Memiliki Bayi dan Merasa Takut: 6 Cara yang Salah dalam Merawat Bayi yang Baru Lahir

Sekitar 16 tahun silam, saya adalah seorang ibu baru yang melakukan beberapa kesalahan dalam merawat bayi pertamanya.

4,044 views   |   4 shares
  • Sekitar 16 tahun silam, saya adalah seorang ibu baru yang melakukan beberapa kesalahan dalam merawat bayi pertamanya. Buah hati kesayangan saya adalah seorang bayi yang sangat mungil dengan mata yang bening dan lesung pipit di pipinya namun suka menangis. Tampaknya dia sulit ditenangkan, dan saya menjadi lelah, letih dan hidup saya berantakan karenanya.

  • Yang membuat keadaan lebih buruk adalah suami saya berada jauh dari tempat saya tinggal, dia sekolah calon perwira untuk Angkatan Laut. Jadi, 4 bulan pertama bayi kami saya tinggal di rumah sendiri.

  • Kemudian saya memiliki tiga anak lagi yang membuat saya sadar dan mengatakan dalam benak saya "Oh, begitu!" Saya menemukan beberapa pemahaman tentang cara yang SALAH untuk merawat bayi yang baru lahir, antara lain:

  • 1. Jangan Membuat Bayi Anda Kelaparan!

  • Karena sudah bawaan dari alam, saya adalah orang yang selalu mengikuti aturan dari A sampai Z, ketika dokter dari anak pertama saya memberikan arahan untuk memberi makan bayi saya setiap 4 jam sekali, saya selalu melihat jam setiap akan memberinya makan dan akhirnya terbentuklah suatu pola jadwal makan untuk bayi saya. Masalahnya produksi ASI saya sedikit, akibat dari saya jarang menyusui bayi saya, dan akhirnya membuat bayi saya selalu kelaparan. Ketika akhirnya saya belajar bahwa bayi yang baru lahir harus diberi makan setiap dia memintanya, saya mulai menambahkan susu formula, semenjak itu berat badan bayi saya meningkat dan suasana hatinya juga berubah senang. Saya merasa ngeri karena saya telah membiarkan anak saya kelaparan. Tidak heran jika saat ini, anak saya selalu memakan apapun yang dapat diraih oleh tangan mungilnya.

  • 2. Hanya Karena Anda Suka Melakukan Hobi Anda, Jangan Sampai Anda Mengabaikan untuk Menggendong Bayi Anda

  • Saya perlu menundukkan kepala saya karena malu dan pantas mendapat hukuman cambuk untuk masalah yang satu ini. Ketika bayi pertama saya lahir, seni membuat scrapbook atau jurnal bergambar sedang naik daun. Saya sering terlalu membenamkan diri dalam stiker-stiker lucu, potongan-potongan sulit dan menarik, gunting dan foto-foto. Ketika bayi saya menangis, terkadang saya lebih memilih membuang waktu mengerjakan hobi saya daripada menggendong bayi saya. Ayunan memang menolong, namun saya termasuk orang yang tidak baik karena membiarkan bayi saya menangis, sementara saya asyik melakukan hobi saya.

  • 3. Jangan Terlalu Tegang

  • Ini adalah siklus yang berbahaya - Ketegangan, saraf lelah saya dan stres dari bayi yang baru lahir tidak akan membantu satu sama lain. Saya menyadari bahwa saya perlu benar-benar mengendalikan situasi dan menenangkan diri. Seperti pepatah mengatakan "Kalau Ibu tidak senang, maka semuanya juga tidak senang". Bayi Anda akan menangkap situasi hati dan emosi Anda lalu bayi Anda akan memberikan reaksinya. Biarkanlah si ayah dalam hal ini mengambil alih untuk membagikan waktunya bersama sang bayi, sementara Anda dapat bersantai. Biarkan si ayah dan bayi Anda menjalin ikatan batin satu sama lain.

  • Advertisement
  • 4. Jangan Membuat Jadwal yang Terlalu Padat

  • Apapun rencana Anda, jika Anda telah memilih tanggal kapan Anda akan melahirkan bayi Anda, atau apakah Anda telah mengetahui kapan kira-kira Anda melahirkan, kosongkanlah jadwal pada kalendar Anda. Jika Anda sedang mengambil cuti hamil, manfaatkan waktu Anda dengan mencurahkan waktu untuk bayi Anda, diri Anda dan keluarga Anda. Jika Anda ingin melakukan sesuatu dan Anda merasa aman membawa bayi Anda keluar rumah, maka Anda dapat pergi makan siang bersama teman Anda atau ke salon. Atau Anda dapat bersantai saja di rumah sambil memanfaatkan waktu untuk memeluk bayi Anda yang baru lahir.

  • 5. Jangan Pernah Menolak Bantuan!

  • Jika ibu mertua atau teman baik Anda menawarkan untuk membawakan makan malam, janganlah Anda menolak bantuan mereka. Terimalah apapun tawaran yang datang kepada Anda, baik itu mungkin membersihkan lantai dapur atau membantu menjaga anak-anak Anda yang lain. Orang lain berhasrat membantu Anda. Menolak bantuan tidak hanya mengecewakan si pemberi bantuan, tetapi juga melewatkan kesempatan berharga bagi Anda. Sekarang bukanlah waktu untuk berpura-pura menjadi "wanita mandiri" yang tak acuh. Anda baru saja memiliki bayi, jadi terimalah bantuan orang lain.

  • 6. Jangan Pernah Tinggalkan Bayi Anda Bersama Anak Balita Anda tanpa Pengawasan

  • Suatu pagi sekitar satu bulan setelah kelahiran anak kedua saya, saya meninggalkan bayi saya berbaring di atas selimut di ruang keluarga kami. Ketika saya kembali beberapa menit kemudian, kakak laki-lakinya yang masih berumur 2 tahun, menyeret kaki adiknya di dalam selimut tersebut. Dia sedang bermain dengan adik barunya dan berpikir bahwa menyeret adiknya tidak apa-apa. Saya langsung panik ketika melihatnya, untung bayi saya tidak mengalami cedera apapun. Dan untung anak saya yang pertama tidak terkena amarah ibunya.

  • Untuk para ibu muda, banyak kesalahan yang dapat dan akan terjadi, tetapi akan ada lebih banyak hal yang akan berjalan dengan baik. Saya adalah seorang yang naif dan bodoh tentang banyak aspek bagaimana menjadi seorang ibu baru yang baik untuk anaknya. Namun, saya telah belajar dari pengalaman saya bahwa ketika Anda bersedia untuk mengorbankan waktu, pekerjaan, dan kepentingan Anda yang lain demi mencintai dan memelihara bayi, Anda akan menuai manfaat yang lebih memuaskan, bayi Anda juga akan aman dan ikatan batin Anda dengan bayi Anda akan diperkuat. Lalu tak lupa scrapbook atau jurnal bergambar Anda akan selesai juga cepat atau lambat.

  • Advertisement
  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Syane Nathalia dari artikel asli "Having a baby and terrified 6 ways NOT to care for a newborn" karya Megan Gladwell.

Bantu kami menyebarkan

Megan Gladwell is an Indiana native and mother of four. She blogs at bookclub41.blogspot.com.

Memiliki Bayi dan Merasa Takut: 6 Cara yang Salah dalam Merawat Bayi yang Baru Lahir

Sekitar 16 tahun silam, saya adalah seorang ibu baru yang melakukan beberapa kesalahan dalam merawat bayi pertamanya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr