Rumahku, Istanaku

Rumah yang nyaman adalah rumah di mana anak-anak akan menemukan orang-orang yang mengasihi mereka, yang memiliki waktu untuk mendengarkan dan membantu mereka. Rumah dimana mereka merasa diterima dan mendapatkan penghiburan seburuk apapun hari mereka.

11,053 views   |   46 shares
  • Pernahkah Anda mendengar seorang anak yang mengeluh karena harus pulang ke rumah setelah sekolah usai? Logikanya memang seorang anak sekolah akan sangat senang ketika bel tanda sekolah usai berbunyi dan mereka bisa pulang ke rumah. Tetapi entah mengapa, banyak anak yang justru tidak terlihat senang ketika harus pulang ke rumah. Banyak dari mereka justru mengambil sebanyak mungkin kegiatan ekstrakulikuler hanya agar bisa mengulur waktu selama mungkin supaya tidak segera pulang ke rumah. Atau yang lebih parah, banyak anak-anak yang memilih untuk menghabiskan waktu di jalan, di mall, atau di rumah teman mereka. Fenomena itu bukanlah hal baru. Sejak jaman saya bersekolah dulu, banyak teman saya yang lebih senang menghabiskan waktu sepulang sekolah dengan hanya sekedar nongkrong di sekolahan sampai sore, atau jalan-jalan ke mall, atau keluyuran ke pantai. Pada waktu itu, saya tidak mengerti mengapa mereka tidak senang ketika waktunya pulang.

  • Bukankah seharusnya rumah menjadi tempat ternyaman dimana setiap penghuninya akan selalu merindukan tempat itu ketika mereka tidak berada di sana? Dan tanggung jawab siapakah untuk menjadikan rumah sebagai tempat ternyaman? Jawabannya adalah semua anggota keluarga yang tinggal di sana tetapi tanggung jawab terbesar pastilah terletak pada orang tua. Suatu kali ibu dari salah seorang murid les saya bercerita bahwa teman-teman kedua anak lelakinya suka sekali datang bermain di rumahnya sepulang mereka sekolah. Bahkan ada seorang anak, teman anak bungsunya yang terkadang harus diingatkan untuk pulang karena sampai menjelang sore dia belum juga mau pulang. Dan ketika ditanya kenapa dia tidak mau pulang, jawabannya sungguh sangat klise tetapi memprihatinkan. Anak ini berkata, “ Mau ngapain di rumah, ga ada siapa-siapa, cuma ada si mbak.” Si mbak yang dimaksud adalah asisten rumah tangga. Dia bercerita bahwa kedua orang tuanya bekerja dan biasanya mereka pulang setelah larut malam. Tidak ada yang salah tentang orang tua yang bekerja. Tetapi akan menjadi sangat tidak benar jika hal itu menyebabkan anak-anak kita kurang kasih sayang, perhatian dan pengawasan. Orang tualah yang harus memastikan bahwa anak-anak mereka merasa menjadi bagian dari keluarga, bagian dari rumah. Jangan sampai anak-anak lebih merasa nyaman di rumah keluarga lain, atau di tempat lain. Jangan sampai anak-anak lebih merasa menjadi bagian dari lingkungan apa pun selain keluarga mereka.

  • Menjadikan rumah sebagai tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak kita bukan berarti memenuhi rumah tersebut dengan segala fasilitas yang dibutuhkan atau disenangi anak-anak kita. Rumah yang nyaman adalah rumah di mana anak-anak akan menemukan orang-orang yang mengasihi mereka, yang memiliki waktu untuk mendengarkan dan membantu mereka. Rumah di mana mereka merasa diterima. Rumah yang menawarkan penghiburan seburuk apa pun hari mereka. Dan rumah seperti itu tidak dapat dibeli dengan uang berapa pun. Itu diusahakan dan dibangun oleh kedua orang tua yang peduli dan memiliki kasih bagi anak-anak mereka. Oleh orang tua yang menyadari bahwa memang benar hidup membutuhkan materi, tetapi materi tidaklah lebih penting daripada anak-anak kita. Banyak remaja yang terjebak dengan masalah narkoba, atau terlibat dengan kelompok-kelompok geng yang tidak baik, dimulai dari pergaulan yang salah. Dan itu dikarenakan mereka lebih senang menghabiskan waktu mereka d iluar rumah, yang berarti diluar pengawasan kedua orang tua.

  • Advertisement
  • Tidak bisa dipungkiri, ketika anak beranjak remaja, kebanyakan mereka akan mulai merasa lebih dekat dan nyaman bersama dengan teman-teman sebaya mereka. Tetapi jika sedari kecil mereka diajarkan dan dibiasakan untuk menjadikan keluarga mereka sebagai hal terpenting dibanding apa pun, maka sedekat apa pun mereka bergaul dengan teman-teman mereka, hal itu tidak akan membuat mereka melupakan nilai-nilai yang diajarkan oleh keluarga mereka, di rumah. Oleh karena itu, sebagai orang tua, mari kita lakukan yang terbaik yang kita bisa untuk memastikan anak-anak kita merasa betah ketika mereka berada di rumah. Mari jadikan rumah kita tempat segala aktivitas dimulai dan diakhiri.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

It is my sincere desire and hope that my writing will positively influence readers, and help them be better and happier.

Rumahku, Istanaku

Rumah yang nyaman adalah rumah di mana anak-anak akan menemukan orang-orang yang mengasihi mereka, yang memiliki waktu untuk mendengarkan dan membantu mereka. Rumah dimana mereka merasa diterima dan mendapatkan penghiburan seburuk apapun hari mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr