Omongan Balita : 6 Tips untuk Berkomunikasi Lebih Baik dengan Si Kecil

Komunikasi adalah kunci dalam setiap hubungan, terutama untuk berhubungan dengan orang-orang yang paling penting bagi Anda, termasuk anak-anak Anda. Ironisnya, berkomunikasi dengan balita bukanlah hal yang mudah yang kita lakukan sehari-hari.

5,432 views   |   1 shares
  • Komunikasi adalah kunci dalam setiap hubungan, terutama untuk berhubungan dengan orang-orang yang paling penting bagi Anda, termasuk anak-anak Anda. Ironisnya, berkomunikasi dengan balita bukanlah hal yang mudah yang dapat kita lakukan sehari-hari. Sepertinya anak balita senantiasa berbicara bahasa-bahasa yang kita tidak mengerti. Tetapi beberapa tips dasar dapat membantu Anda dan si kecil untuk berkomunikasi lebih efektif.

  • Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah

  • Saat menjawab pertanyaan, menjelaskan apa yang terjadi, atau memberikan aturan, ada baiknya jika kita membuat kesalahan dari sisi yang sederhana. Saya tidak menyarankan Anda untuk menggunakan “bahasa bayi” tapi menggunakan bahasa yang jelas dan ringkas, tidak perlu menggunakan ungkapan-ungkapan yang sulit untuk dimengerti oleh balita, dan jangan menganggap bahwa mereka tahu siapa atau apa yang Anda bicarakan.

  • Menyetarakan diri dengan mereka

  • Bila mungkin, tataplah mata anak Anda saat Anda berbicara dengannya. Berlutut, jongkok atau bahkan duduk di lantai. Anda akan terkejut betapa hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri mereka dan membantu Anda untuk fokus pada apa yang si kecil katakan.

  • Berhenti sejenak dan berpikir sebelum berbicara

  • Jika anak Anda mengajukan pertanyaan, berhenti sejenak dan berpikir tentang jawaban Anda, bahkan jika itu adalah suatu pertanyaan yang Anda tahu jawabannya dengan mudah. Pikir dan susun jawaban-jawaban Anda dengan lugas dan mudah dimengerti oleh anak yang sesuai dengan usianya. Sering kali kita mulai berbicara sebelum kita berpikir dan akhirnya kita bertele-tele dan membuat si kecil lebih bingung.

  • Miliki harapan yang realistis

  • Anak Anda ingin mendengarkan Anda, ia ingin memahami Anda. Tapi memberi dia daftar tujuh hal yang harus dilakukan hanya menjebaknya untuk kegagalan. Seorang anak balita berusia 18 bulan mampu memahami tiga atau empat perintah sekaligus, tapi tidaklah seperti yang anda harapkan.

  • Contoh tiga atau empat perintah untuk orang dewasa misalnya, "Saya ingin kamu mampir di toko, ganti oli mobil, antarkan paket di kantor pos dan ambil saya." Ini adalah empat contoh perintah dan tindakan yang berbeda-beda. Masing-masing perintah ini, secara teknis, terdiri dari selusin atau lebih dari tindakan-tindakan kecil lainnya.

  • Contoh tiga atau empat perintah untuk balita misalnya, "Pergi ke kamar tidurmu, keluarkan sepatumu dari lemari, pakai sepatumu, dan segera kembali kesini." Untuk orang dewasa atau bahkan anak yang agak besar, "Pakai sepatumu" adalah perintah sederhana. Tapi untuk seorang balita, Ia memerlukan petunjuk khusus dan setiap langkah terasa seperti tugas yang baru bagi mereka.

  • Advertisement
  • Jangan berteriak

  • Percayalah, kita semua akan gagal jika melakukan hal ini. Berteriak dapat menaikkan tingkat emosi kita tanpa tujuan yang nyata, membingungkan si kecil dan membuat Anda cepat lelah. Semakin sedikit Anda berteriak, semakin baik komunikasi yang dapat Anda lakukan.

  • Bantulah si kecil untuk menjadi komunikator yang lebih baik

  • Komunikasi merupakan jalan dua arah, dan untuk berkomunikasi dengan baik dengan si kecil, mereka harus menjadi komunikator yang aktif dan efisien. Tentu saja, tidak ada anak balita yang dapat berkomunikasi dengan efisien, tapi Anda dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan itu. Ajarlah mereka dengan memberi contoh (lima tips di atas akan membantu Anda) dan berikan petunjuk khusus saat membantu si kecil berkomunikasi. Pertimbangkan hal-hal berikut:

  • "Saya tidak bisa mengerti apa yang kamu katakan kalau kamu merengek seperti itu. Coba ambil nafas dalam-dalam dan ulangi pertanyaanmu."

  • "Cobalah melihat pada wajah saya saat kamu berbicara. Sulit untuk memahami apa yang kamu katakan jika kamu melihat ke lantai."

  • "Tenang, ambil napas dalam-dalam. Sekarang mulai lagi, apa yang terjadi?"

  • Balita memiliki emosi yang sangat kuat yang harus mereka hadapi, dan mereka membutuhkan bantuan Anda untuk menyalurkan emosi mereka dan untuk berkomunikasi secara efektif. Beberapa tips sederhana untuk berkomunikasi yang efektif akan membuat hubungan Anda dengan anak Anda lebih indah.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Bobby Dapalangga dari artikel asli “Toddler speak: 6 tips to better communicate with your young children” karya Gina Denny.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Gina Denny is a homeschooling mother of three, living in Phoenix, Arizona. You can read her blog at http://ginadenny.blogspot.com or reach her on twitter @GinaD129

Omongan Balita : 6 Tips untuk Berkomunikasi Lebih Baik dengan Si Kecil

Komunikasi adalah kunci dalam setiap hubungan, terutama untuk berhubungan dengan orang-orang yang paling penting bagi Anda, termasuk anak-anak Anda. Ironisnya, berkomunikasi dengan balita bukanlah hal yang mudah yang kita lakukan sehari-hari.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr