Ibu, Berhentilah Mengumpat

Pola mengasuh anak yang baik termasuk bahasa yang bersih dan mengajari anak-anak Anda untuk berbuat demikian.

4,469 views   |   4 shares
  • Biasanya adalah orang tua, bukan anak, yang menetapkan standar yang tidak membolehkan anak-anak mereka untuk menggunakan kata-kata umpatan. Meskipun demikian, Anda mungkin akan kaget mengetahui bahwa bagi sebagian anak-anak yang terjadi justru sebaliknya. Merekalah yang tidak setuju akan kata-kata buruk orang tua mereka.

  • Baru-baru ini kami diberi tahu oleh seorang wanita dewasa bahwa saudara perempuannya yang masih remaja sangat risih mendengarkan ibunya mengeluarkan kata-kata umpatan di dalam rumah, kebanyakan terhadap adik-adiknya yang masih kecil, sehingga dia memutuskan untuk mengambil sikap. Remaja tersebut, dengan berani dan penuh hormat, berkata kepada ibunya, “Mohon jangan mengumpat lagi di sekitar kami, Ibu. Saya tidak menyukainya.” Kami tidak tahu apa reaksi ibunya, namun berharap dia akan menghormati harapan putrinya dan berhenti bersumpah serapah.

  • Saat kami menanyakan kepada wanita dewasa itu dari mana ibunya belajar kata-kata umpatan tersebut, dia mengatakan, “Tidak perlu dipertanyakan lagi, itu dari kakek kami, ayahnya.” Dari situlah biasanya kata-kata umpatan berawal. Seorang anak mendengar orang tua dan menganggapnya bahwa itu adalah kata-kata yang dapat diterima dan mengadopsinya sendiri, hingga dewasa. Anda dapat menjadi seseorang dari sedikit orang yang berkeputusan untuk memutuskan rantai umpatan.

  • Karena kebanyakan orang tua adalah orang-orang berperadaban, yang menginginkan anak mereka untuk menggunakan bahasa yang baik, kami beranggapan bahwa Anda berada dalam kategori tersebut. Inilah beberapa gagasan yang dapat membantu Anda dalam upaya Anda untuk mempertahankan bahasa yang pantas dalam rumah Anda.

  • Jagalah lidah Anda

  • Saat piring jatuh dari tangan Anda, apa yang keluar dari mulut Anda? Perhatikanlah. Lain kali bila sesuatu terjadi secara tiba-tiba, jangan mengumpat. Putuskanlah sebelumnya kata-kata yang ingin Anda ucapkan. Misalnya, “Oh, itu membuatku sangat marah saat hal itu terjadi!”

  • Seorang perempuan berkata saat hal-hal seperti itu terjadi, “Bulu Kuda!” Ya, itu agak aneh. Pilihlah kata-kata Anda sendiri yang bukan umpatan.

  • Bicarakanlah bersama anak-anak Anda tentang pentingnya kata-kata yang bersih

  • Jangan tunggu sampai suatu insiden terjadi. Ajari anak-anak Anda tentang kata-kata yang pantas. Beritahukan kepada mereka mengapa Anda tidak mengumpat, atau bila Anda mengumpat, mengapa Anda tidak melakukannya lagi. Ceritakanlah kisah orang-orang yang tidak mengumpat. George Washington, presiden pertama Amerika Serikat mengatakan: “Kebiasaan mengumpat dan bersumpah serapah konyol dan jahat adalah perbuatan buruk yang begitu jahat dan rendah sehingga setiap orang yang berperasaan dan berkarakter membenci dan menolaknya.”

  • Advertisement
  • Tunjuklah orang lain yang Anda kenal dan hormati dan gunakanlah mereka sebagai teladan orang yang menggunakan kata-kata yang bersih. Undanglah orang seperti itu, seseorang yang dikagumi oleh anak-anak Anda, ke rumah Anda dan mintalah mereka membagikan gagasan mereka tentang bahasa bersama anak-anak Anda. Kebanyakan orang merasa terhormat bila diundang untuk membantu mengajari anak-anak Anda.

  • Saat anak Anda bersumpah serapah, jangan mengabaikannya

  • Jangan memarahi anak-anak Anda karenanya. Itu hanya akan membuat anak tersebut semakin bersumpah serapah. Dengan tenang dan sungguh-sungguh tataplah matanya dan tegaskan kembali standar keluarga Anda tentang sumpah serapah. Kita berharap anak-anak kita akan menuruti ajaran kita, namun kebanyakan anak, pada saat tertentu akan menggunakan kata-kata sumpah serapah yang mereka dengar di sekolah atau di TV. Anda tidak perlu membesar-besarkannya, namun anak Anda perlu tahu bahwa Anda tidak menyetujui kata-kata semacam itu dan kecewa karena dia mengatakan kata-kata yang buruk.

  • Jelaskan bahwa kata-kata tersebut tidak diucapkan oleh para anggota keluarga Anda. Jika hal ini dilakukan dengan kasih sayang dan tegas, anak-anak Anda cenderung memahami maksudnya dan menurutinya.

  • Hormati nama Tuhan

  • Telah menjadi kebiasaan di antara begitu banyak orang untuk menyebutkan nama Tuhan dengan tidak hormat. Saat orang-orang secara serampangan berkata, “Ya, Tuhan!” Mereka tidak menunjukkan rasa hormat bagi-Nya. Ajari anak-anak Anda untuk menghormati nama Tuhan dalam semua komunikasi mereka maka Dia akan memberkati mereka.

  • Mulailah hari ini

  • Kami mengimbau Anda untuk memulainya sekarang untuk mengevaluasi apa yang terjadi di dalam rumah Anda terkait dengan bahasa yang digunakan para anggota keluarga Anda. Sebagai orang tua, tentukan apa saja nilai-nilai keluarga Anda berkenaan dengan sumpah serapah, kemudian adakanlah pertemuan keluarga dan bahaslah pentingnya mematuhi standar-standar ini serta buatlah rencana untuk mematuhinya. Sewaktu keluarga Anda berusaha untuk mematuhi standar ini, Anda akan menyaksikan rasa hormat yang lebih besar serta keharmonisan di dalam rumah tangga Anda.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “Mom, please stop cursing” karya Gary and Joy Lundberg.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Gary adalah terapis keluarga dan pernikahan berlisensi sementara Joy adalah penulis dan penyair. Mereka sering mengadakan seminar dan menulis buku tentang hubungan, salah satunya "I Don't Have to Make Everything All Better".

Situs: http://garyjoylundberg.com

Ibu, Berhentilah Mengumpat

Pola mengasuh anak yang baik termasuk bahasa yang bersih dan mengajari anak-anak Anda untuk berbuat demikian.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr