Waktu Terbaik untuk Melakukan Kebaikan

Ketika seseorang sedang merasakan kemarahan dan sakit hati, kita perlu bereaksi dengan kebaikan. Perbincangan adalah tipikal. Ini termasuk pertanyaan biasa tentang sekolah. Tak lama setelah itu, putri saya segera berteriak.

904 views   |   shares
  • Ketika seseorang sedang merasakan kemarahan dan sakit hati, kita perlu bereaksi dengan kebaikan.

  • Perbincangan adalah tipikal. Ini termasuk pertanyaan biasa tentang sekolah. Tak lama setelah itu, putri saya segera berteriak kepada saya dan mengatakan kepada saya untuk diam. Lalu dia mundur ke dalam kesendiriannya di dalam kamarnya. Ledakan tersebut benar-benar tidak terduga dan di luar karakternya. Saya tertegun dan merasa sakit hati. Saya tidak dapat berpikir mengapa percakapan biasa kami telah memburuk begitu cepat.

  • Dorongan pertama saya adalah untuk mengikutinya ke dalam kamarnya dan memanggilnya ke luar untuk perlakuan kurang hormatnya. Dia telah berperilaku tidak sopan dan saya tidak suka atas perilakunya tersebut. Namun kemudian saya teringat bagaimana Molly dan saya tahu putri saya memerlukan saya lebih daripada kemarahan saya.

  • Saya masih seorang remaja ketika ayah saya membawa pulang Molly dan Gabe. Dua ekor anak anjing ras yang cantik. Keduanya adalah anjing yang cantik dan kami dengan segera menyukai mereka. Mereka lembut dan sabar. Mereka tidak pernah menjadi kasar atau kesal, tidak peduli atau terlepas dari seberapa banyak mereka dipeluk, dibelai, digosok dan bermain yang menjadikan mereka sebuah sasaran.

  • Suatu hari saya sedang memundurkan mobil dari halaman rumah untuk pergi bekerja. Saya belum melaju terlalu jauh ketika saya merasakan “guncangan”. Saya kel uar dari dalam mobil dan melihat Molly meringis dan mendengking kesakitan dan berusaha menyeret tubuhnya ke luar dari ban belakang mobil bersamaan dengan saya berteriak meminta tolong dan menangis untuk apa yang telah saya lakukan.

  • Saya terus menangis ketika saya mengingat hari itu. Molly terluka parah. Dia hampir tidak dapat bergerak. Adik lelaki saya yang berusia 13 tahun, Bruce datang berlari untuk membantunya, dia dengan hati-hati dan lembut mengangkat Molly ke dalam pelukannya. Molly sangat menderita dan kesakitan, merasa geram dan marah lalu mengigit Bruce selagi dia membawa Molly ke tempat tidurnya. Bruce tidak menjatuhkan atau menjadi marah dengan Molly. Dia terus berbicara kepada Molly dengan kata-kata yang lembut dan menenangkan. Dia dengan lembut dan halus membaringkannya ke tempat tidurnya, dan kemudian, tanpa mencemaskan luka gigitannya, dia membelai kepala Molly dan menenangkannya.

  • Molly meninggal beberapa menit kemudian. Sementara kami menangis, ibu saya merawat luka gigitan di tangan Bruce. Kesakitan yang dirasakan oleh Molly telah menyebabkan Molly melawan Bruce dan menyakitinya.

  • Advertisement
  • Terkadang adalah sulit untuk memahami perasaan kita. Kita menangis saat kita sedih, namun juga menangis ketika kita bahagia dan bahkan terkadang kita menangis ketika kita marah. Terkadang kita menyerang karena kemarahan, namun juga terkadang kita menyerang karena rasa sakit. Terkadang hati kita sakit karena cinta dan kerinduan dan terkadang pula kita sakit karena kesedihan atau rasa sakit hati.

  • Ketika putri saya menyerang saya, dia tidak benar-benar sedang marah. Dia sedang terluka, dan setelah kami duduk berdua dan membicarakan hal tersebut, dengan kasih, kesabaran dan air mata, dia memberitahu saya mengenai hal-hal yang yang menyakitkan dan hal-hal sulit yang sedang dia alami. Dia tidak marah kepada saya, dia hanya sedang merasakan kesakitan.

  • Pikirkan berapa banyak hal yang baik dapat terjadi jika kita selalu memiliki reaksi yang tenang dan ramah serta penuh kasih, sampai ke dasar akar masalah yang menyebabkan rasa sakit atau putus asa, atau kesulitan yang dapat menyebabkan seseorang berperilaku buruk kepada kita. Saya tahu saya terlalu sering merasa bersalah dengan melompat dan beralih ke dalam suatu keributan dan membawa keadaan yang buruk menjadi lebih buruk. Ketika kita melakukan hal tersebut, berarti kita telah memupuk rasa sakit kepada orang yang telah menderita. Saya mencoba untuk mengambil contoh dan teladan dari Bruce dan Molly yang rapuh ketika Molly menggigitnya atau berteriak kepadanya sebagai balasan saat ia terbaring lemah di tempat tidurnya.

  • Kita tidak akan menjadi salah ketika kita merespon dengan kebaikan dan kasih. Bagaimana kita melakukannya?

  • Turunkan volume suara Anda

  • Adalah sifat alami manusia untuk merespon kekerasan dengan kekerasan meskipun ini mungkin salah satu cara untuk melepaskan emosi dari perasaan yang sakit atau terhadap pembelaan diri, hal tersebut jarang dapat meningkatkan situasi untuk lebih baik dan biasanya hanya membuat keadaan menjadi lebih buruk. Tidak peduli bagaimana sulitnya untuk menjaga suara Anda pada tingkat normal percakapan. Ada satu ayat dalam tulisan suci suatu agama yang berbunyi "Jawaban lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah.”

  • Menjauh atau mengambil jeda waktu pada situasi tersebut

  • Beberapa menyarankan menghitung sampai angka 10 untuk menenangkan diri Anda sendiri, namun menghitung sampai angka 10 mungkin tidaklah cukup menjauhkan diri Anda dari situasi yang buruk. Ambilah jeda waktu selama yang Anda butuhkan untuk dapat bertindak dengan kasih dan tidak dengan kemarahan.

  • Advertisement
  • Berdoa

  • Mintalah kepada Allah untuk petunjuk atau bimbingan. Dia memahami tidak hanya rasa terluka yang Anda rasakan dari orang yang menyerang Anda dengan kemarahan, namun juga rasa sakit dari orang yang menjadi korban dari penyerangan tersebut. Biarkan Dia membimbing Anda sehingga kita mampu merespon kemarahan dengan cinta kasih.

  • Ajukan pertanyaan

  • Setelah kita dapat berkomunikasi dengan kasih dan kebaikan, ajukan pertanyaan. Sebagian besar dari kita tidak dapat membaca pikiran orang lain. Ketika kita bertanya dengan rasa kasih, pertanyaan yang jujur, kita dapat lebih memahami perasaan yang mendorong ledakan kemarahan tersebut. Seringkali, mereka tidak ada hubungannya dengan kita atau karena keadaan yang mendesak ketika kita memahami beban yang dipikul oleh orang yang kita kasihi, kita dapat membantu memikul beban tersebut dan meringankan rasa sakit yang dirasakan tersebut.

  • Pikirkan mengenai gambaran yang lebih besar

  • Terlalu sering kita bertengkar mengenai hal-hal yang cepat berlalu dan tidak akan menjadi masalah dalam waktu seminggu ke depan. Hal-hal tersebut bahkan tidak akan menjadi masalah dalam waktu 10 menit ke depan. Ingatlah bahwa hubungan cinta kasih kita jauh lebih penting daripada keadaan situasi kita pada saat hal tersebut berlangsung. Pastikan tindakan-tindakan kita dapat mencerminkan nilai hubungan cinta kasih tersebut.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Syane Nathalia dari artikel asli "The best time for kindness is when it's the hardest" karya Karey White.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Karey White is an author, a wife and a mother of four. Contact her at kareylwhite@gmail.com

Waktu Terbaik untuk Melakukan Kebaikan

Ketika seseorang sedang merasakan kemarahan dan sakit hati, kita perlu bereaksi dengan kebaikan. Perbincangan adalah tipikal. Ini termasuk pertanyaan biasa tentang sekolah. Tak lama setelah itu, putri saya segera berteriak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr