Makanan Sehat namun Lezat

Orang lebih suka makan makanan berlemak karena lebih lezat. Kita harus mencoba resep baru untuk membuat makanan sehat namun juga lezat.

973 views   |   shares
  • Saat itu musim panas dan saya sedang memasak di dapur, di sekitar saya banyak sayur-sayuran segar dan bahan makanan sehat lainnya. Ayah masuk ke dapur dan memperhatikan saya mengaduk daging dengan bumbu-bumbu di wajan. "Masak apa itu?" tanyanya ingin tahu sambil menunjuk adonan daging di tangan saya. "Burger kalkun," jawab saya walaupun saya tahu apa yang akan dikatakan ayah selanjutnya. "Ayah paling tidak doyan daging kalkun, jadi jangan sediakan buat Ayah nanti." Sudah saya duga.

  • "Daging kalkun lebih sehat dari daging sapi dan rasanya sama enaknya, Ayah tak mau mencobanya?"

  • "Tidak, hamburger rasanya seperti hamburger, yang ini tidak."

  • Waktu itu saya tidak mau mengakuinya, tetapi ayah saya benar. Burger kalkun rasanya lain dari hamburger. Daging kalkun lebih lunak dan tidak berlemak seperti daging sapi. Rasanya enak bila sudah dibumbui macam-macam tapi tetap saja bukan hamburger.

  • Bertahun-tahun saya heran mengapa ayah saya begitu benci burger kalkun, padahal rasanya tak kalah enak. Tak peduli apa bumbunya, ayah tidak pernah mau mencobanya sedikit pun. Akhirnya saya tahu alasannya. Ayah bukannya benci daging kalkun, dia cuma tidak mau orang memaksa dia mencoba daging yang menggantikan hamburger.

  • Saya punya pengalaman yang sama dengan permen coklat. Seorang teman memberi saya permen yang mirip coklat lembek. "Coba ini," katanya. "Rasanya persis deh kayak coklat." Saya masukkan ke mulut dan dengan susah payah saya menahan supaya muka saya tidak meringis. Rasanya sama sekali tidak seperti coklat. Paling tidak itu pendapat saya.

  • Ada sebabnya kenapa makanan sehat rasanya berbeda dengan makanan berlemak. Tanpa lemak dan gula, permen teman saya itu tidak akan terasa seperti coklat, begitu pula kalkun tidak akan terasa seperti sapi. Ini tidak berarti makanan sehat kalah enaknya dengan makanan berlemak.

  • Bila kita memperkenalkan makanan sehat dengan kata-kata "Rasanya seperti...." Kita secara psikologis memberikan pengharapan apa yang akan mereka rasakan. Bila pengharapan itu tidak terpenuhi, muncullah kekecewaan yang akhirnya akan menghasilkan gagasan "Aku sudah pernah coba dan aku tidak suka." Berikut ini beberapa cara untuk memperkenalkan makanan sehat kepada keluarga kita tanpa membuat mereka kecewa.

  • Carilah resep baru

  • Bila kita menghidangkan dada ayam sebagai pengganti paha ayam, carilah resep baru yang lezat. Dengan demikian tidak seorang pun mengharapkan hidangan paha ayam.

  • Jangan pernah berkata, "Rasanya seperti...."

  • Advertisement
  • Kalau kita membuat puding dengan gula manis buatan janganlah kita berkata rasanya seperti puding biasa. Kebanyakan orang tidak suka merasa ditipu untuk makan sesuatu yang rasanya tidak seperti biasanya.

  • Biarkan orang melihat kita menikmatinya

  • Hidangkan makanan yang terbuat dari dada ayam atau kudapan yang dibuat dengan gula buatan dan makanlah dengan nikmat. Kita tidak perlu memaksa orang lain memakannya. Pasti mereka ingin tahu mengapa kita begitu menikmatinya sehingga mereka ingin mencobanya juga. Dan jika kita tidak berkata "Rasanya seperti...." mereka mungkin akan suka.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Irma Shalimar dari artikel asli "How to Get Picky Eaters to Try New Foods" karya Melissa Richardson.

Bagikan pada teman dan keluarga..

I bake with Natural Yeast, the way our ancestors did for 6,000 years, and I want to help you do the same. Add this self-reliant skill to your kitchen and never buy yeast again!

Situs: http://www.thebreadgeek.blogspot.com

Makanan Sehat namun Lezat

Orang lebih suka makan makanan berlemak karena lebih lezat. Kita harus mencoba resep baru untuk membuat makanan sehat namun juga lezat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr