5 Tips Menangani Alkoholisme Pasangan Anda

Pada kenyataannya, kebiasaan minum pasangan Anda menuntun mereka ke arah perilaku yang menghancurkan dan sembrono dan menyebabkan gejolak emosional di rumah.

1,558 views   |   shares
  • Menangani alkoholisme pasangan Anda bisa menjadi urusan yang rumit bagi Anda. Jika perilaku mereka tidak kasar atau melalaikan keluarga Anda, mungkin itu belum cukup alasan untuk mengeluarkan ultimatum “berhenti minum atau pergi.” Namun pada kenyataannya, kebiasaan minum pasangan Anda menuntun mereka ke arah perilaku yang menghancurkan dan sembrono dan menyebabkan gejolak emosional di rumah.

  • Pertama, penting untuk memahami pengertian alkoholisme. Alkoholisme adalah lebih dari segelas anggur saat makan malam atau sebelum tidur. Alkoholisme adalah ketergantungan pada alkohol yang digambarkan oleh konsumsi yang berlebihan atau terus-menerus. Ini bisa menjadi pesta minum sekali sebulan atau beberapa gelas setiap malam – tanpa henti. Jika pasangan Anda selalu menggunakan alkohol untuk mengatur suasana hati mereka, melarikan diri dari emosi mereka atau meringankan kecemasan mereka, seluruh keluarga bermasalah.

  • 1. Dukunglah orangnya

  • Dukunglah orangnya, bukan kecanduannya. Berikan kasih dan penerimaan tanpa syarat kepada pasangan Anda. Dan jelaskan bahwa mereka sebagai manusia selalu diterima di rumah Anda, tetapi bukan perilaku tidak sehat dan seimbang mereka. Dan kecanduan tidak diterima di keluarga ataupun rumah Anda.

  • 2. Lepaskan tanggung jawab

  • Lepaskan diri Anda dari tanggung jawab menyelamatkan pasangan Anda dari diri mereka sendiri, dan penyakit mereka. Anda dapat menuntun seekor kuda ke air, tetapi Anda tidak dapat membuatnya minum. Terlepas dari betapa Anda mengasihi dan berdoa bagi pasangan Anda, Anda tidak dapat menyembuhkan kecanduan mereka. Mereka harus berusaha dan mereka harus berkeinginan untuk menjadi sehat.

  • Lepaskan diri Anda dari tanggung jawab menyebabkan kecanduan. Terlepas dari apa yang telah Anda lakukan atau tidak, pasangan Anda memilih untuk menjadi kecanduan dan melupakan masalah mereka daripada memproses emosi mereka dengan cara yang sehat. Bahaslah potensi masalah psikologi mereka dengan tepat. Anda tidak bertanggung jawab atas keputusan ini.

  • 3. Matikan kecanduannya

  • Jangan memicu kecanduan mereka. Jangan memudahkan mereka untuk tetap kecanduan. Jangan membeli alkohol untuk mereka, mengantar mereka ke bar atau bahkan menjemput mereka dari bar. Ini mungkin standar mematikan kecanduan yang paling sulit untuk dilaksanakan. Jika mereka mengemudi sambil mabuk dan mencederai atau membunuh diri mereka sendiri atau orang lain karena Anda menolak untuk mengantar mereka pulang, sangat mudah untuk menyalahkan diri Anda sendiri untuk penderitaan seperti itu. Rasa bersalah ini tidak bisa dibenarkan dan tidak diperlukan. Anda harus menuntut pertanggungjawaban pasangan Anda atas tindakan mereka sendiri. Jika mereka memilih untuk mengemudi sambil mabuk mereka harus bertanggung jawab atas akibat tindakan itu. Dan memberikan tumpangan kepada mereka akan memberitahu mereka bahwa mereka dapat bersikap lalai, dan tidak harus mengendalikan tindakan mereka, atau mengetahui batasan mereka. Memperbolehkan tindakan tidak mendorong mereka untuk membuat batasan atau menghubungkan tindakan mereka, yaitu minum minuman beralkohol dan akibat-akibatnya, seperti menjadi terlalu mabuk untuk mengemudi.

  • Advertisement
  • 4. Bantuan profesional

  • Alkoholisme adalah penyakit kronis, yang berkaitan dengan komponen genetik, jadi mencari bantuan profesional selalu disarankan. Hubungi penasihat kecanduan serta penasihat keluarga yang dapat membantu anak-anak memahami penyakit ini dan perubahan psikologis dan perilaku yang orang tua mereka hadapi dalam kecanduan mereka. Kegiatan ini juga akan membantu anak-anak Anda belajar untuk menjauhi zat dan perilaku penyebab kecanduan serta memproses emosi mereka secara efektif agar siklus kecanduan tidak berlanjut.

  • 5. Jaga kesehatan

  • Dalam menangani kecanduan pasangan Anda, gol utama Anda adalah untuk menjaga kesehatan Anda dan keluarga. Hadiri pertemuan mantan pecandu alkohol dan dapatkan dukungan dari pengalaman keluarga lain dengan kecanduan. Kesehatan keluarga Anda adalah yang utama – bukan kecanduannya. Datanglah bersama dan terhubung kembali sebagai keluarga dan Anda akan mampu melalui tantangan ini. Anda akan menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan satu sama lain.

  • Pada umumnya kecanduan dapat dilihat dari perilaku atau proses yang terus-menerus terlepas dari akibat-akibat negatifnya. Namun seorang alkoholik bisa saja tidak menyadari akibat-akibat negatif yang terjadi pada diri mereka. Seringkali pasangannya menutupi alkoholik itu dari akibat-akibat negatif – melindungi mereka dari motivasi yang mereka perlukan untuk berhenti minum. Seorang teman saya akan mengajak anak balitanya pada malam hari untuk pergi menjemput suaminya, juga teman saya, dari bar kapan pun dia perlu dijemput. Sang istri khawatir suaminya atau orang lain akan terluka jika dia tidak menjemputnya. Sekarang dengan seorang bayi dan anak usia SD, sang istri tidak lagi mampu mengajak dua anaknya untuk menjemput suaminya dari bar larut malam. Jadi dia menunggu dengan cemas kepulangan suaminya beberapa malam dalam seminggu. Untungnya sang suami belum pernah melukai dirinya sendiri atau orang lain, tetapi sekarang dia tahu dia harus lebih berhati-hati dan bertanggung jawab ketika dia pergi bersenang-senang dengan rekan-rekan kerjanya. Sang istri punya bayi di rumah, dan dia tidak bisa mengurus suaminya layaknya seorang bayi.

  • Alkoholisme adalah masalah serius. Tangani itu dengan cinta tangguh dan kasih sayang tanpa batas. Berfokuslah pada menjaga keutuhan dan kesehatan keluarga Anda. Perlihatkan kepada pasangan dan anak-anak Anda bahwa Anda akan melakukan apa saja untuk memastikan keluarga Anda berfungsi sebagaimana mestinya.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "One for the road: 5 tips on dealing with your spouse's alcoholism" karya Georgia Lee.

  • Advertisement
Baca, hidupkan, bagikan!

Georgia D. Lee is a graduate of the University of Miami School of Business and founder of www.Spiritual-Life-Skills.com, a multimedia self-help, self-actualization, spiritual education and personal empowerment system.

5 Tips Menangani Alkoholisme Pasangan Anda

Pada kenyataannya, kebiasaan minum pasangan Anda menuntun mereka ke arah perilaku yang menghancurkan dan sembrono dan menyebabkan gejolak emosional di rumah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr