3 Cara untuk Membantu Anak Anda Memiliki Pernikahan yang Sehat

Biarkan anak-anak melihat Anda menunjukkan kasih sayang kepada pasangan Anda.

1,495 views   |   shares
  • Kita akan menjadi seperti orang tua kita. Mungkin kita tidak ingin mengakuinya, namun setelah sekian lama, kita akan menjadi seperti mereka. Saat saya masih remaja, ibu saya menyuruh saya mencuci piring. Saya mengerjakannya, namun ketika saya meletakkan sabut pencuci piring, dia memberi tahu saya bahwa pekerjaan saya belum selesai karena saya belum mengelap bak cuci piring.

  • Sewaktu saya mengambil kembali sabut pencuci piring dan menyeka bak cuci piring tersebut, saya menggerutu sambil menghela napas, “Ibu menyuruh saya mencuci piring. Piring, ya, piring! Bak cuci piring, ya, bak cuci piring!” Kalau ibu hendak menyuruh saya untuk mengelap bak cuci piring, seharusnya dia mengatakannya sebelumnya. Nanti kalau saya sudah dewasa, saya tidak akan pernah mengharapkan anak-anak saya mengelap bak cuci piring kalau saya hanya menyuruh mereka mencuci piring.”

  • Dua puluh lima tahun berlalu. Saya pulang ke rumah dan melihat piring telah dicuci, lalu berteriak, “Siapa yang mencuci piring tapi tidak mengelap bak cuci piringnya?” Wah, ternyata saya telah menjadi seperti ibu saya.

  • Kita semua berbuat seperti ini dalam berbagai hal. Kuncinya adalah belajar bagaimana cara memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan anak-anak kita. Sebagai orang tua, kita menginginkan anak-anak kita agar tumbuh dewasa, serta menciptakan hubungan yang kuat, seimbang dan penuh kasih sayang dengan pasangan mereka. Karena itu, sebagian besar keberhasilan hubungan mereka di masa yang akan datang bergantung pada hubungan yang kita perlihatkan kepada mereka sebagai orang tua. Ingatlah, mereka sedang tumbuh untuk menjadi seperti kita. Sebaiknya mereka juga mencontoh ketrampilan membina hubungan sehat yang kita tunjukkan.

  • Perlihatkan Secara Terbuka

  • Biarkanlah anak-anak Anda melihat cara Anda menujukkan kasih sayang satu sama lain secara terbuka. Tidaklah menjadi masalah jika Anda memberi kecupan di hadapan anak-anak Anda. Peluklah pasangan Anda. Berangkulanlah di sofa. Berjalan menyelinap ke arahnya dan gelitikilah dia saat dia sedang mencuci piring di dapur.

  • Anak-anak yang masih kecil akan senang ikut berpelukan bersama atau bermain gelitikan. Anak-anak Anda yang sudah remaja mungkin akan membelalakkan mata mereka dan menyuruh Anda “masuk kamar,” namun kedua-duanya akan merasa nyaman karena berada dalam lingkup keluarga, sementara mereka belajar bagaimana cara “menggoda” pasangan mereka sendiri kelak.

  • Jadwalkanlah Waktu Kencan Berdua

  • Adalah penting bagi para orang tua untuk mengadakan malam kencan secara teratur. Itu berarti Anda meninggalkan anak-anak Anda kepada pengasuh bayi, sahabat, atau keluarga sementara Anda menikmati waktu berduaan saja tanpa anak-anak.

  • Advertisement
  • Kadang-kadang anak-anak akan merasa malu bila itu merupakan hal baru dalam keluarga, namun penting bagi mereka untuk melihat bahwa “ayah” dan “ibu” juga memerlukan waktu untuk berkencan bersama. Persiapkanlah mereka dengan cara memberitahukan kepada mereka sejak awal pekan bahwa Anda akan pergi berkencan berdua. Mereka akan mengingat hal ini dan menjadikannya sebagai gagasan untuk menyisihkan waktu kencan mereka sendiri kelak setelah mereka dewasa.

  • Bertengkarlah dengan Cara yang Benar

  • Saya pernah mendengar orang tua mengatakan bahwa mereka tidak pernah bertengkar di hadapan anak-anak. Jika pertengkaran berupa adu mulut, saling mengeluarkan kata-kata kasar, atau caci maki, maka biarlah itu terjadi di balik pintu kamar Anda yang terkunci. Sesungguhnya, bila terlihat wajar, perbedaan pendapat di hadapan anak-anak akan memberi mereka gambaran bahwa pasangan yang saling menyayangi, tidak selamanya harus selalu sependapat agar tetap rukun.

  • Simon Presland menulis sebuah artikel berjudul “How to Fight Fair in Marriage [Bagaimana Cara Bertengkar Secara Wajar dalam Pernikahan],” dan satu baris kalimat yang paling menyentuh hati saya adalah, “Beradu pendapatlah untuk mencari penyelesaian, bukan untuk menang.” Tujuan adu pendapat Anda adalah untuk menjadikan hubungan Anda lebih baik, bukan untuk mencari siapa yang menang dan membuktikan bahwa Andalah yang benar. Anak-anak akan meniru hal ini dalam hubungan mereka sendiri, dengan pemahaman bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan tidak perlu untuk saling menyakiti.

  • Mengetahui bahwa anak-anak kita suatu saat kelak akan menjadi seperti “kita,” hal itu menjadi beban tanggung jawab yang besar di atas pundak kita sebagai orang tua. Akan tetapi, bila kita bekerja sama dengan pasangan kita dalam membina hubungan pernikahan, kita sesungguhnya sedang membantu anak-anak kita untuk membina hubungan pernikahan mereka juga.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “3 ways to help your kids have a healthy marriage” karya Leon Scott Baxter.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

3 Cara untuk Membantu Anak Anda Memiliki Pernikahan yang Sehat

Biarkan anak-anak melihat Anda menunjukkan kasih sayang kepada pasangan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr