Orang Tua: Sebuah Pemanggilan yang Tak Pernah Dibebastugaskan

Ketika Anda telah siap untuk menjadi orang tua, ingatlah bahwa jabatan sebagai orang tua yang Anda emban tidak akan pernah dibebastugaskan, seumur hidup Anda tidak akan bisa mengelak dari tugas dan tanggung jawab ini.

2,419 views   |   1 shares
  • Di dalam firman-Nya Tuhan meminta seluruh makhluk hidup yang telah diciptakan untuk hidup berpasang-pasangan. Bukannya tanpa alasan dengan hidup berpasangan setiap makhluk hidup dapat saling membantu dan melestarikan keberlangsungan jenisnya. Demikian pula halnya dengan manusia, manusia makhluk yang paling dirahmati oleh Tuhan hendaknya sadar bahwa dirinya tidak bisa hidup sendirian di dalam dunia ini, manusia membutuhkan rekan yang sepadan agar dapat saling tolong menolong dan mengasihi satu sama lain.

  • Pernikahan adalah ciri khas identitas sebagai manusia. Dengan kesadaran serta akal budi yang dimilikinya manusia mengembangkan sebuah tradisi penyatuan dua insan anak manusia yang berlawanan jenis menjadi satu dalam sebuah hubungan ikatan pernikahan. Pernikahan inilah yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya.

  • Di dalam hubungan pernikahan setiap orang telah sah baik secara hukum dan agama untuk bisa memiliki keturunan. Anak-anak yang dilahirkan dalam hubungan pernikahan yang sah memiliki kesempatan yang jauh lebih baik untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal fisik dan emosionalnya. Anak-anak adalah karunia terbesar dari Tuhan, melalui mereka orang tua bisa melatih diri untuk bertanggung jawab.

  • Menjadi orang tua adalah sebuah pemanggilan yang mulia. Orang tua mewakili Tuhan di dunia ini untuk membesarkan anak-anak serta mendidiknya, akan menjadi seperti apa anak-anak nanti tergantung bagaimana cara orang tua mendidik mereka saat ini. Sebagai contoh, seorang presiden atau seorang direktur sebuah perusahaan suatu hari pasti akan selesai masa jabatannya, tetapi jabatan sebagai orang tua adalah sebuah pemanggilan tugas seumur hidup dan tidak akan pernah dibebastugaskan.

  • Memahami begitu pentingnya peran sebagai orang tua, hendaknya setiap orang yang memutuskan akan menikah agar memastikannya terlebih dahulu bahwa mereka berdua telah siap lahir batin dan mau menerima segala resiko serta tantangan yang akan dihadapi. Memiliki anak memang sebuah anugerah bagi setiap pasangan, namun hal itu bisa menjadi bencana kalau mereka tidak siap menghadapi segala kerepotan yang ada. Ada begitu banyak pasangan muda yang tidak tahu apa yang harus mereka lakukan ketika mereka telah memiliki momongan, mereka kerap kali tidak memikirkan hal tersebut sebelumnya sehingga terkejut dengan beragam kerepotan yang muncul dari mengurus anak.

  • Ada beberapa hal pendukung yang harus diperhatikan bagi Anda calon pasangan suami istri, saya yakin Anda sedang mempersiapkan sebuah keluarga yang kuat dan bahagia, saya yakin Anda juga sedang mendambakan kelahiran si buah hati. Agar kehidupan Anda sebagai orang tua, sebagai satu keluarga senantiasa bahagia - beberapa pendukung tersebut di antaranya adalah:

  • Advertisement
  • 1. Mempersiapkan mental sebelum menjadi orang tua

  • Mempersiapkan mental berarti mempersiapkan kedewasaan diri, emosi serta kepribadian. Ketika Anda telah menjadi orang tua, Anda bukan lagi seorang bujangan yang bebas melakukan segala hal yang Anda sukai. Anda dituntut agar lebih bertanggung jawab, penuh kasih dan lebih mengutamakan kepentingan keluarga daripada kepentingan pribadi.

  • 2. Kerjasama sebagai pasangan

  • Di dalam pernikahan kekompakan Anda sebagai rekan menentukan kebahagian keluarga Anda. Ada banyak pasangan hidup yang tidak bahagia karena mereka tidak kompak satu sama lain, jika Anda kompak setiap tantangan pasti akan dapat teratasi dengan baik tanpa ada kendala yang berarti.

  • 3. Kejujuran dan saling mempercayai

  • Salah satu aspek yang memiliki pengaruh paling kuat di dalam sebuah hubungan pernikahan adalah kejujuran dan saling mempercayai. Sebagai pasangan suami-istri dan sebagai orang tua dari anak-anak Anda, jangan pernah bertindak tidak jujur, jangan mengecewakan mereka. Unsur saling mempercayai dan jujur terhadap satu sama lain hendaknya menjadi pondasi utama di dalam keluarga Anda, jika rasa percaya telah hilang akibat ketidakjujuran itu adalah awal dari ketidakharmonisan.

  • 4. Saling mendukung

  • Tantangan sebagai orang tua dapat datang bertubi-tubi dan silih berganti, ketika salah satu rekan Anda terjatuh Anda ada di sampingnya untuk siap memberikan bantuan. Dukungan tidak selalu harus berupa materi, perkataan dan tindakan Anda dalam memperlakukan pasangan serta anak-anak Anda dan kepada anggota keluarga yang lain berpengaruh dalam menciptakan kebahagian di dalam keluarga Anda.

  • Begitu beragamnya tantangan sebagai orang tua dapat diatasi jika semua unsur dalam keluarga dapat bekerjasama saling bantu. Semua beban yang ada hendaknya tidak dibebankan pada salah satu pihak, jika hal ini dapat diterapkan pasti tantangan yang ada akan terasa ringan untuk diselesaikan. Ketika Anda telah siap untuk menjadi orang tua, ingatlah bahwa jabatan sebagai orang tua yang Anda emban tidak akan pernah dibebastugaskan, seumur hidup Anda tidak akan bisa mengelak dari tugas dan tanggung jawab ini.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Orang Tua: Sebuah Pemanggilan yang Tak Pernah Dibebastugaskan

Ketika Anda telah siap untuk menjadi orang tua, ingatlah bahwa jabatan sebagai orang tua yang Anda emban tidak akan pernah dibebastugaskan, seumur hidup Anda tidak akan bisa mengelak dari tugas dan tanggung jawab ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr