Cepat! Tutup Matamu!

Kita tidak boleh mempercayakan keselamatan mental anak-anak kita kepada media, karena media komersial lebih mementingkan pemasaran daripada keamanan. Oleh karena itu orangtualah yang tetap berkewajiban untuk mengendalikan apa yang dilihat anak-anak.

2,194 views   |   shares
  • Hal ini pernah terjadi, ketika Anda memutar film DVD terbaru untuk anak-anak, dan disertai berondong jagung dan minuman soda, tiba-tiba sesuatu yang buruk muncul di layar. Anda harus menutupi mata anak-anak Anda, dan jari-jari mereka yang kecil itu menarik tangan Anda yang berusaha mempertahankan kepolosan mereka. Apa yang sesungguhnya telah terjadi? Anda bertanya pada diri Anda sendiri mengapa tayangan demikian muncul dalam film untuk anak-anak? Jawabnya: semua media tidak seperti yang diharapkan.

  • JoAnn Hibbert Hamilton, penulis banyak buku yang menjelaskan pemberdayaan keluarga kita melawan kekerasan dan pornografi dalam media, menjelaskan bahwa sistem peringkat yang digunakan dalam media adalah sekadar untuk tujuan pemasaran, bukan untuk melindungi kepolosan anak-anak Anda. Selanjutnya dia menjelaskan bagaimana kita semua telah menyaksikan media yang makin terang-terangan menyajikan perihal seks. Berikut adalah beberapa statistiknya:

    • Empat dari lima anak usia 12 hingga 14 tahun pernah menyaksikan pornografi berat.

    • Paling sedikit 90 persen anak-anak dibawah 10 tahun telah menyaksikan pornografi.

    • Di tahun 2002, satu dari empat remaja yang tidak menjelajahi pornografi telah membuka situs pornografi dengan tidak sengaja di internet. Itu 11 tahun lalu!

    • Setiap remaja yang terekspos pornografi kemungkinan besar akan mempengaruhi pernikahan mereka di kemudian hari.

  • Sampai sekarang Anda mungkin berpikir, anak saya pasti akan memberitahu saya jika hal tersebut terjadi. Atau, hal tersebut tidak akan pernah terjadi di rumah saya. Mungkin tidak demikian kenyataannya. Anak-anak pada hakikatnya merasa bersalah, dan tidak memberitahu siapa pun karena takut memperoleh kesulitan.

  • Jadi, di mana anak-anak Anda mendapatkan hiburan penuh kekerasan dan seks? Pernahkah akhir-akhir ini Anda menonton TV? Sangat sulit menemukan program yang tidak memasukan kedua hal tersebut. Pintu ke luar supermarket dipenuhi dengan gambar wanita yang direkayasa secara digital, yang memberi kesan kepada anak-anak perempuan Anda bahwa wanita semacam itulah yang sempurna, atau memberi kesan kepada anak lelaki Anda bahwa wanita semacam itu adalah standar kecantikan.

  • Sayangnya tidak banyak studi tentang media yang dipenuhi kekerasan dan seks akan berpengaruh kepada anak-anak. Namun demikian, cendekiawan media Brad Bushman dan Rowell Huesmann (2012) pernah berkesimpulan tentang pengaruh media yang dipenuhi kekerasan terhadap anak-anak:

  • Advertisement
  • “Anak-anak yang menonton film dan TV kekerasan atau yang bermain kekerasan mencontoh naskah agresif yang mereka tonton; menjadi semakin membenarkan kekerasan, mulai percaya bahwa dunia makin keras, menjadi tidak peka terhadap kekerasan, dan kehilangan empati terhadap korban kekerasan. Kekerasan yang mereka lihat membenarkan perbuatan kekerasan mereka sendiri.”

  • Dengan kesadaran bahwa rata-rata anak menonton TV lebih dari empat jam sehari, menyaksikan lebih dari dua kali kekerasan yang melibatkan senjata api setiap jamnya, bagaimana Anda bahkan ingin mulai melindungi anak-anak Anda?

  • Berikut adalah beberapa langkah yang disediakan dalam multimedianya JoAnn Hamilton:

  • Singkirkan

  • Jauhkan dari rumah Anda. Periksalah buku, DVD, musik, komputer dan singkirkan segala sesuatu yang dapat mencelakai anak Anda. Anak-anak cukup pintar, bahkan jika Anda menyembunyikannya, mereka mungkin masih dapat menemukannya.

  • Pastikan kalau menonton selalu di tempat terbuka

  • Taruh komputer dan televisi di tempat terbuka di mana semua orang dapat menyaksikan apa yang sedang ditayangkan. Dan gunakan kata sandi untuk melindungi komputer Anda sehingga anak-anak Anda tidak dapat akses ke komputer ketika Anda tidak di rumah.

  • Didik anak-anak Anda

  • Anda dapat melindungi mereka di rumah, tetapi mereka perlu diajari bagaimana dan mengapa menghindari media sejenis itu di luar rumah.

  • Matikan dan jelaskan

  • Ajarlah anak Anda jika pornografi muncul di layar, mereka hendaknya segera mematikan komputer dan memberitahu seorang dewasa tentang apa yang terjadi. Bantulah mereka memahami bahwa mereka hendaknya tidak merasa bersalah. Bukan kesalahan mereka jika pornografi muncul secara tidak sengaja.

  • Jelaskan potensi risiko jangka panjangnya

  • Jelaskan kepada remaja Anda dan anak pra-remaja bagaimana kuatnya kecanduan itu dapat terjadi, dan risikonya terhadap mereka. Kecanduan tersebut dapat merusak dan menjadi masalah seumur hidup mereka.

  • Saringlah apa yang masuk ke dalam rumah Anda

  • (Ini termasuk teks dalam telepon gengam juga). Anda adalah orang tua, anak-anak Anda mungkin perlu privasi ketika mereka beranjak dewasa, tetapi harus dibedakan antara privasi dan sembunyi-sembunyi.

  • Matikan TV

  • Keluarkanlah papan permainan atau berjalan-jalanlah. Beri anak-anak Anda pengalaman yang melibatkan keluarga yang dapat mereka kenang. Buatlah rumah Anda sebuah tempat yang penuh kehangatan dan menarik agar mereka ingin tetap tinggal.

  • Advertisement
  • Ambil pendirian

  • Berani mengatakan sesuatu kepada manager toko yang mempertontonkan bahan-bahan tidak senonoh kepada anak-anak muda. Berani mengatakan sesuatu di rapat komunitas. Suara Anda ada gunanya, Anda dapat membuat perbedaan.

  • Anda mungkin merasa sulit untuk menyaring apa yang ditonton anak-anak Anda. Kami berhenti berlangganan TV kabel di tahun 1993 dalam usaha untuk melindungi anak-anak di rumah kami dari media kekerasan dan seks. Kami memutuskan menyewa film, menonton program yang telah dipilah dan tidak membiarkan ratusan pilihan kami ditentukan oleh sekadar menekan tombol.

  • Itu merupakan pengalaman yang menakjubkan. Tidak lama kemudian suasana dalam rumah kami berubah. Meskipun anak-anak masih menghadapi tantangan, kami melihat anak-anak main bersama, duduk berdampingan sambil menonton.

  • Di kemudian hari, karena tuntutan mata kuliah, Shannon berlangganan TV kabel kembali untuk beberapa bulan. Hampir seketika itu dia mulai melihat para remaja di rumah menonton video yang tidak senonoh pada stasiun musik. Dia berhenti berlangganan lagi dan tidak pernah menyesalinya. Kami tidak pernah menawarkan nasihat yang belum pernah kami coba sebelumnya dan yang tidak berharga.

  • Ada pepatah programer komputer yang berkata, “Masuk sampah = Keluar sampah.” Kami percaya bahwa itu berlaku untuk anak-anak. Demikian pula dengan pepatah, “Kita adalah apa yang kita makan.” Kami percaya, “kami adalah apa yang kami tonton.” Pilihlah untuk memberi makan anak-anak Anda hanya dengan hiburan yang terbaik dan sajikan yang penuh kebaikan tanpa racun yang tersembunyi.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli "Quick! Cover Your Eyes" karya Shannon Symonds & Erin Oscarson.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Shannon and Erin are a mother and daughter with lots of children and Utah and Oregon roots.

Cepat! Tutup Matamu!

Kita tidak boleh mempercayakan keselamatan mental anak-anak kita kepada media, karena media komersial lebih mementingkan pemasaran daripada keamanan. Oleh karena itu orangtualah yang tetap berkewajiban untuk mengendalikan apa yang dilihat anak-anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr