Ke Mana Perginya Putri Manis Saya?

Artikel ini menguraikan beberapa ciri umum remaja perempuan, dan bagaimana kita dapat membaca yang tersirat untuk lebih memahami mereka.

738 views   |   shares
  • Masa remaja adalah pengingat baik bagi orang tua bahwa pekerjaan kita adalah untuk mempersiapkan anak-anak kita untuk hidup di dunia nyata. Sementara kita mungkin lebih memilih untuk menjaga mereka tetap aman dalam dekapan kita selamanya, banyak perubahan besar akan terjadi dalam kehidupan anak perempuan kita, dan itu akan memengaruhi hubungan di dalam keluarga. Kabar baiknya adalah bahwa anak perempuan kita belum pergi terlalu jauh, mereka hanya bersembunyi dalam gelombang hormon.

  • Ada kalanya ketika remaja perempuan kita bertingkah tidak seperti biasanya. Yakinlah bahwa perubahan kepribadiannya adalah sepenuhnya normal. Jika Anda tergoda untuk mengoreksi perilaku mereka, berusahalah untuk mengingat pengalaman pubertas masa remaja Anda sendiri. Jika Anda perlu bantuan, hubungi ibu Anda. Ibu saya sangat menikmati bercerita tentang pemberontakan masa remaja saya.

  • Namun, kita harus menyadari bahwa sekarang berbeda. Putri kita menjadi dewasa di dunia yang penuh dengan pengaruh teknologi yang menambahkan tekanan yang tidak kita alami sebelumnya. “Anak muda dihadapkan dengan masyarakat yang semakin kompleks. Telah ada ledakan kemungkinan akibat industrialisasi dan teknologi. Tetapi seiring dengan peluang tersebut adalah lebih banyak bahaya yang mengancam mereka,” kata Dr. Anthony Burrow dari Cornell University. Sementara ketegangan terkadang muncul, menawarkan empati dan kasih sayang kepada remaja perempuan kita akan mempertahankan keterlibatan kita dalam menghadapi masa remajanya. Lihatlah ciri-ciri umum berikut yang dapat Anda harapkan terjadi dalam diri remaja perempuan Anda dan pelajari beberapa saran untuk membantu Anda membaca apa yang tersirat.

  • Membanting pintu, menghela napas, dan memutar bola mata

  • Ekspresi umum ini adalah ciri khas seorang remaja perempuan. Semua ini biasanya masuk ke dalam daftar “ciri-ciri paling mengganggu” bagi orang tua. Biasanya ini adalah cara putri kita mengekspresikan rasa frustrasi dan kecemasan yang mendalam. Ini memang dapat menyinggung perasaan kita, tetapi jangan memasukannya ke dalam hati. Ini bisa saja merupakan pergumulan pribadi. Namun, banyak orang tua yang memanfaatkannya untuk mendorong putri mereka untuk mengekspresikan rasa frustrasi mereka secara tertulis (menggunakan buku harian), berolahraga, atau mendengarkan musik.

  • Logika Pretzel

  • Untuk mengilustrasikan perangkap ini, izinkan saya berbagi percakapan saya dan putri saya beberapa waktu lalu.

  • Saya: "Sayang, tolong cuci piring malam ini."

  • Advertisement
  • Dia: "Mengapa saya harus melakukannya? Adik saya tidak harus melakukannya. Ibu lebih sayang dia."

  • Saya: "Kita semua punya tugas. Dia bertugas untuk membuang sampah."

  • Dia: "Membuang sampah hanya 5 menit, mencuci piring sangat LAMA."

  • Saya: "Mencuci piring juga bisa dilakukan dalam 5 menit. Jika kamu langsung melakukannya dan berhenti mengeluh."

  • Dia: "Membuang sampah tidak membuat tangan jadi basah."

  • Saya: "Pakailah sarung tangan."

  • Dia: "Memasang sarung tangan menyita waktu sekitar 2 menit, berarti mencuci piring lebih susah daripada membuang sampah."

  • Dan seterusnya. Bagaimana Anda berdebat dengan logika seperti ini? Anda tidak bisa. Para ahli fisika kuantum juga tidak bisa. Jangan tergoda untuk terlibat atau berpikir Anda akan mampu meyakinkan remaja perempuan Anda karena dia cenderung sudah mengerti Anda. Dia hanya melatih logika argumentatifnya. Sederhanakan, dan Anda akan menghemat berjam-jam merasa frustrasi.

  • Menangis, tertawa, menangis, tertawa

  • Siklus ini dapat terjadi setiap dua menit. Memang sulit untuk melihat remaja perempuan kita menangis karena hal-hal sepele, kita juga pernah mengalaminya. Kita dapat membantu putri kita dengan menjelaskan bahwa perasaan mereka adalah penting, tetapi jangan terlalu berfokus pada perasaan apalagi hanya untuk hal-hal sepele. “Dengan menjelaskan efek hormon pada emosi, beberapa orang tua membantu anak remaja mereka mengurangi kekhawatiran tentang perasaan mereka,” kata Judith Cooper dari the University of Wisconsin. Orang tua juga harus mengingatnya. Jika kita menaiki roller coaster emosional dengan mereka, kita akan menjadi terlalu lelah untuk menjadi dukungan yang mereka butuhkan.

  • Membunuh pujian

  • Saya memperhatikan bahwa pujian saya sepertinya tidak dianggap oleh remaja perempuan saya. Ketika dia berangkat sekolah suatu hari, saya berkata, “Kamu sangat cantik hari ini,” yang dia jawab dengan geram, “Wah, makasih bu. Sepertinya ibu baru sadar saya cantik ya.” Yang sebenarnya terjadi adalah dia merasa aman mengekspresikan keraguannya kepada saya. Yang dia maksud adalah, “Saya perlu selalu mendengar pujian itu sekarang.” Tubuh, pikiran, dan emosi mereka selalu kacau. Kita perlu menggunakan setiap kesempatan untuk mengingatkan mereka tentang kebenaran, bahkan ketika mereka tidak ingin mendengarnya.

  • Sahabat

  • Saya dan putri saya selalu sangat dekat. Jadi Anda dapat membayangkan betapa terkejutnya saya untuk menemukan bahwa saya bukan sahabat favoritnya lagi. Saya mulai menyadari bahwa ada rahasia yang teman-temannya tahu yang dia belum beritahu kepada saya. Hal-hal seperti teman lelaki, pakaian dalam, dan lelucon konyol yang tidak saya mengerti. Itu menyakitkan tetapi itu adalah bagian dari bertambah dewasa. Bukankah dia butuh pengaruh selain dari ibunya sendiri? Saya harus berusaha lebih keras dalam memelihara kedekatan hubungan kami daripada sebelumnya. Namun, saya juga dapat bersyukur bahwa dia belajar cara menangani hubungannya sendiri dengan menggunakan bekal yang saya berikan kepadanya.

  • Advertisement
  • Masa remaja hanyalah awal dari salah satu transisi paling sulit dalam kehidupan anak Anda. Dengan menyederhanakannya, berlatih kesabaran, dan memperlihatkan kasih sayang, kita dapat membantu mereka bertahan dan berkembang di masa remaja. Yakinlah bahwa dengan dukungan Anda, putri kecil Anda akan muncul dari perubahan ini sebagai seorang wanita cantik yang menyenangkan.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "Where did my sweet little girl go? Learning the language of our tween daughters" karya Margaret Crowe.

Bantu kami menyebarkan

Margaret Crowe is a poet and mother of two from Charlotte, North Carolina. She can be reached at margaretdcrowe@gmail.com.

Ke Mana Perginya Putri Manis Saya?

Artikel ini menguraikan beberapa ciri umum remaja perempuan, dan bagaimana kita dapat membaca yang tersirat untuk lebih memahami mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr