anak itu. Jangan kuatir. Percayalah pada diri sendiri.

  • Ulangi bersama saya, “Saya adalah ibu mereka. Saya tahu apa yang terbaik untuk anak-anak saya.” Ini adalah mantra Anda dan hanya untuk Anda ulangi sendiri.

  • Nah…bukankah itu mudah? Terus kencangkan ‘otot-otot ibu’ dan jangan terjebak ke dalam perangkap kompetisi ibu-ibu.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli "How to Avoid a Bullied Mommy" karya Rebecca Rickman.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Becky Lyn adalah orangtua tunggal, ia menghabiskan waktunya sebagai penulis profesional.

Situs: http://www.beckytheauthor.weebly.com

Cara Menghindari Menjadi Ibu yang Sok Tahu

Ada ibu yang merasa serba tahu dan memaksakan pengetahuan mereka kepada ibu-ibu yang kelihatan lemah. Kalau pengetahuan mereka memang luas mungkin tidak masalah, tetapi justru kebanyakan memiliki pengetahuan yang dangkal.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr