Ketika Ibu Tidak di Rumah Anak-Anak Akan Bermain: Cara Mendisiplinkan Cucu

Artikel ini menjelaskan cara mendisiplin cucu dari sudut pandang ibu, kakek dan nenek.

979 views   |   shares
  • Dari sudut ibu

  • Saya adalah seorang ibu yang beruntung. Dengan empat anak, memiliki kakek dan nenek yang bersedia sekali-kali mengasuh anak-anak dan ini tentunya meringankan saya. Untungnya, setelah banyak akhir pekan dan bahkan berminggu-minggu mengasuh anak-anak, mereka masih mau berbicara kepada anak-anak dan membanjiri mereka dengan hadiah dan mengirim kartu selamat ulang tahun. Jadi, mereka saling menyayangi… bahkan saling mengasihi.

  • Sebagai orang tua, saya senang terbebas dari tugas ketika anak-anak diasuh oleh kakek dan nenek mereka. Tentu saja saya mempercayai mereka, saya juga sama sekali tidak keberatan jika orang tua saya atau mertua saya mendisiplin anak-anak saya dengan patut. Saya harap mereka tidak ragu-ragu menegur anak-anak saya: apalagi, mereka sedang membantu saya. Begitu saya dan suami saya ke luar rumah, mereka adalah pengganti orangtua.

  • Namun demikian, setelah beberapa akhir pekan berlalu, suami saya dan saya kadang-kadang merasa bahwa kakek dan nenek segan berbagi setiap masalah yang ada di antara anak-anak kami. Sedikit sulit dipercaya bahwa segala sesuatunya berjalan lancar bahkan sempurna, atau ibu saya terlalu baik dan pengampun.

  • Dengan sedikit dorongan, saya meyakinkan orang tua saya untuk mengemukakan masalahnya. Mereka menjelaskan perasaan sejati mereka tentang mendisiplin cucu-cucu mereka. Saya percaya keduanya sama seperti semua orang tua di mana pun yang memberikan nasihat yang bijaksana dan praktis.

  • Dari sudut kakek

  • Kakek dan nenek selalu senang cucu-cucu menikmati kunjungan mereka. Jadi kalau kunjungan tersebut untuk sehari atau kurang dari sehari, disiplinnya mungkin ringan sebab mereka pasti tidak akan segera berkunjung lagi dan kami ingin agar anak-anak pulang dengan perasaan nyaman.

  • Jika kunjungan tersebut lebih lama dari sehari, kakek dan nenek perlu mengenakan aturan yang sama seperti yang dianut orang tua mereka, dan hendaknya aturan itu dijelaskan sehingga tidak terjadi kejutan. Hendaknya disiplin ditegakkan sebab seperti yang kami ketahui, kebanyakan anak akan mencobai mereka. Anak-anak akan mengira bahwa disiplin akan sedikit kendor sebab orang tua mereka tidak ada. Begitu anak-anak memahami bahwa aturan dan panduan masih tetap ada meskipun tinggal dengan kakek dan nenek, pelaksanaan disiplin seharusnya tidak terlalu sulit, dengan asumsi bahwa kakek dan nenek adil dan konsisten – tidak gampang mengalah.

  • Jika mereka tinggal lebih lama, anak-anak masih tetap harus melakukan tugas rumah, jam tidur, pembatasan nonton TV, kebiasaan makan yang baik, dll. Juga anak-anak mungkin mengalami banyak perubahan. Diharapkan kakek dan nenek mencari cara untuk berbicara dan memberi cucu-cucu perasaan nyaman bergantung pada perilaku mereka.

  • Advertisement
  • Dari sudut nenek

  • Setiap musim panas saya mengharapkan kunjungan cucu-cucu. Kami memiliki 18 cucu yang kami bagi menjadi tiga kelompok. Ini adalah waktu untuk memanjakan mereka dengan cara yang tidak lazim dilakukan orang tua mereka – memakan makanan manis-manis, tidur lebih malam, dan kegiatan anak-anak lainnya. Ada hubungan khusus antara kakek dan nenek dan cucu-cucu yang berbeda dari hubungan antara mereka dengan orang tua mereka.

  • Disiplin menjadi sedikit kendor dalam dosis yang kecil tetapi ini merupakan sesuatu yang dibutuhkan anak-anak. Saya masih ingat sebagai seorang anak gadis kecil ketika diperlakukan seperti tamu istimewa oleh nenek Rose saat berkunjung ke rumahnya. Ketika saya memikirkan nenek Rose, saya teringat kue kepingan coklat yang dibuatnya membuat saya istimewa.

  • Sebaliknya, anak-anak butuh batasan. Jika cucu-cucu sedang menginap dengan kami lebih lama daripada semalam, disiplin perlu tetap konsisten dengan yang ada di rumah. Orang tua hendaknya membicarakan harapan mereka kepada kakek dan nenek dan memberitahu anak-anak mereka siapa yang sedang bertugas. Kakek dan nenek hendaknya menggunakan cara khas untuk mendisiplin (hukuman berdiri di sudut, kehilangan hak, dsb.) tetapi tidak pernah membentak atau menggunakan kekerasan fisik.

  • Beberapa tahun lalu di malam terakhir, ketika kami siap membawa anak-anak pulang, saya meminta agar setiap anak pergi ke kamar kecil sebelum berangkat. Salah satu anak perempuan kembar kami, sekitar usia 5 tahun waktu itu, memandang kami dengan wajah aneh dan berkata, “Siapa nenek sebenarnya? Nenek bukan ibu saya!” Saya membalasnya dengan berkata, “Memang bukan, tetapi ibumu tidak ada di sini dan saya yang bertanggung jawab.” Dia berkata “Baiklah kalau begitu” dan pergi ke kamar kecil.

  • Saya pikir bila kakek dan nenek ada di sana menjalankan tugas orang tua adalah sesuatu yang baik. Anak-anak dapat belajar sebelum memasuki sekolah bahwa ada orang dewasa lain dalam hidup mereka yang akan menetapkan aturan dan batasan adalah sangat baik. Bila hal tersebut konsisten di antara para orang dewasa yang ada maka akan sangat membantu mempengaruhi hidup anak-anak.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “When moms away kids will play: How to discipline a grandchild” karya Megan Caldwell, Ken Fugal, Cheryl Fugal.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Megan Gladwell is an Indiana native and mother of four. She blogs at bookclub41.blogspot.com.

Ketika Ibu Tidak di Rumah Anak-Anak Akan Bermain: Cara Mendisiplinkan Cucu

Artikel ini menjelaskan cara mendisiplin cucu dari sudut pandang ibu, kakek dan nenek.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr