Uang Saku: Bukan Lagi Uang Anda

Sulit untuk menentukan kapan, berapa sering, dan berapa banyak uang saku yang mesti diberikan. Namun satu hal yang pasti, tempat paling baik bagi anak-anak untuk belajar tentang uang adalah di rumah.

778 views   |   2 shares
  • Rumah adalah tempat terbaik bagi anak-anak untuk belajar tentang uang. Memberi anak Anda uang saku sama juga memberi anak Anda kesempatan untuk belajar mengatur keuangan dengan biaya kecil.

  • Tetapi bila Anda mulai memberi mereka uang saku, berapa sering dan berapa banyak yang mesti diberikan, serta apakah uang saku sebaiknya dikaitkan dengan tugas rumah tangga?

  • Setiap keluarga berbeda, dan tidak ada jawaban yang benar atau salah dalam hal ini, namun ada beberapa saran di bawah yang dapat Anda pertimbangkan bila Anda memutuskan untuk memberi uang saku.

  • Umur berapa?

  • Anak-anak berusia sekitar 3 tahun bersemangat untuk belajar tentang uang, anak-anak usia 5 tahun bersedia menyimpan uangnya untuk beberapa saat. Pada usia dini anak-anak mulai memahami bahwa uang memiliki kekuasaan, tapi mereka memerlukan waktu untuk menyadari betapa berharganya uang. Saat yang tepat untuk memberikan uang saku ialah ketika anak-anak memahami konsep tentang uang: bahwa uang adalah alat penukar untuk barang-barang. Makin banyak pengalaman mereka dengan uang makin cepat mereka memahaminya.

  • Berapa sering?

  • Anda punya banyak waktu bila Anda masih kecil. Anda hendaknya merencanakan untuk memberi uang saku paling tidak sekali seminggu. Anda dapat memperpanjang jaraknya sewaktu mereka bertambah besar. Tetapi begitu Anda menentukan waktunya jangan pernah diubah. Anda harus bisa diandalkan, seperti menerima gaji, tunjukkan bahwa Anda mampu memenuhi janji. Pertimbangkan kapan mereka "naik gaji" seperti bisnis sesungguhnya.

  • Berapa banyak?

  • Ada orang yang berkata bahwa sepuluh ribu rupiah untuk setiap tahun dari usia mereka cukup memadai. Ada pula yang bertanya kepada teman dan mengikuti nasihat mereka. Bila Anda tidak menyukai kedua cara ini, ada dua hal yang bisa dipertimbangkan untuk menentukan jumlahnya.

  • Mula-mula, hitung berapa banyak uang yang selama ini Anda keluarkan untuk mereka. Mungkin lebih murah memberikan uang saku daripada mengeluarkan uang setiap kali mereka perlu sesuatu.

  • Selanjutnya, putuskan apa yang harus mereka bayar sendiri bila mereka punya uang saku. Pertimbangkan pengeluaran (mainan, jajanan, baju, hiburan), tabungan (bila mereka menginginkan sesuatu yang harganya melebihi uang sakunya), berbagi (organisasi amal, gereja, hadiah untuk teman atau keluarga).

  • Apakah uang saku sebaiknya dikaitkan dengan tugas rumah tangga?

  • Setiap orang mempunyai tugas masing-masing sebagai anggota keluarga yang tidak perlu diupah dengan uang. Namun anak-anak akan merasa mempunyai hak yang tidak pada tempatnya bila mereka menerima sesuatu tanpa berbuat apa-apa. Mungkin yang terbaik ialah mengambil jalan tengah. Mereka mendapat uang saku dan diharapkan untuk mengerjakan tugas pribadi maupun rumah tangga, namun mereka punya pilihan untuk bekerja lebih banyak jika mereka perlu lebih banyak uang.

  • Advertisement
  • Uang saku bukan milik Anda lagi

  • Mungkin yang paling sulit ialah membiarkan anak-anak mengatur uang mereka sendiri. Bila Anda memberi anak-anak uang saku, uang itu bukan milik Anda lagi. Anda dapat memberi nasihat yang membantu tentang bagaimana seharusnya mereka memakai uang itu, atau apa yang seharusnya tidak mereka beli, tetapi pada akhirnya Anda harus ingat bahwa inilah saatnya bagi mereka untuk belajar mengatur keuangan. Mereka memang akan melakukan kesalahan, tetapi jauh lebih baik bila mereka belajar dari keberhasilan dan kegagalan mereka sendiri.

  • Sulit untuk menentukan kapan, berapa sering, dan berapa banyak uang saku yang mesti diberikan. Namun satu hal yang pasti, tempat paling baik bagi anak-anak untuk belajar tentang uang adalah di rumah.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Irma Shalimar dari artikel asli "Allowance: It's not your money anymore" karya Gregg Murset.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Gregg Murset is the founder & CEO of www.myjobchart.com. He is a father of six and a certified financial planner. He's on a mission to educate kids about work, responsibility and learning the value of a dollar in a technologically engaging way.

Uang Saku: Bukan Lagi Uang Anda

Sulit untuk menentukan kapan, berapa sering, dan berapa banyak uang saku yang mesti diberikan. Namun satu hal yang pasti, tempat paling baik bagi anak-anak untuk belajar tentang uang adalah di rumah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr