Langit Jatuh! Membesarkan Anak yang Selalu Khawatir

Semua orang pasti merasa khawatir dari waktu ke waktu, termasuk anak-anak kita. Beberapa anak terlahir dengan perasaan selalu khawatir, dan gangguan kecil dalam rutinitas mereka dapat membuat mereka sangat khawatir.

884 views   |   1 shares
  • Semua orang pasti merasa khawatir dari waktu ke waktu, termasuk anak-anak kita. Beberapa anak terlahir dengan perasaan selalu khawatir, dan gangguan kecil dalam rutinitas mereka dapat membuat mereka sangat khawatir. Berikut adalah beberapa gagasan untuk membantu Anda mengatasi anak yang selalu khawatirBerikut adalah beberapa saran yang akan membantu Anda untuk mengatasi anak yang selalu khawatir dengan cara yang lebih baik.

  • Dorong mereka untuk mandiri

  • Ambillah manfaat dari masa-masa sewaktu anak Anda masih kecil saat mereka selalu bersikeras untuk melakukan segala hal sendiri tanpa ingin bantuan. Biarkan dia melakukan hal-hal yang bisa dia lakukan sendiri. Tawarkan bantuan bila diperlukan, tapi biarkan dia memilih pakaiannya sendiri, berpakaian sendiri dan biarkan dia membantu Anda bersih-bersih di dapur dan menyiapkan makan siang. Semakin dia bertambah usia, berilah dia tanggung jawab dan tugas yang lebih besar. Tunjukkan padanya hal-hal yang baru agar mereka mendapatkan pengalaman baru. Dan berilah dia pujian sewaktu dia berani mencoba sesuatu yang baru. Kecemasan dan kekhawatiran datang dari perasaan tak berdaya. Semakin anak Anda tumbuh dewasa dan sanggup melakukan banyak hal, dia akan belajar bahwa dia cukup kompeten dalam melakukan banyak hal.

  • Ajaklah anak Anda untuk berbicara

  • Bersedialah dan berikan perhatian pada kegiatan-kegiatan yang membuat anak Anda tertarik. Jika Anda merasa bahwa dia sedang khawatir tentang sesuatu, tanyakan padanya. Anda mungkin dapat mengatasi kekhawatirannya sebelum dia benar-benar stres. Sering kali anak merasa lebih baik hanya dengan membicarakan masalahnya dengan orang tuanya.

  • Jangan mengabaikan perasaan anak Anda. Keprihatinannya mungkin tampak konyol untuk Anda, tetapi perasaan-perasaan itu nyata baginya. Jangan menertawakan atau mencoba untuk menyingkirkan perasaan emosionalnya. Katakan padanya bahwa Anda mengerti mengapa dia merasa seperti itu. Hiburlah dan biarkan dia tahu bahwa dia akan baik-baik saja.

  • Bantu anak Anda untuk mengeksplorasi kemungkinan yang berbeda

  • Otak seorang anak yang selalu khawatir selalu otomatis mengambil kesimpulan yang terburuk dalam sebuah situasi. Jika Anda terlambat menjemput anak Anda dari sekolah, mereka akan mengambil kesimpulan bahwa Anda terlibat dalam kecelakaan mobil, dan dia merasa bahwa dia harus diam di sekolahnya selamanya.

  • Bantulah anak Anda untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan lainnya. Tanyakan padanya, "Mengapa kamu berpikir bahwa saya bisa terlambat untuk menjemput kamu dari sekolah?" Bantulah dia untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan seperti mungkin Anda ketiduran, lupa waktu saat berbicara di telepon, Anda harus pergi ke kamar mandi dulu, atau Anda baru saja pulang dari belanja di toko. Bantu dia untuk melihat kemungkinan lainnya yang paling mungkin terjadi, dan tekankan bahwa tragedi yang sangat buruk kemungkinannya untuk terjadi sangatlah kecil.

  • Advertisement
  • Ajarkan kecakapan untuk memecahkan masalah

  • Bicarakan hal-hal yang dapat mungkin terjadi dan tanya anak Anda, "Apa yang bisa kamu lakukan?" Sebagai contoh, jika Anda terlambat untuk menjemput anak Anda dari sekolah, dia bisa pergi ke kantor sekolah dan minta pejabat sekolah untuk menghubungi Anda lewat telepon. Dia juga bisa meminta gurunya untuk meminta bantuan atau menghubungi teman keluarga yang bisa dipercaya.

  • Ingatkan anak Anda bahwa banyak orang dewasa yang bisa membantunya

  • Baik itu masalah kecil (seperti meninggalkan pekerjaan rumah di sekolah) atau masalah besar (seperti bencana alam) yakinkan dia bahwa selalu ada orang dewasa di sekitarnya yang akan selalu siap untuk membantunya. Biarkan anak Anda tahu bahwa orang tua, guru, pelatih, dan tetangga peduli tentang dia dan akan bersedia menolong jika dibutuhkan.

  • Mungkin anak Anda memberi banyak perhatian pada apa yang terjadi di dalam berita. Ingatkan dia bahwa orang dewasa sedang bekerja untuk memperbaiki masalah-masalah itu yang mungkin dia dengar dari berita. Orang-orang yang memiliki perusahaan memberikan pekerjaan kepada orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan. Polisi menangkap orang-orang jahat dan petugas pemadam kebakaran memadamkan api. Biarkan dia tahu bahwa saat dia tumbuh dewasa, dia pun akan dapat membantu memperbaiki masalah-masalah itu.

  • Berilah contoh yang baik

  • Perhatikan bagaimana Anda menangani masalah yang muncul dalam kehidupan Anda sendiri. Jika Anda sendiri seorang pencemas, Anda mungkin telah menurunkan kekhawatiran Anda kepada anak Anda. Cobalah untuk menunjukkan sikap yang tenang dan percaya diri saat Anda dihadapkan dengan masalah-masalah yang tak terduga.

  • Psikolog keluarga Shanan R. Raines, Ph.D. merekomendasikan gagasan tambahan berikut:

    • Pastikan anak Anda tidur cukup.

    • Pastikan dia cukup makan.

    • Pastikan anak Anda mendapatkan banyak sinar matahari dan olahraga.

    • Kurangi stres dengan memastikan bahwa Anda tidak menjadwalkan terlalu banyak kegiatan untuk anak Anda.

    • Kurangi televisi, video game, dan tontonan kekerasan lainnya.

    • Jangan membiarkan anak menonton berita.

    • Jangan menghindari kegiatan-kegiatan yang ditakuti.

    • Bersabarlah.

  • Anak Anda mungkin sedikit lebih sensitif daripada anak lainnya, tetapi dengan kesabaran dan latihan, dia bisa belajar menghadapi rasa takutnya dan mengatasi kekhawatirannya.

  • Advertisement
  • Diterjemahkan oleh Bobby Dapalangga dari artikel asli “The sky is falling! Parenting your worrying child” karya Shelli Proffitt Howells.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Shelli Proffitt Howells is a BYU graduate, a creative writer, a happy wife and a mother of six.

Situs: http://shelliproffitthowells.comWebsite

Langit Jatuh! Membesarkan Anak yang Selalu Khawatir

Semua orang pasti merasa khawatir dari waktu ke waktu, termasuk anak-anak kita. Beberapa anak terlahir dengan perasaan selalu khawatir, dan gangguan kecil dalam rutinitas mereka dapat membuat mereka sangat khawatir.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr