Bagaimana Mengenali Perundungan Emosi

Ini adalah artikel yang baik untuk memahami perundungan emosi yang sering tidak disadari oleh pelaku maupun korbannya. Dengan membaca artikel ini paling tidak kita dapat mengintrospeksi diri apakah kita termasuk pelakunya atau bahkan korban.

2,462 views   |   1 shares
  • Perundungan emosi memiliki banyak definisi, tetapi yang terbaik terlihat dalam bentuk perilaku khas hubungan dinamis. Perundungan emosi cenderung terjadi di sekitar ketidakseimbangan kekuasaan, di mana paling sedikit seseorang dalam hubungan tersebut sedang mengendalikan secara psikologis kadang-kadang bahkan secara fisik. Tetapi perundungan emosi itu sendiri tidak melibatkan agresi fisik. Yang menarik, meskipun perundungan emosi itu sering berbentuk demikian, tetapi perundungan tersebut dilakukan tanpa kesadaran, kejelasan, atau maksud.

  • Seseorang yang dibesarkan dalam lingkungan perundungan emosi mungkin tidak mengenali cara-cara memperundung itu sendiri. Atau mereka mungkin tidak mengenali perundungan yang terjadi terhadap dirinya itu tidak wajar. Seseorang mungkin juga mencampuradukan antara kendali dan perhatian, dan melihat sikap dominasi atau invasi sebagai bukan hanya wajar dan perlu, tetapi juga sebagai tanda kasih.

  • Perundungan emosi dalam hubungan dan pernikahan dapat terlihat dalam dua bentuk. Bentuk yang lebih agresif perundungan emosi itu kentara, dan mewarisi Anda dengan pengalaman yang dipahami secara eksplisit. Anda mengetahui apa yang mereka pikirkan, rasakan dan katakan tentang Anda, seperti yang dilakukan orang lain terhadap Anda.

  • Bentuk yang lebih pasif dari perundungan emosi itu sedikit lebih tidak mendominasi, dan lebih banyak berbentuk cemoohan. Mengungkit-ungkit hal-hal kecil dan yang nampak tak berarti atau koreksi yang berkali-kali sehingga terjadi hubungan seperti seorang tuan terhadap budaknya. Dan Anda tidak sungguh-sungguh memahami apa yang dipikirkan, dirasakan atau dikatakan tentang Anda oleh perundung Anda – atau bahkan apa yang dilakukan oleh perundung itu terhadap Anda.

  • Jadi, bagaimana Anda tahu jika pasangan, rekan hidup Anda atau seseorang dalam hidup Anda sedang memperundung emosi Anda?

  • Tanda-tanda perundungan emosi yang lebih agresif:

  • Memberi Anda julukan

  • Dia mungkin menggunakan julukan, apakah ketika sedang bertengkar, atau menegur, atau menyapa, adalah bentuk kekanak-kanakan dan tidak menghormat. Anda bodoh, tidak berguna, jelek atau julukan menghina lainnya.

  • Merendahkan

  • Anda selalu di bawahnya. Dia selalu membuat Anda dan prestasi Anda tidak ada gunanya dan tidak penting. Dan dia mungkin membuat Anda malu di depan orang lain yang menaruh perhatian dan menghargai Anda.

  • Hukuman dan kritik

  • Anda tidak dapat melakukan apa saja dengan benar. Apa pun yang terjadi Anda tetap yang salah. Anda bukan orang, orang tua, teman, dan pengikut yang baik. Sebut sajalah. Atau paling tidak Anda tidak sebaik, atau sebaik melakukannya, seperti dia.

  • Advertisement
  • Mengendalikan dan memiliki

  • Dia mengatur hal-hal kecil yang Anda lakukan, di mana pun Anda berada, apa pun penampilan atau prioritas Anda. Anda tidak dapat pergi ke mana pun tanpa dia, tanpa ijinnya, atau tanpa memberitahunya lebih dahulu. Jika Anda lakukan, akan ada wejangan panjang atau pertengkaran sengit.

  • Tuduhan dan paranoid

  • Tuduhan ketidaksetiaan adalah yang paling khas. Tetapi tuduhan mungkin berbentuk yang tidak masuk akal seperti berselingkuh dengan seorang teman, anggota keluarga atau demi uang. Dia mungkin menuduh Anda mencuri darinya, atau bahkan coba mencelakainya atau anak-anak Anda.

  • Ancaman

  • Dia mungkin mengancam menggunakan kekerasan, mempermalukannya atau meninggalkannya, yang membungkam keberatan atas perlakuan yang menyiksa.

  • Memanipulasi dan korupsi

  • Dia akan menyodorkan agenda yang hanya menguntungkan atau menyenangkannya. Atau seseorang yang cenderung merusak atau ofensif kepada Anda. Dia akan sering meyakinkan Anda agar patuh, atau menuduhkan ide yang nampak datang dari Anda, padahal bukan.

  • Suap dan pemutarbalikan

  • dia akan menggunakan sebuah rahasia, seperti perundungan itu sendiri, misalnya, sebagai sebuah cara untuk tetap dan meningkatkan kendali.

  • Isolasi

  • Dia menjauhkan Anda dari teman, keluarga, rekan kerja, dan orang lain yang menaruh perhatian tentang kesehatan dan kesejahteraan Anda, dan kalau bisa semua orang di dunia. Ini membantunya tetap dalam kendali. Orang yang dibutuhkan hanyalah dia.

  • Eksibisi dan suka memata-matai

  • Dia membanggakan keperundungannya, kebebasannya, ketidak bergantungannya, dan bahkan selingkuhnya di depan Anda. Dia mungkin ingin melihat Anda menderita karena kendali dan perendahan, dan mengajak orang lain melakukan hal yang sama terhadap Anda. Dia mungkin naik ke atas meja sambil membuat film selama Anda mengepel lantai di atas tangan dan lutut Anda.

  • Tanda-tanda perundungan emosi yang lebih pasif:

  • Merasa bersalah dan malu

  • Dia mencoba membuat Anda merasa bersalah tentang sesuatu yang di luar kendali Anda. Ketika sesuatu rusak, dan memang semua pasti akan rusak pada akhirnya, maka kesalahan itu ditimpakan kepada Anda. Dan bahkan jika Anda telah mencoba dengan cara terbaik untuk tetap baik, atau memperbaikinya, usaha Anda masih tidak cukup.

  • Menyalahkan

  • Semua masalah timbul karena Anda, dan dia tidak pernah bersalah. Anda pantas menerima perlakuannya, dan orang lain terhadap Anda. Sekali lagi, Anda bertanggung jawab untuk apa yang dilakukan orang lain.

  • Advertisement
  • Membanding-bandingkan dan celaan

  • Anda tidak cukup baik karena memang demikianlah Anda itu. Anda perlu berubah. Atau Anda perlu menjadi lebih seperti orang lain. Dan bahkan setelah diusahakan, mungkin masih kurang juga.

  • Koreksi

  • Kesalahan itu dilarang. Dia membuat aturan dan memutuskan kapan dan bagaimana menghancurkan mereka. Dijamin atau tidak, dia akan mencari-cari sesuatu yang salah yang Anda lakukan dan membuat Anda menyadarinya.

  • Gosip

  • Dia menjelek-jelekan atau cerita yang menyedihkan tentang Anda di belakang Anda. Terutama kepada orang lain yang menghormati Anda untuk merusak opini mereka terhadap Anda, atau agar orang lain yang sudah tidak suka dengan Anda bertambah tidak suka.

  • Sabotase

  • Dia terang-terangan atau sembunyi-sembunyi mendiskreditkan, menolak untuk membantu Anda, atau menghalang-halangi Anda dan prestasi Anda.

  • Mengabaikan

  • Dia menggunakan aksi membisu. Biasanya digunakan sebagai hukuman atau perbuatan, perkataan, atau bahkan pikiran atau menjadi seseorang yang dicelanya.

  • Penolakan dan pengabaian

  • Dia dengan sengaja mengurangi cintanya, kasihnya, dukungannya, keintimannya, waktu bersama atau segala sesuatu yang dibutuhkan dalam suatu hubungan.

  • Penimbunan dan pemaksaan

  • Dia akan terus menerus menyelundup ke dalam hidup Anda, dan bahkan hidup orang lain di sekeliling Anda. Dia ingin mendapatkan akses menyeluruh. Dia selalu ingin Anda berada di dekatnya, selalu menghubunginya, atau siap untuk dia. Dia memberitahu Anda apa yang hendaknya Anda lakukan atau tidak. Dia menanyai teman-teman, keluarga, rekan kerja bahkan majikan Anda tentang hidup Anda secara terperinci.

  • Jika Anda mengira Anda memiliki hubungan yang bersifat perundungan emosi carilah bantuan profesional. Atau, paling sedikit, berbicaralah kepada seseorang yang Anda percayai tentang hal itu. Jelajahi internet dan carilah apa yang ada di situ, apa bentuknya dan apa yang dirasakan, dan bagaimana menghentikannya. Putuskan bahwa Anda pantas memiliki hubungan yang sehat dan bahagia. Bekerja sama membangun hubungan sehat dan bahagia dengan siapa saja yang ingin membangun bersama Anda.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “How to recognize emotional abuse” karya Georgia Lee.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Georgia D. Lee is a graduate of the University of Miami School of Business and founder of www.Spiritual-Life-Skills.com, a multimedia self-help, self-actualization, spiritual education and personal empowerment system.

Bagaimana Mengenali Perundungan Emosi

Ini adalah artikel yang baik untuk memahami perundungan emosi yang sering tidak disadari oleh pelaku maupun korbannya. Dengan membaca artikel ini paling tidak kita dapat mengintrospeksi diri apakah kita termasuk pelakunya atau bahkan korban.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr