Bagaimana Menempatkan Diri Kita: Kapan Kita Bisa Bercanda dan Kapan Mesti Serius

Benjamin Franklin berkata, “Jangan jadi konyol ataupun licik, jadilah bijaksana.” Horace mengajarkan kita, “Tambahkan humor dalam rencana Anda yang serius, sungguh menawan bercanda pada saat yang tepat."

10,507 views   |   4 shares
  • Benjamin Franklin berkata, “Jangan jadi konyol ataupun licik, jadilah bijaksana.”

  • Horace mengajarkan kita, “Tambahkan humor dalam rencana Anda yang serius, sungguh menawan bercanda pada saat yang tepat.”

  • Bagaimana kita dapat mengetahui kapan kita bisa bercanda dan kapan mesti serius? Berikut ini adalah beberapa kasus (yang sudah atau tidak pernah saya lakukan) yang pasti dapat mengajarkan Anda kapan untuk TIDAK bercanda.

  • Di saat melewati pemeriksaan imigrasi

  • Dalam pengalaman saya, petugas imigrasi kurang memiliki rasa humor. Tugas mereka berat. Dan membosankan. Siapa yang tahu? Pada suatu waktu, saya akan mengunjungi pacar saya yang tinggal di Canada. Saat itu saya merasa lelah dan bosan, ketika petugas imigrasi di perbatasan bertanya apakah ada yang perlu saya laporkan, dengan bodohnya saya menjawab, “Hanya beberapa pelacur, minuman keras dan narkoba di dalam bagasi.” Dengan segera petugas perbatasan tersebut meminta saya untuk menepi dan semuanya, termasuk kursi jok dikeluarkan dari dalam mobil saya. Karena kejadian ini nama saya ditandai oleh petugas perbatasan sehingga setiap kali saya melewati perbatasan, saya harus menjalani pemeriksaan yang ketat. Bukan waktu yang tepat untuk bercanda.

  • Ketika menerima tugas baru di gereja

  • Waktu itu saya anggota baru di gereja di New York dan menerima panggilan sebagai ketua kegiatan kerumahtanggaan bagi organisasi kaum wanita. Pemimpin organisasi itu memberitahu saya bahwa mereka ingin fokus pada pembuatan silsilah keluarga untuk beberapa kelas dan lokakarya. Saya tersenyum karena mendapat ide. “Mengapa tidak kita panggil saja arwah mereka? Dengan begitu kita bisa langsung berbicara dengan mereka, agar mereka dapat memberikan informasi yang diperlukan.” Ibu itu dan para penasihatnya menjadi pucat karena takut mereka telah membuat kekeliruan dengan memanggil saya. Saya segera tertawa dan mengatakan bahwa saya sedang bercanda. Namun itu tetap merugikan saya. Saya akan dikenal selamanya sebagai orang yang konyol.

  • Ketika Anda ingin dibebaskan dari tugas gereja

  • Saya telah bertahun-tahun menghabiskan waktu bersama dengan remaja putri (usia 12-18) dalam gereja dan saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Saya memberitahu pemimpin gereja saya bahwa saya menganjurkan para remaja putri memakai bikini dan berpacaran bebas. Saya segera dibebaskan dari tugas saya dan tidak diperkenankan bekerja sama dengan para remaja putri lagi. Kerugian ini akibat kekonyolan saya.

  • Ketika Anda membutuhkan hari libur

  • Advertisement
  • Saat saya membutuhkan hari libur untuk menjahit selimut perca sebagai hadiah pernikahan atasan saya, saya membuat kebohongan yang konyol. Saya menelepon kantor untuk memberitahu bahwa saya sedang terjangkit virus menular. Saya pikir atasan saya mengerti rasa humor saya, namun ternyata tidak. Dua tetangga saya mampir ke rumah hari itu. Mereka diberitahu bahwa saya sedang di rumah karena sakit. Sebelum saya sadar, datang kiriman makanan dan tawaran untuk menjaga anak-anak saya. Tindakan yang sangat konyol. Saya kehilangan beberapa hari kerja untuk menutupi kebohongan.

  • Ketika melamar pekerjaan

  • Saya membuat lamaran untuk pekerjaan yang bergengsi. Saya lampirkan referensi dari orang-orang terkenal seperti Elvis Presley, Clint Eastwood, Howard Hughes dan Ronald Reagan. Mereka tidak merasa itu lucu. Mereka menganggap itu adalah khayalan yang berlebihan. Saya gagal mendapatkan pekerjaan itu. Alasannya: sakit jiwa. Orang-orang itu tidak memiliki rasa humor.

  • Ketika berusaha memperoleh persen banyak

  • Semasa muda saya bekerja menjadi pramusaji. Saya bercanda dengan sekelompok pelanggan lama di restoran tempat saya bekerja, kata saya mulai sekarang beri persenan yang banyak karena saya hamil. Candaan saya menjadi bumerang. Tampaknya Allah juga memiliki rasa humor.

  • Dengan bertambahnya usia, saya telah belajar untuk membedakan kapan saya dapat bercanda dan kapan saya harus serius. Kurang lebih begitu. Yah, kadang-kadang. Saya sekali-sekali menahan lidah saya. Lihatlah saya bersikap konyol lagi.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Syane Nathalia dari artikel asli "When to be silly and when to be serious" karya Rebecca Rickman.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Becky Lyn adalah orangtua tunggal, ia menghabiskan waktunya sebagai penulis profesional.

Situs: http://www.beckytheauthor.weebly.com

Bagaimana Menempatkan Diri Kita: Kapan Kita Bisa Bercanda dan Kapan Mesti Serius

Benjamin Franklin berkata, “Jangan jadi konyol ataupun licik, jadilah bijaksana.” Horace mengajarkan kita, “Tambahkan humor dalam rencana Anda yang serius, sungguh menawan bercanda pada saat yang tepat."
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr