Meminjam atau Tidak: Itulah Pertanyaannya

Jadi, kapankah meminjam uang merupakan tindakan cerdas dan kapankah itu merupakan tindakan bodoh? Aturan umum praktisnya adalah meminjam uang hanya untuk hal-hal yang nilainya meningkat, bukan yang nilainya menurun.

5,771 views   |   shares
  • Di zaman dahulu, sangat sulit bagi kebanyakan orang untuk meminjam uang untuk membeli barang-barang. Shakespeare pernah berkata, “Jangan menjadi seorang penerima pinjaman ataupun seorang pemberi pinjaman.”

  • Di zaman modern, Anda dapat meminjam uang untuk alasan apa pun. Anda dapat membeli pizza dengan menggunakan kartu kredit. Tentu saja, ketika melakukan pembayaran minimum, itu akan lunas setelah dua tahun atau lebih.

  • Jadi, kapankah meminjam uang merupakan tindakan cerdas dan kapankah itu merupakan tindakan bodoh? Aturan umum praktisnya adalah meminjam uang hanya untuk hal-hal yang nilainya meningkat, bukan yang nilainya menurun. Mari kita terapkan aturan ini dan melihat kapan meminjam uang merupakan tindakan cerdas.

  • Membeli rumah

  • Sejarahnya, nilai rumah terus meningkat dari waktu ke waktu. Kecuali Anda berencana untuk pindah rumah dalam waktu dekat, meminjam uang untuk membeli rumah dapat menjadi langkah cerdas. Namun, pastikan Anda memiliki uang muka yang cukup dan memilih suku bunga KPR tetap. Orang-orang yang meminjam dengan uang muka yang kecil terkadang berakhir dengan cicilan yang lebih tinggi daripada nilai rumahnya, jika pasaran menurun, maka akan sulit untuk pindah rumah. Orang-orang yang memilih suku bunga KPR yang bervariasi beresiko membayar cicilan lebih tinggi daripada kemampuan mereka jika suku bunganya naik.

  • Membayar untuk pendidikan

  • Jika Anda bersekolah dan belajar keterampilan yang dapat menggandakan penghasilan Anda, maka ini adalah langkah cerdas. Tetapi bagaimana jika sebagian besar dari penghasilan tinggi itu digunakan untuk melunasi pinjaman sekolah? Tidak begitu cerdas. Bagaimana jika Anda meminjam uang tetapi gagal menyelesaikan pendidikan Anda? Sangat tidak cerdas. Anda juga perlu mempertimbangkan potensi penghasilan untuk pendidikan yang Anda minati, misalnya biaya sekolah jurusan seni hampir sama dengan jurusan kimia, tetapi sarjana kimia berpeluang lebih besar ke penghasilan yang lebih tinggi.

  • Membeli mobil

  • Nilai mobil biasanya menurun. Pada umumnya, meminjam uang untuk membeli mobil bukanlah langkah cerdas. Namun, terkadang mobil dapat menuntun Anda ke pekerjaan yang berpenghasilan lebih; pekerjaan yang tidak dapat Anda lakukan jika menggunakan kendaraan umum. Beberapa orang mendefinisikan sukses dengan mobil keren yang diparkir di depan rumah mereka. Tetapi jika mobil baru yang keren itu dibeli dengan pinjaman besar, Anda kehilangan uang dalam dua cara – pembayaran pinjaman Anda dapat digunakan untuk hal lainnya, dan nilai mobil Anda turun sekitar jutaan rupiah per bulan. Salah satu tetangga saya punya pekerjaan bagus. Dia mampu mengendarai mobil keren. Namun, dia malah membeli mobil bekas berusia 10 tahun seharga Rp 10 juta. Dia mengendarainya selama 4 tahun tanpa sering melakukan perbaikan dan menjualnya seharga Rp 9.5 juta. Pengeluarannya untuk mobil itu hanya sekitar Rp 10.000,- per bulan. Bagaimana dengan pengeluaran Anda untuk mobil Anda per bulan?

  • Advertisement
  • Pinjaman jangka pendek

  • Beberapa orang hanya perlu beberapa juta rupiah saja sampai hari gajian berikutnya. Meminjam jangka pendek sangat mudah didapatkan. Sayangnya, kebanyakan peminjam seperti ini, meskipun mereka mungkin hanya meminjam sekitar Rp 2-3 juta per bulan, harus membayar bunga sebesar Rp 5 juta per tahunnya.

  • Kartu kredit

  • Kartu kredit dapat memberikan kemudahan bagi Anda, tetapi juga dapat mengubur Anda hidup-hidup dalam utang. Orang-orang yang tidak melunasi tagihan mereka setiap bulan seringkali berakhir dengan saldo kartu kredit sebesar Rp 10 juta, Rp 20 juta, atau bahkan lebih. Bahkan orang-orang yang melunasi tagihan kartu kredit mereka setiap bulan dapat merasakan kerugian. Ini karena orang-orang lebih boros ketika mereka menggunakan kartu kredit daripada uang tunai. Ini paling umum terjadi ketika Anda berbelanja pakaian, makanan, dan hiburan. Menghamburkan sekitar Rp 1 juta per bulan dapat merugikan Anda lebih dari Rp 10 juta per tahun. Dapatkah Anda menggunakan Rp 10 juta itu untuk hal lainnya? Tentu saja. Ingatlah, jika Anda menggunakan kartu kredit, lunasilah tagihannya setiap bulan dan jangan pernah menggunakan kartu kredit untuk berbelanja secara impulsif.

  • Sandiwara “Hamlet” karangan Shakespeare adalah cerita tragedi. Di akhir cerita, hampir semua karakternya mati. “Saya harus menjadi kejam, untuk menjadi baik: Jadi awalnya buruk dan akhirnya lebih buruk lagi.” Jangan berakhir bangkrut karena memilih untuk meminjam ketika Anda tidak seharusnya meminjam.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli “To B-orrow or not to B-orrow: That is the question” karya Don Milne.

Bantu kami menyebarkan

Don Milne is the Zions Bank Financial Literacy Manager. Contact him at don.milne@zionsbank.com

Meminjam atau Tidak: Itulah Pertanyaannya

Jadi, kapankah meminjam uang merupakan tindakan cerdas dan kapankah itu merupakan tindakan bodoh? Aturan umum praktisnya adalah meminjam uang hanya untuk hal-hal yang nilainya meningkat, bukan yang nilainya menurun.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr