Sensasi Belajar untuk Bersantai

Manusia tidak seperti tombol lampu yang dapat dinyalakan dan dimatikan dengan sekali tekan. Segala sesuatu harus dipelajari, bahkan bersantai pun seseorang harus belajar untuk itu.

1,094 views   |   shares
  • Jika Anda membaca ini, Anda mungkin adalah seorang pekerja keras, yang memiliki pribadi berorientasi pada gol. Namun demikian, Anda juga memiliki banyak peran lain yang membuat kemampuan berorganisasi Anda kewalahan. Anda mungkin bergerak dari satu tugas ke tugas lain: tidak mau menyerah tetapi juga tidak dapat menikmatinya. Anda mungkin tidak tahu lagi apa yang harus dikerjakan dengan waktu yang makin sempit ketika memperoleh tugas itu. Sebaliknya, Anda malah menerima proyek yang lebih sulit. Pada hakikatnya, jika Anda membaca ini, berarti Anda sangat mirip dengan saya.

  • Saya adalah ibu rumah tangga yang tinggal di rumah selama delapan bulan yang merupakan tantangan besar setelah bekerja di pekerjaan yang sangat sulit dan menyita banyak waktu hampir di seluruh kehidupan dewasa saya. Sudah delapan bulan memikirkan bagaimana caranya untuk santai dan menikmati waktu saya; sesuatu yang tidak alami untuk kepribadian saya yang suka ‘berprestasi’ itu. Dalam perjalanan ini, saya belajar menurunkan harapan saya, tetapi masih tetap bertujuan, dapat mengatakan ‘tidak’, dan mengasihi saya sebagaimana saya adanya, bukan apa yang saya kerjakan. Semoga Anda dapat memulai dengan hal yang sama.

  • Jadikan istirahat Anda sama baiknya seperti tanggung jawab Anda

  • Jika Anda sedang berbaring sambil memikirkan tentang segala hal yang perlu dilakukan, ingatkanlah diri Anda bahwa sekarang Anda sedang mengerjakan sesuatu yang ada dalam daftar yang harus dikerjakan. Ingatlah, beristirahat itu penting juga. Istirahat bukan berarti Anda malas atau orang yang gampang menyerah. Itu hanya berarti Anda tahu keterbatasan Anda. Selalu menyelesaikan tugas 100 persen lebih baik daripada mencoba 150 persen tetapi hanya separuhnya yang terselesaikan. Jika Anda dapat mengingatkan Anda bahwa waktu istirahat memungkinkan Anda menjadi orang tua, pasangan, teman dan pegawai yang lebih baik akan lebih mudah bagi Anda untuk mengambil istirahat.

  • Buatlah daftar hal-hal yang memberi Anda energi dan kenikmatan

  • Ketika saya sadar saya perlu bersantai, saya melihat ke daftar saya. Daftar saya memiliki beberapa ide tentang kapan emosi, fisik dan mental saya lelah, sehingga saya dapat memenuhi kebutuhannya ketika kebutuhan tersebut muncul. Kebutuhan tersebut termasuk meregangkan tubuh, berbaring, atau minum segelas air ketika saya mulai resah karena kebutuhan tubuh yang belum terpenuhi. Ketika mental atau emosi saya lelah, saya dapat bermeditasi, memutar film, duduk berhimpit dengan suami, atau menulis buku harian. Strategi demikian membantu mengendorkan ketegangan saya dan fokus kembali pada kebutuhan sendiri yang memberi saya energi untuk mengatasi kebutuhan yang lain juga.

  • Advertisement
  • Jangan muluk-muluk

  • Seberapa kiat baik daftar baru Anda, Anda mungkin merasa itu menakutkan. Ingatlah: Meskipun seandainya apa yang Anda kerjakan hanya berbaring untuk lima menit, itu merupakan sesuatu yang berat. Idenya adalah agar belajar bahwa tidak apa-apa untuk tidak melakukan sesuatu sejenak. Anda tidak juga harus sempurna waktu istirahat. Yang penting Anda harus mencobanya. Sekadar lima menit istirahat, punggung dan kaki Anda yang lelah dapat melayani keluarga Anda dengan riang kembali.

  • Tidak muluk-muluk berarti juga menurunkan harapan Anda, terutama untuk diri sendiri. Periksa ulang “kebijakan” yang ingin Anda anut. Apakah Anda sungguh-sungguh perlu mempersiapkan makan malam setiap hari, atau dapatkah Anda hanya sekadar merebus mie instan? Perlukah Anda mengawasi anak-anak Anda setiap detik, atau Anda membiarkan mereka bermain sendiri sementara Anda membaca? Meringkas beban kerja Anda hingga hanya mengerjakan yang penting dan praktis dapat membebaskan waktu Anda untuk melakukan hal-hal yang penuh kenikmatan dan damai.

  • Lindungi waktu istirahat Anda

  • Anda pasti akan diminta menggunakan waktu pemulihan tenaga Anda dengan tugas-tugas lebih banyak. Katakan “tidak”. “Waktu istirahat” tidak selalu berarti memiliki waktu kosong untuk digunakan. Dalam hal ini waktu istirahat berarti waktu bebas agar Anda dapat tampil yang terbaik. Bila Anda berada pada penampilan terbaik, Anda siap tersenyum kepada anak-anak Anda dan memiliki ide-ide segar kepada komunitas. Jangan membuang kebutuhan untuk relaksasi dengan sia-sia.

  • Setelah delapan bulan tinggal di rumah menjadi ibu rumah tangga, akhirnya saya mulai melihat bahwa kontribusi terbesar saya kepada rumah tangga kami adalah sikap yang santai dan mengasihi. Saya telah belajar kemampuan baru yang disebut “istirahat”. Saya berjalan kaki, mengunjungi teman-teman, dan memasak karena saya menyukainya. Cucian piring mungkin belum rampung, tetapi suami saya suka karena saya riang ketika dia pulang ke rumah, tidak sedang tertekan. Dia tahu bahwa saya akan melakukan apa saja untuknya, bahkan belajar bagaimana untuk beristirahat sekali-kali. Jika saya dapat melakukannya, Anda pun dapat. Mulailah sekarang.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman artikel asli “The thrill in the chill learning how to relax” karya Sara Hagmann.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Sara Hagmann is a stay-at-home wife and writer who loves traveling, cooking, and kissing her husband. A lot.

Sensasi Belajar untuk Bersantai

Manusia tidak seperti tombol lampu yang dapat dinyalakan dan dimatikan dengan sekali tekan. Segala sesuatu harus dipelajari, bahkan bersantai pun seseorang harus belajar untuk itu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr