Sembilan Fakta tentang Kartu Kredit yang Sering Kali Luput dari Pertimbangan Kita

Kartu kredit bukanlah penghasilan tambahan. Kemudahan yang ditawarkannya adalah utang yang harus Anda kembalikan. Jangan terkecoh oleh kemudahan yang ditawarkannya.

11,280 views   |   8 shares
  • Di dunia yang tampaknya semakin terseret oleh arus konsumerisme, membeli barang-barang yang kita inginkan tanpa uang tunai kini semakin mudah. Uang yang dahulu berwujud kepingan logam atau kertas kini telah berubah menjadi kartu magnetik yang dengan hanya sekali gesek saja, Anda dapat memperoleh barang-barang atau kesenangan yang Anda inginkan.

  • Saat ini banyak perusahaan perbankan yang menawarkan fasilitas kartu kredit kepada para calon nasabah tanpa verifikasi yang jelas dan ketat mengenai kemampuan calon nasabah tersebut untuk mengembalikan pinjamannya berdasarkan jumlah pendapatan orang itu. Bila kita memasuki pusat perbelanjaan di kota-kota besar, sering kali kita disambut oleh para tenaga pemasaran layanan kartu kredit dari bank tertentu bahkan saat kita masih berada di pintu masuk. Dengan bermodalkan kartu identitas dan salinan kartu kredit yang telah Anda miliki sebelumnya, Anda dengan mudah mendapatkan fasilitas kartu kredit berikutnya dari bank lain.

  • Hal lain yang agak ironis adalah bahkan momen hari-hari besar keagamaan yang seharusnya dirayakan secara khusyuk dan khidmat, telah dimanfaatkan oleh dunia komersial termasuk perusahaan penyelenggara kartu kredit dengan segala propaganda dan iming-iming keuntungan atau potongan harga, mereka berupaya dengan cara menanamkan gagasan dan kesan dalam pikiran Anda bahwa momen perayaan hari-hari besar keagamaan adalah waktu untuk berbelanja secara mewah dan berlebihan sekalipun tanpa uang tunai. Seruan semacam itu dapat berarti bahwa inilah saatnya bagi Anda untuk berutang. Bagaimanapun ini hanyalah tipuan iklan belaka.

  • Kecenderungan unik lainnya adalah bahwa bila Anda membayar utang kartu kredit Anda dengan cara mencicil, pihak penerbit kartu kredit akan semakin senang, lalu tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada Anda, mereka menaikkan plafon pinjaman Anda. Bagi sebagian orang hal ini mungkin terlihat menggembirakan. Mereka mengira bahwa peningkatan plafon pinjaman sama dengan “rezeki nomplok,” karena mereka merasa memperoleh keleluasaan yang lebih besar untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan atau pergi ke restoran kegemaran mereka.

  • Meskipun berutang bukanlah dosa sejauh Anda mengembalikannya secara penuh, namun utang sangat berpotensi untuk mendatangkan "malapetaka" terhadap keamanan keuangan dan ketenteraman rumah tangga. Tidak jarang utang bahkan mengharuskan Anda untuk mengorbankan kepentingan lain yang lebih utama dalam keluarga.

  • Berikut ini adalah sembilan fakta tentang utang dan kartu kredit yang sering kali luput dari pertimbangan kita:

  • Advertisement
    • Perjanjian layanan kartu kredit adalah perjanjian utang-piutang, dan itu akan mengikat Anda. Setelah Anda terikat dalam perjanjian tersebut, Anda tidak dapat menghindar begitu saja darinya.

    • Kartu kredit bukanlah penghasilan tambahan. Kemudahan yang ditawarkannya adalah utang yang harus Anda kembalikan. Jangan terkecoh oleh kemudahan yang ditawarkannya.

    • Dengan kartu kredit Anda mungkin merasa bahwa kemampuan Anda untuk membeli menjadi bertambah, namun itu tidak dengan serta-merta diiringi oleh peningkatan kemampuan Anda untuk membayar. Pertambahan pendapatan Andalah yang meningkatkan daya beli Anda.

    • Bila Anda membeli suatu barang dengan menggunakan kartu kredit, itu hanyalah menunda pembayaran secara tunai, namun tetap saja Anda harus membayarnya kemudian beserta sejumlah bunga dan biaya yang dikenakan atas penggunaan kartu kredit Anda.

    • Bila Anda membeli suatu barang dengan menggunakan kartu kredit, dengan suatu rencana untuk mencicil pembayarannya selama jangka waktu tertentu di masa yang akan datang, itu berarti Anda memastikan bahwa keadaan ekonomi dan kemampuan Anda untuk membayar akan tetap sama setidak-tidaknya selama jangka waktu cicilan tersebut. Lalu, apa yang akan terjadi bila di tengah-tengah periode pembayaran yang Anda maksud, sesuatu yang tidak Anda sangka-sangka terjadi pada pekerjaan Anda serta berdampak pada kemampuan Anda untuk melunasi utang Anda? Siapakah di antara kita yang dapat menghadirkan kepastian akan hari esok?

    • Membayar bunga atas sejumlah utang kartu kredit adalah sama dengan menyumbangkan uang Anda secara cuma-cuma kepada orang lain, sementara pihak yang Anda untungkan mungkin saja lebih sejahtera daripada Anda sendiri.

    • Bunga yang dikenakan kepada Anda atas penggunaan kartu kredit akan berjalan terus tanpa kenal hari libur. Selanjutnya bila Anda tidak berhati-hati, kewajiban membayar bunga akan menjadi “tuan” yang memaksa Anda untuk bekerja keras untuknya.

    • Saat jatuh tempo pembayaran tiba, utang Anda tidak pernah bersedia menerima alasan atau pengecualian hanya karena Anda mengalami masalah kesehatan atau guncangan pada pekerjaan ataupun bisnis Anda. Dia akan terus menuntut Anda tanpa belas kasihan.

    • Kartu kredit tidak menaikkan kedudukan sosial Anda. Sebagai pengguna kartu kredit Anda bukanlah anggota dari strata masyarakat tertentu yang barangkali dianggap lebih bergengsi. Itu hanyalah anggapan kosong. Yang terjadi justru sebaliknya, bila Anda lalai dalam kewajiban pelunasan utang kartu kredit Anda, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami masalah psikososial sebagai reaksi terhadap anggapan orang lain tentang diri Anda, selain tekanan emosi dan gangguan ketenteraman pribadi karena Anda merasa “dikejar-kejar” oleh kewajiban untuk melunasi utang Anda.

  • Advertisement
  • Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, sedapat mungkin hindarilah utang. Kalau pun Anda terpaksa berutang, berutanglah secara bijaksana. Pastikan bahwa utang itu hanya untuk kepentingan yang sangat mendasar dan produktif serta tetap berada dalam batas kemampuan Anda untuk melunasinya. Bagaimanapun, kehidupan Anda akan lebih bebas tanpa utang.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Setiaman Zebua is a native of Nias, Sumatra Utara,now living in Bekasi, Jawa Barat, Indonesia, and working for a family owned catering business. He is a father of two. Email me: zebuase@gmail.com

Sembilan Fakta tentang Kartu Kredit yang Sering Kali Luput dari Pertimbangan Kita

Kartu kredit bukanlah penghasilan tambahan. Kemudahan yang ditawarkannya adalah utang yang harus Anda kembalikan. Jangan terkecoh oleh kemudahan yang ditawarkannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr