Ibu-isme: Pepatah dari Buku Tua Berdebu yang Abadi

Mereka akan menyadari bahwa, sampai saat mereka mengeluarkan kata-kata itu sendiri, mereka tidak menyadari kebijakan dalam kata-kata itu.

4,322 views   |   12 shares
  • Dalam pedoman yang dikeluarkan untuk semua ibu, ada banyak alat yang berguna. Di antaranya adalah sebuah buku tua yang berdebu. Jika Anda membuka buku itu, Anda akan melihat banyak kata dirangkai untuk membentuk sebuah kalimat. Kalimat yang kemudian banyak digunakan pada anak secara berulang-ulang dengan harapan dengan kalimat itu si anak akan sadar. Sejujurnya, kalimat-kalimat itu tidak berpengaruh sama sekali untuk anak-anak sampai mereka tumbuh dewasa dan mereka sendiri menjadi orang tua. Kemudian, mereka akan menggali buku tua berdebu itu dan menggunakannya pada anak-anak mereka. Ketika mereka mendengar kata-kata ini keluar dari mulut mereka sendiri, mereka akan meringis seperti mereka meringis saat ibu mereka menggunakan kalimat ini pada mereka. Mereka akan melihat ke sekeliling untuk mencaritahu apakah ibu mereka berdiri di belakang mereka dan sedang memanipulasi mulut mereka dengan suatu mekanisme seperti boneka. Kemudian, mereka akan tahu bahwa, sampai saat mereka mengeluarkan kata-kata itu sendiri, mereka tidak menyadari kebijakan dalam kalimat itu.

  • Berikut adalah beberapa pepatah yang sering digunakan oleh beberapa "ibu" dalam hidup saya yang pernah saya gunakan sendiri.

  • "Suatu hari nanti, matahari akan bersinar di balik awan untukmu."

  • Pepatah dari ibu saya sendiri. Dia memberi penekanan pada kata “suatu.” Sampai hari ini, ibu saya masih menggunakan pepatah ini saat saya merasa sedih dan menelpon dia untuk mencari penghiburan.

  • "Mereka mungkin dapat berhasil membunuhmu, tetapi mereka tidak akan bisa memakanmu karena kamu terlalu alot!" Peribahasa dari Nenek Shepherd, salah satu wanita paling berani yang pernah saya kenal. Kalimat ini selalu mengingatkan saya untuk tetap berjuang saat saya merasa putus harapan.

  • "Jika Tuhan menakdirkan kamu untuk telanjang, kamu akan lahir seperti itu." Peribahasa dari nenek saya, nenek Rickman. Saya akui, nenek saya menggunakan kalimat ini pada saya saat saya masih muda, mungkin sekitar tahun 1970-an. Saat itu celana pendek yang ketat dan baju bertali pundak sedang populer. Saya tidak begitu ingat, tapi kemungkinan saat itu saya berpakaian terlalu minim mengikuti jaman.

  • “Jika semua temanmu makan kotoran, apa kamu mau ikut makan?" Saya tahu ibu Anda pasti pernah menggunakan kalimat ini kepada Anda, setidaknya sekali. Ini adalah kalimat pertama dalam buku dan telah diucapkan semenjak jaman Hawa. Hanya Hawa mungkin mengatakan, "Jika aku makan dari pohon itu, maukah kamu berbuat yang sama?"

  • Advertisement
  • "Saya harap kamu punya anak seperti kamu suatu hari nanti!" Kalimat ini biasanya dikatakan setelah saya melakukan sesuatu hal yang kurang ajar, tidak sopan, atau nakal. Yah, saya sekarang punya anak yang bandel seperti saya. Terima kasih, ibu. Kutukan itu manjur.

  • "Karena saya bilang begitu, itu sebabnya."

  • Kalimat pendek ini sangat populer selama tahun 60an dan 70an, saat itu ada orang yang punya ide cemerlang untuk membiarkan anak-anak tahu bahwa mereka adalah manusia yang memiliki hak. Semenjak itu, kita harus mulai memberikan penjelasan panjang lebar pada mereka untuk membantu mereka memahami mengapa mereka harus atau tidak seharusnya melakukan sesuatu. Sekarang, dengan senang saya dapat mengatakan bahwa kalimat ini muncul kembali dan hidup di kumpulan buku untuk ibu-ibu.

  • "Tunggu sampai ayah pulang!"

  • Tentu saja, saat ayah saya sampai di rumah, ibu saya sudah lama lupa tentang kesalahan saya. Namun, sebagai seorang anak, saya tidak tahu tentang hal itu. Saya begitu takut kalau saja ayah saya pulang ke rumah tanpa sepengetahuan saya dan menghukum saya. Kalimat ini cukup membuat saya terhukum.

  • "Saya angkat tangan!"

  • Kalimat ini adalah bentuk kuno dari rasa putus asa seorang ibu. Ini telah saya modernisasi dengan kalimat singkat-

  • “Kamu dipecat!”

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Bobby Dapalangga dari artikel asli “Mom-isms: Sayings from a timeless, dusty old book” karya Rebecca Rickman.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Becky Lyn adalah orangtua tunggal, ia menghabiskan waktunya sebagai penulis profesional.

Situs: http://www.beckytheauthor.weebly.com

Ibu-isme: Pepatah dari Buku Tua Berdebu yang Abadi

Mereka akan menyadari bahwa, sampai saat mereka mengeluarkan kata-kata itu sendiri, mereka tidak menyadari kebijakan dalam kata-kata itu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr