Cara Mengakhiri Gertakan

Perilaku agresif dengan mengorbankan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, hendaknya tidak ditoleransi di sekolah dan di rumah. Hukuman untuk perilaku agresif hendaknya sesuai dengan perilaku agresif itu sendiri.

1,103 views   |   shares
  • Seorang gadis menolak untuk menghadiri kelompok remaja pada Rabu malam karena dia merasa gadis-gadis lainnya dengan sengaja mengucilkannya. Seorang ibu melihat sewaktu seorang anak lelaki yang lebih tua berjalan di depannya di sebuah kegiatan makan malam bersama masyarakat, mencuri makanan dari piring putranya dan berjalan seolah-olah tidak ada yang terjadi. Seorang ayah menghampiri sekelompok remaja yang mengolok-olok proyek Pramuka putranya karena itu terlihat artistik. Seorang gadis dengan tantangan fisik jatuh di teras sekolahnya setelah didorong oleh seorang anak yang lain yang seringkali menertawakannya.

  • Gertakan mencakup banyak hal, baik olok-olokan penuh kebencian, sekelompok orang yang bersekongkol melawan seseorang, ancaman kekerasan atau agresi fisik yang sebenarnya. Mereka yang mengalaminya dapat terluka secara fisik, atau mengalami reaksi emosional yang mencakup kesedihan, ketakutan, kesendirian, ketidakberdayaan, keputusasaan, ketidaknyamanan, kecemasan atau depresi. Orang tersebut dapat merasa takut untuk pergi ke sekolah, atau tidak lagi menikmati kegiatan favorit yang dia minati sebelumnya.

  • Ada tiga jenis utama

  • yang sangat umum terjadi di sekolah. secara fisik mencakup memukul, menendang, mendorong, mencuri atau merusak milik orang lain. Secara verbal mencakup menggoda, menghina, menggunakan kata-kata kasar, bahasa kotor atau mengolok-olok seseorang. Secara relasi mencakup berbohong tentang seseorang, menyebarkan rumor, menolak untuk berbicara dengan seseorang, membujuk orang lain untuk mengucilkan atau memaksa seseorang untuk melakukan apa yang tidak ingin dia lakukan.

  • Sementara tidak ada yang suka diganggu/diintimidasi, menganggap seseorang sebagai korban juga tidak sehat. Adalah penting untuk mengajarkan kepercayaan diri dan ketegasan kepada anak-anak melalui pelajaran kehidupan nyata seperti:

    • Hal-hal tidak selalu berjalan sesuai kehendak kita.

    • Terkadang ada orang yang lebih kasar atau kurang ajar daripada orang lain.

    • Tidak semua orang berkelakuan baik.

    • Kita masih harus bergaul dengan orang-orang yang pada awalnya tidak kita sukai.

  • Namun, mengajarkan pelajaran kehidupan nyata kepada anak-anak sebagai bagian yang sehat dari tumbuh dewasa tidak berarti adalah wajar dan dapat diterima. Dampak dapat menjadi jauh lebih parah daripada apa yang terlihat dari luar pada saat itu juga, dan tidak hanya mempengaruhi korban. Anak-anak yang mengganggu/mengintimidasi dapat merasa tidak aman, tidak tahu apa yang dapat diterima atau bergumul dengan menahan emosi seperti rasa marah, sakit hati dan frustrasi. Mereka dapat saja menggunakan kekuatan untuk menolong menangani pergumulan pribadi lainnya di balik semua itu. Mereka juga memerlukan pertolongan seperti korban mereka, dan itu adalah satu lagi alasan mengapa harus diakhiri.

  • Advertisement
  • Jadilah teladan kebaikan dan rasa hormat

  • Anak-anak cenderung berinteraksi dengan sesamanya dengan cara yang mencerminkan apa yang telah mereka lihat dari interaksi orang dewasa. Adalah baik untuk mengajarkan kebaikan dan rasa hormat serta toleransi, tetapi adalah lebih baik untuk menjalankannya. Sepasang orang tua mendaftarkan semua anggota keluarga untuk ikut kelas bahasa isyarat ketika seorang anak tunarungu pindah ke lingkungan rumah mereka. Keluarga lain mengunjungi kegiatan ibadah tetangga mereka yang berbeda agama.

  • Terlibatlah dalam kehidupan sosial anak Anda

  • Berpartisipasi dalam kegiatan anak Anda adalah cara terbaik untuk mengenal siapa yang mereka kenal dan menyadari jenis interaksi yang mereka alami. Anda tidak bisa campur tangan jika Anda tidak tahu apa yang terjadi, dan anak Anda akan berpikir Anda tidak berhak untuk campur tangan jika Anda tidak berada di sana untuk mengalami apa yang mereka hadapi setiap hari. Seorang ibu memperhatikan drama gadis kejam terjadi dalam tim pemandu sorak, jadi dia mengajukan diri untuk menjadi salah seorang pengantar untuk menghadiri kompetisi agar setidaknya dia dapat membantu mengendalikan mereka yang bepergian dengan putrinya. Seorang ayah ikut membantu dalam acara dansa untuk menolong putrinya yang pemalu mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian, yang kedua sifat tersebut membantu putrinya agar tidak diganggu/diintimidasi gadis-gadis kejam.

  • Berikan pujian

  • Anak-anak belajar begitu banyak dan begitu cepat dan seringkali orang dewasa menunjukkan dan mengoreksi kesalahan mereka. Beberapa orang dewasa bahkan menyempatkan diri untuk membual mengenai apa yang mereka lakukan dengan benar. Memberikan perhatian yang positif mengurangi dorongan untuk bertingkah hanya untuk mendapatkan perhatian. Seorang ayah membawa rekan-rekan kerjanya untuk melihat karya seni putranya dalam suatu pertunjukan yang merayakan keragaman budaya. Seorang ibu membawa putrinya ke perawatan spa kejutan setelah putrinya menjadi relawan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan setelah badai tornado.

  • Harus dianggap serius

  • Perilaku agresif dengan mengorbankan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, hendaknya tidak ditoleransi di sekolah dan di rumah. Hukuman untuk perilaku agresif hendaknya sesuai dengan perilaku agresif itu sendiri. Seorang ibu mengambil hak istimewa menggunakan ketika dia mendapati putrinya bersikap kejam secara kepada gadis lain di sekolah. Seorang ayah menarik putranya keluar dari tim olahraga ketika dia mendapati lelucon ruang ganti putranya sudah terlalu jauh.

  • Advertisement
  • Bicarakanlah

  • Kebanyakan dari kita dapat memikirkan suatu waktu kita berharap kita akan memperlakukan orang lain dengan lebih baik. Belajar dari pengalaman ini akan menolong kita benar-benar melakukannya. Banyak anak telah menyaksikan atau mengalami di sekolah, selama kegiatan atau di lingkungan masyarakat. Ketika kita memperhatikan adanya , kita perlu mengakuinya dan ikut campur tangan. Program-program seperti Safe to Talk dapat diterapkan agar para siswa dapat melaporkan tanpa rasa takut akan pembalasan. Setiap insiden hendaknya dicatat oleh siswa atau orang tua dengan salinan yang diberikan ke sekolah. Adalah penting bagi kita semua – orang tua, guru, pengurus, pembina, dan anak-anak – untuk mengakhiri .

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "Boot out bullying" karya Emily Christensen.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Emily Christensen lives with her husband in Oklahoma. Her Ph.D. is in marriage and family therapy and she is pursuing a second degree in Hebrew and Jewish studies.

Cara Mengakhiri Gertakan

Perilaku agresif dengan mengorbankan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, hendaknya tidak ditoleransi di sekolah dan di rumah. Hukuman untuk perilaku agresif hendaknya sesuai dengan perilaku agresif itu sendiri.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr