Hidup Terlalu Singkat, Maka Tinggalkan Perasaan Sakit Hati Itu

Kedengkian kita justru lebih menghukum orang yang disakiti daripada orang yang menyakiti. Oleh karena itu tinggalkan segala kedengkian karena hidup kita terlalu singkat untuk itu.

5,880 views   |   0 shares
  • Sarah belum berbicara kepada kedua orang tuanya lebih dari tiga tahun. Masalahnya adalah percekcokannya dengan ibunya tentang sesuatu. Setiap tahun sejak itu, Sarah mengundang orang tuanya ke ulang tahun cucu mereka Jenna. Setiap tahun mereka hanya mengirim cek daripada datang berkunjung, yang membuat Sarah merobeknya dan mengirimkan kembali cek tersebut. Tak satu pihak pun mau mengalah sedikitpun. Sementara itu, Jenna tumbuh tanpa kakek dan neneknya.

  • OK. Itu kedengaran dungu, bukan? Oh tidak untuk Sarah. Bila itu adalah kedengkian kita, menyimpannya nampaknya tidak dungu. Kita merasa sepenuhnya dibenarkan untuk melakukannya. Maka kita menyimpan terus kedengkian kita seumur hidup.

  • Ada sesuatu yang janggal tentang perasaan yang disakiti – makin lama rasa sakit itu, makin menjadi dan makin sulit dilupakan. Setelah beberapa saat, rasa sakit itu mulai membatu, hingga memenangkan medali “saya yang paling benar” menjadi lebih penting daripada memperbaiki hubungan yang terputus.

  • Penulis Anne Lamott membandingkan menyimpan kedengkian dengan meminum racun tikus dan kemudian menunggu tikusnya mati. Kita kira kita sedang menghukum orang lain. Setidaknya, mereka seharusnya telah dihukum karena telah menyakiti kita! Tetapi seringkali tidak demikian, kitalah justru yang tetap sakit hati.

  • Nenek saya sendiri memiliki dua bibi yang tinggal dua blok darinya di kota kecil Idaho. Sesama saudara ini tidak pernah saling berbicara selama 20 tahun. Akhirnya, salah satu diantara mereka meninggal. Lalu apa kata yang masih hidup? Saya menang … Anda kalah? Apakah dia bahagia? Ataukah dia rindu kepada saudara perempuannya, tiba-tiba dia menyadari bahwa sekarang sudah terlambat untuk memperbaikinya?

  • Kalimat “merawat kedengkian” benar-benar berarti demikian. Kita merawatnya, memberinya makan dan memupuk kedengkian kita. Kita sangat berhati-hati agar kedengkian kita tidak mati. Untuk apa? Dengan harapan agar kedengkian tersebut akan tetap hidup di suatu tempat jauh di lubuk hati kita, tumbuh seperti kanker yang menyebar, meracuni kebahagiaan kita?

  • Jadi, biarkanlah kedengkian itu pergi. Apa? Dibiarkan pergi? Saya akan melakukannya kalau “mereka” minta maaf. Bukan saya yang salah!

  • Tidak masalah, tetap saja biarkan kedengkian itu pergi. Jika Anda tidak sanggup melakukannya untuk mereka, lakukan untuk Anda sendiri. kedengkian Anda telah menjadi sesuatu yang tidak lebih daripada batu besar yang Anda tarik-tarik di belakang Anda terlalu lama. Batu itu sedang melambatkan laju Anda. Buanglah batu itu. Anda akan merasa lebih bebas dan ringan! Tinggalkan dan lanjutkan perjalanan Anda.

  • Advertisement
  • Jangan pernah membiarkan seorang teman atau pasangan hidup Anda mendorong Anda untuk menyimpan kedengkian guna melindungi perasaan mereka. Dave tidak saling berbicara dengan saudara lelakinya gara-gara istrinya Lindsey marah kepadanya. Rupanya dia tersinggung kepadanya. Itu adalah masalah Lindsey bukan masalah Dave. Lindsey adalah orang dewasa yang dapat mengurus perasaannya sendiri. Dave memiliki hak untuk tetap berhubungan dengan saudara lelakinya.

  • Kita sebaiknya tetap ingat bahwa kita adalah makluk tak sempurna. Teman-teman dan anggota keluarga kita demikian juga. Jadi kasihi mereka, penuh kelemahan atau tidak. Bukan karena mereka sempurna, tetapi karena mereka milik kita.

  • Bagaimana Anda mendekati seseorang yang marahan dengan Anda? Apa yang dapat Anda lakukan untuk memulainya? Apa yang akan terjadi seandainya telah bertahun-tahun tidak saling berbicara? Bagaimana caranya mengambil langkah pertama?

  • Anda mungkin mengangkat telepon dan berkata, “Maafkan saya. Anda sangat berharga untuk saya. Marilah kita melupakannya.” Kedengaran sederhana.

  • Apa yang terjadi seandainya dia menjawab, “Oh, terlambat sudah!” Waduh. Mungkin saja dia berkata demikian. Walaupun Anda tidak bersalah, bertahanlah. Undanglah dia bersantap yogurt. Undanglah dia makan malam bersama. Berbicara tentang hal-hal yang umum. Tertawalah tentang saat-saat yang bahagia.

  • Ini tidak berarti bahwa hubungan Anda akan segera pulih. Mungkin tidak pernah lagi seperti itu. Tetapi hubungan Anda akan makin baik. Dan Anda akan mulai sembuh. Pilihlah untuk membiarkan rasa sakit hati pergi. Hidup terlalu pendek untuk merawat kedengkian.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “Life is too short so let go of the hurt” karya Susan N Swann.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Read about the power of families to seek after the one in Susan's book: Coming Home: A Mormon's Return to Faith. Learn more at www.returntofaith.org You can reach Susan at: susanswann7@hotmail.com

Hidup Terlalu Singkat, Maka Tinggalkan Perasaan Sakit Hati Itu

Kedengkian kita justru lebih menghukum orang yang disakiti daripada orang yang menyakiti. Oleh karena itu tinggalkan segala kedengkian karena hidup kita terlalu singkat untuk itu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr