6 Cara Meningkatkan Komunikasi dalam Pernikahan

Komunikasi antara pria dan wanita adalah sesuatu yang sangat peka dan rumit. Kita masing-masing memiliki cara tersendiri dalam berkomunikasi.

29,084 views   |   90 shares
  • Komunikasi antara pria dan wanita adalah sesuatu yang sangat peka dan rumit. Kita masing-masing memiliki cara tersendiri dalam berkomunikasi. Kita mengharapkan orang lain untuk dapat menangkap isyarat-isyarat penting, baik perkataan maupun tulisan, dan mengetahui dengan jelas apa yang kita katakan. Sayangnya, seorang wanita tidak dipenuhi dengan buku petunjuk cara untuk berkomunikasi. Demikian pula pria, untuk persoalan yang sama. Yang lebih sangat disayangkan bahwa pria dan wanita tidak dilengkapi dengan kemampuan apa pun untuk dapat membaca pikiran orang lain. Karena pembatasan ini. Komunikasi melalui perkataan menjadi hal yang sangat penting untuk kebahagiaan dan keharmonisan dari setiap pernikahan yang berhasil dan bertahan. Dengan pemikiran tersebut, berikut ini adalah beberapa saran yang bermanfaat bagi pria dan wanita sehingga dapat membantu mereka berkomunikasi dengan lebih baik.

  • Pria:

  • Jika ada keraguan, bertanyalah

  • Jika Anda merasa istri Anda bersikap diam, hentikan kegiatan yang sedang Anda kerjakan dengan segera, dengan penuh kasih sayang duduklah di sampingnya, rangkullah istri Anda, dan tanyakan apa yang sedang dia risaukan. Seorang istri yang bersikap diam dapat memiliki banyak arti. Bisa saja dia sedang merenungkan suatu masalah yang sedang dia dihadapi, dia mungkin sedang bertengkar dengan ibunya, dia mungkin sedang bersedih karena kehilangan seorang teman, atau mungkin dia sedang marah kepada Anda. Ketahuilah bahwa sikap diam istri Anda tidak selalu berarti Anda adalah penyebab dari setiap permasalahannya. Bersedialah untuk mengesampingkan perasaan Anda, menjadi tidak mementingkan diri Anda sendiri dan hanya berkonsentrasi padanya.

  • Mendengarkan

  • Dengarkan terlebih dahulu, sebelum Anda memulai menawarkan beberapa pemikiran untuk memperbaiki sesuatu dengan cara bertanya kepada istri Anda : "Apakah yang bisa saya bantu?" Dia mungkin tidak membutuhkan atau menginginkan apa pun dari Anda selain hanya ingin untuk didengarkan. Jangan merasa bahwa Anda bisa membuat segala sesuatu menjadi baik. Terkadang, Anda dapat melakukan hal yang lebih baik dengan cara menunjukkan kepedulian Anda terhadap istri Anda dengan meluangkan waktu untuk mendengarkannya.

  • Menjadi lebih peka

  • Untuk kebanyakan pria, mereka tahu kapan atau waktu ketika istri mereka sedang marah. Daripada mengabaikan hal yang pasti akan terjadi, dan berharap dapat menghindari pertengkaran, dengan penuh kasih sayang tanyakan kepadanya apa yang membuat istri Anda marah dan bersiaplah untuk mengatakan, "maafkan saya" walaupun itu bukanlah kesalahan Anda. Kata-kata sederhana ini memiliki kekuatan untuk dapat menyelamatkan pernikahan. Pastikan Anda sering menggunakannya. Hal ini juga dapat berguna untuk wanita.

  • Advertisement
  • Wanita:

  • Jangan katakan, "saya baik-baik saja," kecuali Anda bersungguh-sungguh mengatakannya

  • Di saat suami Anda berkesempatan untuk menanyakan apakah Anda baik-baik saja, sebenarnya dia sedang menunjukkan kasih dan perhatiannya kepada Anda. pastikan Anda memberikan jawaban yang jujur dan tulus ketika dia bertanya. Terkadang, kita, sebagai wanita, berpikir jika kita mengatakan "saya baik-baik saja" dengan cara yang kurang sopan, maka hal itu dapat melekat dalam hati suami kita dan membuatnya menderita sedikit lebih lama untuk hal apa pun yang terkadang kita merasa dia telah menyakiti kita. Ketika pada awalnya Anda merasa memiliki alasan untuk memperpanjang rasa sakit hatinya dan membuat hal tersebut seolah-olah adalah hukuman untuknya karena tidak memiliki kepekaan yang seharusnya dia miliki untuk istrinya. Pada kenyataannya, jika suami Anda telah meluangkan waktunya hanya untuk bertanya apakah Anda baik-baik saja, maka sesungguhnya dia adalah seorang suami yang luar biasa dan baik yang mencintai Anda dan layak untuk dicintai.

  • Jika Anda menginginkan sesuatu, mintalah

  • Sebagai seorang wanita, kita sering merasa bahwa kita tidak dapat secara terbuka mengucapkan dan meminta apa yang kita inginkan. Kita lebih sering memberikan petunjuk dan berharap suami kita bagaimanapun caranya dapat memikirkan dan membaca pikiran kita. Kita berharap bahwa suami kita dapat memahami dengan jelas apa yang sedang kita katakan. Seperti contoh, ketika suami saya pulang ke rumah dari tempat pekerjaannya dan di saat saya sedang mengalami hari yang sangat sibuk di sekolah dan melelahkan di tambah dengan salah seorang anak yang sakit, lalu suami saya bertanya, "Apa menu untuk makan malam hari ini?" Saya akan berkata, "Saya akan memasak spaghetti, namun ini sudah jam 5 sore. Saya telah mengalami hari yang melelahkan dan bahkan saya belum membersihkan daging sapinya. "Suami saya mengatakan, "Biarkan saya saja yang membersihkannya." Sesungguhnya suami saya telah salah menafsirkan petunjuk-petunjuk yang telah saya berikan kepadanya. Yang saya maksudkan adalah, "Hari telah larut, saya merasa lelah, bagaimana jika kita memesan pizza saja." Jika itu yang saya inginkan, mengapa tidak saya katakan saja secara langsung? Hal ini yang harus dapat dimengerti oleh setiap wanita. Seorang pria benar-benar ingin membuat istrinya bahagia. Tidak ada hal di dunia ini yang dapat membuat mereka lebih bahagia daripada memiliki seorang istri yang dapat mengungkapkan keinginannya secara langsung tanpa harus membuat mereka menduga-duga dengan menggunakan petunjuk yang tidak masuk akal yang mungkin hanya dapat dipahami oleh wanita.

  • Advertisement
  • Jangan mengabaikan

  • Seringkali, perlakuan diam digunakan oleh istri sebagai sebuah cara untuk menghukum suami mereka, namun ini dapat menjadi hal yang sangat merusak dalam pernikahan. Sebuah pernikahan yang kuat dibangun atas kemampuan suami dan istri dalam berkomunikasi secara efektif satu sama lain. Jika salah satu diantaranya berhenti berkomunikasi, pernikahan tidak akan dapat mengalami suatu kemajuan. Daripada menahan untuk berkomunikasi dan membuat suatu ganjalan di dalam hubungan Anda, gunakanlah kemampuan Anda untuk berkomunikasi untuk menyelesaikan perbedaan dan memperkuat pernikahan Anda. Komunikasi memiliki kekuatan yang luar biasa. Kata-kata Anda adalah kekuatan. Jika Anda seorang yang bijaksana, Anda dapat menggunakan dengan penuh kasih dan efektif untuk mengatasi setiap rintangan yang akan Anda hadapi dalam pernikahan Anda.

  • Belajar untuk berkomunikasi dengan pasangan Anda tidak hanya akan memperkuat hubungan pernikahan, hal itu juga akan memperkuat kemampuan Anda untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pria dan wanita memiliki cara berkomunikasi yang unik. Ketika mereka belajar untuk menerima dan memberi satu sama lain, bersama, mereka dapat menciptakan pernikahan yang dibangun atas dasar saling percaya. Daripada membentuk sebuah pernikahan yang hanya berdasarkan pada perkiraan pemikiran dan permainan kata semata, ketika pasangan sungguh-sungguh belajar untuk berkomunikasi dengan benar dan jujur, mereka dapat memahami kebutuhan masing-masing dan dengan senang hati bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan bersama.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Syane Nathalia dari artikel asli "6 ways to improve communication in marriage" karya Tiffany Fletcher.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Tiffany Fletcher, author of "Mother Had a Secret: Learning to Love my Mother and her Multiple Personalities".

Situs: http://motherhadasecret.blogspot.com

6 Cara Meningkatkan Komunikasi dalam Pernikahan

Komunikasi antara pria dan wanita adalah sesuatu yang sangat peka dan rumit. Kita masing-masing memiliki cara tersendiri dalam berkomunikasi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr