Mengajar Anak untuk Bersikap Positif dalam Dunia yang Negatif

Apakah anak Anda melihat dunia ini seperti melihat gelas yang setengah kosong? Apakah dunia ini telah menjadi terlalu negatif untuk anak-anak Anda?

2,385 views   |   shares
  • Apakah anak Anda melihat dunia ini seperti melihat gelas yang setengah kosong? Baru-baru ini anak saya pulang dari sekolah dan membagikan cerita tentang kekhawatirannya tentang teman-temannya dan tentang masalah keamanan di sekolahnya. Jaringan berita online memberikan laporan harian tentang kejahatan-kejahatan yang keji, pengangguran, narkoba dan kecanduan alkohol, perang, dan banyak masalah lainnya dengan di dunia sekarang ini. Membesarkan anak secara positif yang dibombardir setiap harinya oleh berita-berita yang negatif bisa menjadi sebuah tantangan yang sangat sulit.

  • Keluarga saya senang sekali makan kue. Kesuksesan memanggang kue tergantung dari jenis-jenis bahan kue yang bagus yang kita gunakan dan bagaimana kita menggunakan prosedur pembuatan kue yang tepat. Kue yang rasanya enak adalah hasil dari usaha kita mengikuti resep dengan benar.

  • Menurut Zig Ziglar,"Untuk membesarkan anak yang bersikap positif, kita harus menggunakan bahan-bahan penting seperti kasih sayang, disiplin, memaafkan, dan banyak bahan lainnya yang kemudian semuanya dibungkus dalam bungkusan kasih dan komitmen yang pada akhirnya tujuannya adalah untuk kesejahteraan anak-anak." Berikut adalah resep untuk membantu anak-anak Anda untuk menjadi seorang pemikir yang proaktif.

  • Jadikan Anak Anda sebagai teman baik Anda

  • Banyak orang tua tidak meluangkan sedikit waktunya dari jadwal sibuk mereka untuk mengenal anak-anak mereka. Anak Anda perlu tahu bahwa Anda tidak hanya menerapkan disiplin. Buatlah daftar kegiatan yang dapat Anda lakukan dengan anak-anak Anda. Daftar itu mungkin melibatkan kegiatan-kegiatan seperti bermain permainan, jalan-jalan, berkunjung ke museum lokal atau pergi ke perpustakaan untuk meminjam beberapa buku.

  • Menurut Victor Cline, orang tua harus memperlakukan anak mereka seperti seorang teman. "Dengan memperlakukan anak Anda dengan cara ini, Anda mengatakan kepadanya bahwa dia adalah orang yang baik, orang yang menarik yang Anda pilih sebagai teman," kata Cline. Anak yang bahagia biasanya adalah anak yang memiliki orang tua yang meluangkan waktu dengan mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mereka sukai bersama.

  • Mendorong sikap jangan pantang mundur

  • Julius Segal, seorang penulis buku , mendorong orang tua untuk, "Membantu anak Anda untuk mendapatkan suka cita dari pengalaman-pengalaman berharga untuk berusaha sekeras mungkin demi tujuan yang sangat bermanfaat bagi kemajuan mereka dan didorong oleh orang-orang yang membantu mereka dengan segala upaya untuk memungkinkan mereka sampai di garis keberhasilan."

  • Advertisement
  • Anak-anak saya senang sekali terlibat dalam pembentukan gol keluarga yang ingin kami capai. Sebagai contoh, setiap semester anak-anak kami menetapkan sebuah gol untuk menjadi siswa dengan nilai tertinggi di sekolahnya. Dengan menetapkan gol yang realistis, mereka termotivasi untuk melakukan tugas-tugas hariannya untuk mencapai gol itu. Pastikan anak Anda untuk menuliskan golnya dan memeriksanya setiap minggu. Perhatikan saat anak Anda melakukan hal yang patut dibanggakan. Berikan pujian dan dorongan yang tulus. Dan jangan lupa untuk mengupahi anak Anda dengan sepiring kue saat mereka mencapai gol mereka.

  • Jangan mengupahi keluhan mereka

  • Dunia ini penuh dengan orang-orang yang suka merengek dan mengeluh tentang segala hal. Jacob Azerrad, penulis buku , mengamati, “Anak yang diajarkan untuk mengeluh oleh orang tuanya karena mereka peduli tentang kesejahteraannya, yang penuh perhatian dan bijaksana dan terlalu menurut sehingga ia selalu mengatakan ya bukannya tidak, kemungkinan besar akan tumbuh dewasa menjadi orang yang melihat dunia ini sebagai dunia yang negatif, menjadi orang yang pesimis, dan sedih karena kepuasan yang terbatas yang dia dapatkan dalam hidup."

  • Jadilah panutan yang proaktif bagi anak-anak Anda. Doronglah mereka untuk mengembangkan nilai-nilai positif: kejujuran, kesopanan, mempraktekkan kebaikan, tersenyum, dan memiliki rasa humor yang wajar. Ajari anak Anda untuk melihat bahwa gelas kehidupan adalah setengah penuh, bukan setengah kosong.

  • Jika anak-anak Anda menderita gejala penyakit “gelas setengah kosong”, kembangkanlah hubungan yang lebih kuat dengan anak Anda, bantulah anak-anak Anda untuk mengalami perasaan sukacita atas keberhasilan mereka meraih sebuah gol, dan gantilah keluhan dengan pernyataan positif. Dewasa ini anak-anak menerima terlalu banyak pesan negatif. Bangunlah citra diri anak Anda yang positif dengan pengalaman-pengalaman dan pujian-pujian yang optimis.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Bobby Dapalangga dari artikel asli “Teaching Children to be Positive in a Negative World” karya Reed Markham.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Reed Markham is a graduate of BYU and professor at Daytona State College. Contact him at reed_markham@yahoo.com

Mengajar Anak untuk Bersikap Positif dalam Dunia yang Negatif

Apakah anak Anda melihat dunia ini seperti melihat gelas yang setengah kosong? Apakah dunia ini telah menjadi terlalu negatif untuk anak-anak Anda?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr