Kematian: Lalu Apa yang Terjadi?

Mengenal keyakinan-keyakinan berikut ini memberi kita serta para anggota keluarga kita penghiburan serta pengharapan bahwa kehidupan tidak berakhir dengan kematian.

2,396 views   |   1 shares
  • Adalah suatu kenyataan bahwa sejak saat kita dilahirkan, kita akan meninggal nantinya. Kematian merupakan bagian dari kehidupan begitu juga dengan kehidupan itu sendiri. Jadi mengapa kita begitu takut dengan kematian? Nampaknya manusia memiliki ketakutan akan hal-hal yang mereka tidak ketahui termasuk apa yang akan terjadi setelah kita mati. Berbagai keyakinan percaya banyak hal tentang kematian, tapi sampai kita mengalami kematian itu sendiri, kita hanya memiliki harapan. Mengenal keyakinan-keyakinan berikut ini memberi kita serta para anggota keluarga kita penghiburan serta pengharapan bahwa kehidupan tidak berakhir dengan kematian.

  • Kepercayaan Kristen

    • Baptist (Pastor Harris). Para pengikut Kristus akan hidup kekal di hadirat Yesus Kristus. Orang-orang Kristen meninggal; tubuh mereka dikubur tetapi roh atau jiwa mereka segera memasuki hadirat Tuhan di surga. Ketika Yesus Kristus kembali ke bumi, tubuh-tubuh orang Kristen akan dibangkitkan dari antara orang mati, dijadikan sempurna, dan selanjutnya dipersatukan dengan roh mereka untuk hidup selamanya bersama Yesus. Mereka orang-orang yang tidak percaya, para pembunuh, orang-orang tak bermoral, tukang tenung, para pemuja berhala, dan para pembohong akan dimasukkan ke dalam danau api dan belerang: kematian kedua. Semuanya akan mati, tapi orang-orang Kristen tidak akan mengalami kematian kedua ini.

    • Katolik. Mengajarkan bahwa setiap jiwa rohani “adalah kekal: Tidak musnah ketika terpisah dari tubuh saat kematian, dan akan dipersatukan lagi dengan tubuh saat Kebangkitan akhir." Saat kematian, jiwa berpisah dari tubuh, secepatnya diadili, dan memasuki baik surga (langsung ke surga atau setelah jiwa mereka ditebus) atau neraka.

    • Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Kematian merupakan perpisahan sementara antara roh dan tubuh. Roh tinggal di dunia roh. Orang-orang yang menerima Injil Yesus Kristus serta hidup saleh akan masuk surga. Mereka yang menolak Injil dan mereka yang meninggal tanpa pengetahuan kebenaran masuk ke penjara roh (neraka). Roh-roh yang saleh di surga mengajar roh-roh yang jahat di neraka. Mereka dapat bertobat, yang membuka pintu penjara di mana mereka yang terbelenggu dengan rantai neraka dapat membebaskan diri mereka sendiri dari kegelapan, ketidakpercayaan, ketidaktahuan, dan dosa. Mereka dapat meninggalkan neraka yang memenjarakan mereka dan tinggal dengan orang-orang yang saleh di surga sampai Kebangkitan dan Pengadilan. Setelah kebangkitan dan pengadilan, kita akan tinggal di salah satu dari tiga kerajaan kemuliaan. Ada tiga tingkatan kebenaran yang berbeda di bumi, dan ada kerajaan-kerajaan dengan tingkat kemuliaan yang berbeda di kehidupan selanjutnya: kerajaan selestial adalah yang tertinggi, diikuti oleh terestrial dan telestial. Untuk memberikan pahala bagi tingkat kepatuhan yang berbeda, akan ada “banyak rumah.” Mereka yang memperoleh kerajaan selestial akan dimuliakan ke keadaan seperti Allah yang berarti kehidupan kekal. Kehidupan kekal mencakup seorang Bapa di surga yang pengasih, para anggota keluarga kita, para leluhur kita serta keturunan kita.

  • Advertisement
  • Kepercayaan Hindu

  • Jiwa melewati putaran kehidupan yang terus-menerus dan inkarnasi selanjutnya bergantung pada bagaimana kehidupan sebelumnya dijalankan (karma).

  • Manusia membangun karma, baik atau buruk, berdasarkan tindakan-tindakan mereka dalam kehidupan tersebut. Karma mempengaruhi kehidupan selanjutnya serta keberadaan mereka Manusia harus bertanggung jawab untuk tindakan-tindakan mereka di setiap kehidupan. Kematian merupakan putaran kehidupan yang terakhir yang bermakna sebagai ‘pengorbanan terakhir’.

  • Moksha adalah akhir dari putaran kematian dan kelahiran kembali dan digolongkan sebagai tujuan keempat dan terakhir. Hal ini dicapai dengan mengatasi ketidaktahuan serta keinginan.

  • Kepercayaan Yahudi

  • Agama Yahudi tradisional sangat percaya bahwa kematian bukan akhir dari keberadaan manusia tetapi mereka tidak memiliki pengetahuan tentang kehidupan setelah kematian, dengan demikian pendapat pribadi bermunculan. Yahudi Ortodok dapat percaya bahwa jiwa dari orang benar yang meninggal akan pergi ke suatu tempat mirip surganya orang Kristen, atau mereka reinkarnasi melalui banyak kehidupan, atau mereka hanya menunggu sampai datangnya Mesias, ketika mereka dibangkitkan. Mereka dapat percaya bahwa jiwa dari orang yang jahat disiksa oleh iblis yang diciptakan oleh diri mereka sendiri, atau bahwa jiwa dari orang yang jahat dihancurkan saat kematian, berhenti untuk ada/muncul lagi.

  • Kepercayaan Islam

  • Surga dan neraka merupakan kenyataan yang harus dihadapi pada Hari Penghakiman; untuk mendapkan kemurahan hati Allah serta memasuki surga, atau memasuki api neraka. Tidak satupun dapat memasukinya sebelum Hari Penghakiman. Bahkan baik tubuh maupun jiwa akan tinggal di dalam kuburan mereka sementara mereka menunggu hari tersebut. Kubur orang percaya akan diterangi, luas, dan nyaman. Kubur orang kafir adalah gelap, sempit, dan menakutkan.

  • Kepercayaan Budha

  • Penganut agama Budha percaya akan dilahirkan kembali. Sifat-sifat seseorang akan berubah oleh karena usaha-usaha yang sadar serta faktor-faktor penyebab seperti pendidikan, pengaruh orangtua dan masyarakat. Tapi saat kematian, kehidupan akan kembali ada dengan sendirinya sebagai suatu makhluk yang baru. Proses kematian dan lahir kembali ini berlangsung terus-menerus sampai keinginan daging serta ketidakpedulian berhenti. Selanjutnya alih-alih dilahirkan kembali, akal/pikiran mencapai suatu keadaan yang disebut Nirwana.

  • Mereka yang membayangkan kejahatan di mana sebenarnya tidak ada akan pergi ke keadan kesengsaraan. Mereka yang melihat yang salah sebagai salah dan melihat yang benar sebagai benar akan pergi ke kerajaan kebahagiaan.

  • Advertisement
  • Apapun kepercayaan/keyakinan itu, semuanya sependapat bahwa ada kehidupan setelah kematian dan kita dapat dihibur dengan mengetahui bahwa kualitas kehidupan yang kita sebut kematian bergantung pada bagaimana kita hidup sekarang. Bahkan kematian tidak perlu membuat takut seseorang yang hidup dengan bijaksana.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Afat Xiao dari artikel asli "Death: What happens then?" karya Marian Griffith.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Marian Griffith is a mother of 9 with a wide variety of entrepreneural experiences. She earned her BA in Natural Health.

Kematian: Lalu Apa yang Terjadi?

Mengenal keyakinan-keyakinan berikut ini memberi kita serta para anggota keluarga kita penghiburan serta pengharapan bahwa kehidupan tidak berakhir dengan kematian.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr