Pelajaran Sempurna dari Seorang Ibu yang Tak Sempurna

Ibu yang paling tak sempurna sekali pun punya pelajaran untuk diajarkan, nilai untuk diberikan bagi kehidupan mereka di sekitarnya, dan kasih untuk dibagikan.

1,353 views   |   1 shares
  • Sebagai ibu dan wanita, kita mengupayakan kesempurnaan, di rumah, dalam tanggung jawab keagamaan kita, dan terutama dalam peran keibuan. Kita khawatir bahwa jika kita tidak sempurna dalam setiap aspek kehidupan kita, kita telah mengecewakan orang-orang yang kita kasihi. Apa yang tidak kita pahami adalah bahwa bahkan ibu yang paling tak sempurna sekali pun punya pelajaran untuk diajarkan, nilai untuk diberikan bagi kehidupan mereka di sekitarnya, dan kasih untuk dibagikan. Anak-anaknya akan seringkali mengenalinya dan masih menyebutnya diberkati.

  • Ibu saya menderita penyakit mental serius. Dia didiagnosis dengan atau Gangguan Identitas Disosiatif, disebut juga atau Gangguan Kepribadian Majemuk. Dia memiliki empat belas kepribadian, banyak di antaranya adalah anak-anak tak berdaya dan harus dirawat, tiga di antaranya adalah lelaki dan salah satunya berbahaya. Selain itu, beberapa kepribadiannya kecanduan obat resep dan menyalahgunakannya secara teratur. Karena kondisinya, dia tidak dengan standar apapun dianggap sebagai seorang ibu yang sempurna, dia bahkan tidak dianggap sebagai ibu yang baik menurut standar masyarakat.

  • Kakak saya dan saya lebih sering berperan sebagai ibu baginya daripada dia bagi kami, namun demikian, dia adalah ibu saya – dan satu-satunya ibu yang saya tahu. Sebagai seorang anak, saya bergumul dengan hubungan saya dengan ibu saya. Sekarang setelah saya menjadi seorang ibu, sewaktu saya merefleksikan kembali pada ibu saya, ada beberapa pelajaran berharga yang saya pelajari darinya. Saya akan selamanya bersyukur atas pengorbanan yang dia berikan.

  • Berikut adalah pelajaran yang saya pelajari dari ibu yang tak sempurna.

  • Ketika Tuhan berbicara kepada Anda, dengarkan

  • Ada beberapa kesempatan saya dapat mengingat ibu saya hanya menjadi ibu saya, tetapi salah satu momen lembut yang paling saya ingat adalah ketika saya berkencan dengan suami saya. Dia meminta saya untuk menikahinya, dan saya menolaknya karena alasan yang sepele dan saya sedang berbaring di sofa, menangis di pangkuan ibu saya sementara dia membelai rambut saya. Saya bertanya kepadanya mengapa saya merasa begitu sedih. Jawabannya sederhana dan mendalam, “Mungkin itu adalah Roh yang memberitahu bahwa kamu telah membuat pilihan yang salah.” Dia benar. Saya telah membuat pilihan yang salah, dan saya sering memikirkan perkataannya setiap kali saya merasa tergerak untuk bertindak. Dengan mengikuti arahan Tuhan, Anda dapat memperbaiki kehidupan Anda.

  • Advertisement
  • Jika seseorang meminta pakaian yang Anda kenakan, berikan

  • Ibu saya punya satu kepribadian yang merupakan salah satu orang paling dermawan yang pernah saya kenal. Ketika dia pergi ke luar, dia terus melayani sesama, siapa saja, dan dia bersedia memberikan apapun yang kami miliki asalkan itu membantu orang yang membutuhkan. Kepribadian dia adalah favorit saya karena dia baik, penuh kasih, tidak menghakimi dan pemaaf. Pelayanan akan memberikan sukacita bagi Anda.

  • Tuhan mengasihi semua ciptaan-Nya, termasuk yang tak sempurna

  • Seringkali ketika ibu saya pingsan karena overdosis, atau ketika kepribadiannya menjadi seperti seorang anak yang berusia tiga tahun dan perlu bantuan untuk berpakaian, saya akan berdoa kepada Tuhan untuk menolong saya memahami ibu saya dan Tuhan akan menolong saya merasakan kasih-Nya bagi ibu saya. Merawat ibu saya seringkali memberikan kesempatan bagi saya untuk melihat ibu saya melalui mata Tuhan. Tuhan mengasihi semua ciptaan-Nya, terutama yang tak sempurna.

  • Kasih ibu tanpa batas

  • Saya selalu tahu bahwa ibu saya mengasihi kami, tetapi tidak hingga kematiannya saya menyadari betapa besar kasihnya. Pada hari pemakamannya, kakak saya bermimpi ibu saya berpakaian putih, tersenyum. Ibu saya berbicara kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Jangan bersedih bagi saya, saya bahagia dan sekarang saya akhirnya dapat menjadi ibu yang selalu saya cita-citakan.” Meskipun itu hanyalah mimpi, bagi saya itu bermakna besar. Sewaktu saya membesarkan anak-anak saya, saya dapat merasakan ibu saya mengawasi saya. Saya dapat merasakan kekuatan, sukacita dan kasihnya. Dia mungkin tidak sempurna, tetapi dia adalah dan akan selalu menjadi ibu saya. Ibu memang tak sempurna, tetapi kasihnya bagi anak-anaknya dapat menjadi sempurna.

  • Kesempurnaan tidak realistis, dan itu membutuhkan banyak pengorbanan. Perfeksionisme disertai ketakutan, takut akan apa yang mungkin orang lain pikirkan atau katakan. Arianna Huffington berkata, “Cara tercepat untuk memutuskan siklus perfeksionisme dan menjadi seorang ibu yang pantang menyerah adalah untuk berhenti berusaha melakukannya dengan sempurna – yaitu untuk merangkul ketidakpastian dan ketidaksempurnaan.” Sewaktu kita meninggalkan perfeksionisme, kita menjadi ibu yang pantang menyerah yang tak sempurna yang diperlukan anak-anak kita untuk mengajarkan mereka pelajaran tentang kekekalan. Saya akan selamanya bersyukur atas ibu saya yang tak sempurna dan pelajaran kasihnya yang sempurna.

  • Advertisement
  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli “Unfailing lessons from an imperfect mother” oleh Tiffany Fletcher.

Baca, hidupkan, bagikan!

Tiffany Fletcher, author of "Mother Had a Secret: Learning to Love my Mother and her Multiple Personalities".

Situs: http://motherhadasecret.blogspot.com

Pelajaran Sempurna dari Seorang Ibu yang Tak Sempurna

Ibu yang paling tak sempurna sekali pun punya pelajaran untuk diajarkan, nilai untuk diberikan bagi kehidupan mereka di sekitarnya, dan kasih untuk dibagikan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr