Bunuh Diri Bukan Satu-satunya Pilihan: Temukan Jalan Keluar yang Lebih Baik

Bunuh diri jelas bukan jalan keluar dari kesulitan kita, betapa pun besarnya, karena setiap kesulitan selalu tersedia jalan keluarnya. Kadang-kadang yang dibutuhkan hanyalah waktu dan ruang untuk bergerak.

2,796 views   |   1 shares
  • Jika Anda pernah berpikir untuk bunuh diri, atau sekarang sedang memikirkannya, kita memikirkan hal yang sama. Saya ingin memberitahu Anda kisah saya dan mengapa saya masih hidup, 35 tahun kemudian, untuk memberitahu Anda tentang itu.

  • Pertama-tama, saya ingin agar Anda memahami di mana saya pernah berada dan di mana saya secara rohani. Saya seorang Kristen. Saya percaya bahwa sesungguhnya ada peperangan antara kebaikan dan kejahatan di dunia ini. Saya percaya kepada Tuhan yang keras, tetapi penuh pemahaman dan sangat mengasihi, yang mengenal saya secara pribadi. Saya juga percaya bahwa Setan itu ada dan ingin agar saya hidup sengsara seperti dia.

  • Saya memiliki seorang suami yang mengasihi dan enam orang anak. Yang paling besar 15 tahun dan yang paling kecil masih 1 tahun. Mengapa saya ingin bunuh diri?

  • Kami membangun sebuah usaha publikasi keluarga yang membutuhkan kerja keras. Kami juga memiliki toko kelontong dan sebuah hotel kecil, serta sebuah keluarga besar. Saya kebingungan dengan tanggung jawab yang begitu banyak. Kami memutuskan untuk menjual usaha publikasi tersebut. Saya berdoa keras untuk seorang pembeli.

  • Tak berapa lama kemudian seorang calon pembeli muncul untuk membicarakan penjualan. Saya sangat senang. Ini adalah jawaban doa saya.

  • Wawancara dengan calon pembeli sangat menyenangkan. Kami membicarakan penjualan dan ketika dia pergi malam itu kami mengira bahwa dia sangat positif tentang membeli usaha kami. Dia tinggal di hotel kami dan kami menunggu hari esok untuk mendengarkan keputusannya.

  • Keesokan harinya, ketika waktu berlalu, pada pukul 10 pagi kami pergi mencarinya. Dia telah meninggalkan hotel semalam. Tempat tidurnya tidak pernah digunakannya. Saya merasa hancur.

  • Saya tidak dapat bekerja dan saya pulang menangis. Menangis dengan keras. Saya merasa terperangkap dalam situasi yang tidak mungkin keluar lagi. Saya merasa tidak ada jalan ke luar.

  • Waktu itu saya hanya memikirkan diri saya. Saya tidak memikirkan orang lain. Saya tidak memikirkan keluarga saya – suami atau anak-anak – hanya tentang diri saya yang terperangkap. Usaha tidak jadi terjual. Tidak ada jalan ke luar yang terlihat.

  • Saat itulah terpikirkan oleh saya, bahwa masih ada jalan ke luar. Ada pil yang dapat saya gunakan yang akan mengeluarkan saya dari situasi itu. Kamar mandi dan pil hanya beberapa langkah jauhnya. Godaan itu sangat kuat.

  • Saya berterima kasih untuk apa yang terjadi berikutnya. Pikiran lain muncul dalam benak saya yang menyelamatkan saya. Ada jalan ke luar lain untuk situasi saya. Saya sadar bahwa kasih saya kepada keluarga saya adalah alasan saya untuk berada di sana sejak dari awal. Saya memilih untuk tetap tinggal dan tetap bekerja hingga sesuatu dapat diatur untuk mengurangi beban pekerjaan tersebut.

  • Advertisement
  • Itu bukan akhir godaan. Setan tidak menyerah dengan mudah. Saya menggunakan silet untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari, memotong kolom-kolom untuk dicetak sebelum dipasang pada lempengan percetakan. Di hari-hari buruk, ketika saya sangat depresi, pikiran yang merusak muncul. Silet ada di tangan saya. Itu akan sangat mudah. Silet-silet itu tajam. Seolah-olah itu adalah saat-saat saya penuh keraguan. Jawaban saya adalah ‘tidak’.

  • Ini tidak hanya terjadi sekali, tetapi berulang-ulang sampai beberapa bulan. Setiap kali saya selalu menolak saran tersebut, saya menghadapi konfrontasi rohani lagi. Saran tersebut sangat menjijikan. Kekhawatiran saya adalah apakah saran tersebut akan melemahkan saya hingga saran itu menjadi menarik daripada menyerang.

  • Bersyukurlah bahwa itu tidak pernah terjadi, tetapi dibutuhkan berbulan-bulan sebelum godaan tersebut surut. Saya telah belajar bahwa godaan tidak menyebabkan dosa, kecuali kita mengikutinya.

  • Saya berdoa berulang-ulang untuk memperoleh kekuatan, bantuan dan petunjuk. Ketika saya memperoleh kesempatan, saya mempelajari tulisan suci saya dan bahan-bahan lain yang membangkitkan iman dan pergi ke gereja.

  • Jika Anda sedang menghadapi godaan, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian. Saya mempercayai bahwa pengalaman saya adalah salah satu yang umum, dan jika demikian, godaan akan kembali berkali-kali sampai Setan mencapai apa yang diinginkannya atau sampai dia akhirnya sadar bahwa Anda tidak pernah menyerah.

  • Seperti kata filsuf Roma, “Selama masih ada kehidupan, di situ masih ada harapan.”

    • Sadarilah bahwa bunuh diri bukan satu-satunya cara keluar dari kesulitan. Selalu ada jalan ke luar lain tanpa membunuh diri sendiri. Hanya harus Anda cari.

    • Menjauhlah dari kesulitan Anda dan pandanglah dari jauh.

    • Carilah seseorang yang dapat dipercaya dan ceritakan apa yang sedang terjadi terhadap Anda. Mereka mungkin sanggup membantu Anda melihat jalan ke luar yang lebih baik.

    • Berdoalah selalu! Mintalah kekuatan untuk melawan Setan dan kebijaksanaan untuk mengenali segala kemungkinan.

    • Sadarilah bahwa jika Anda menyerah kepada godaan Setan, Anda membiarkan dia menang.

    • Pelajarilah fimran Tuhan. Carilah kasih dan belas kasih-Nya untuk Anda.

  • Anda tahu betapa banyak Anda mengasihi keluarga Anda. Nah, Tuhan mengasihi Anda tanpa batas. Doa adalah jalan ke luar dari godaan Setan. Percayalah. Anda lebih kuat daripada yang Anda duga. Anda dapat memenangkan peperangan melawan Setan.

  • Advertisement
  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli "Suicide is not your only option: Find a better way" karya Marian Griffith.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Marian Griffith is a mother of 9 with a wide variety of entrepreneural experiences. She earned her BA in Natural Health.

Bunuh Diri Bukan Satu-satunya Pilihan: Temukan Jalan Keluar yang Lebih Baik

Bunuh diri jelas bukan jalan keluar dari kesulitan kita, betapa pun besarnya, karena setiap kesulitan selalu tersedia jalan keluarnya. Kadang-kadang yang dibutuhkan hanyalah waktu dan ruang untuk bergerak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr