4 Hal yang Perlu Diingat bagi Seorang Wanita yang Belum/Tidak Memiliki Keturunan

Sesungguhnya, peringatan Hari Ibu tidaklah selalu menyenangkan hati. Beberapa wanita berjuang dengan anak mereka yang suka melawan, sebagian lainnya ada yang tidak bisa memiliki anak, namun ada juga beberapa wanita yang menakjubkan.

2,579 views   |   1 shares
  • Sesungguhnya, peringatan Hari Ibu tidaklah selalu menyenangkan hati. Beberapa wanita berjuang dengan anak-anak mereka yang suka melawan, sebagian lainnya ada yang tidak bisa memiliki anak, namun ada juga beberapa wanita yang menakjubkan, untuk beberapa alasan yang lainnya, mereka belum mampu untuk menemukan pendamping yang sesuai. Itu sangat sulit. Diperlukan sebuah kesabaran untuk menjadi seorang ibu, setiap tahunnya akan selalu terlihat sama, dalam wajah mereka.

  • Lalu bagaimanakah dengan mereka yang tidak memiliki anak? Apakah mereka akan tetap memperingati Hari Ibu dan menjadi bagian dalam sebuah kartu ucapan?

  • Setiap Wanita adalah Seorang Ibu

  • Pada saat permulaan, bermula di Taman Eden ketika penciptaan dimulai. Yang menarik adalah bahwa untuk mendefinisikan dirinya sebelum disebut sebagai “Ibu” bahkan sebelum dia melahirkan seorang anak. Dia adalah seorang Ibu. Setiap wanita adalah seorang Ibu terlepas dari status perkawinan atau orang tua mereka.

  • Memperingati Hari Wanita

  • Hari Ibu mungkin lebih tepat diperuntukan sebagai Hari Perempuan dengan penekanan pada sifat spiritual yang telah diberikan oleh seorang ibu. Seorang wanita dapat menjadi seorang ibu yang diinginkan, sejauh itu berkenan di hadapan Tuhan, di dalam rumah, dalam karirnya, pengorbanan yang dilakukan terhadap keluarga dan masyarakat. Dia bisa menjadi ibu yang merawat bayinya, membuat kue, membina, mendengar, mengajar, menulis, menjadi editor, atau "bahkan berjuang dalam kehidupan sehingga kehidupan ini akan terlihat baik-baik saja." Bahkan terhadap wanita yang memiliki anak sekalipun, tidak membedakan cara mereka dalam memilih atau mendefinisikan peran mereka. Beberapa dari mereka harus bekerja seharian, jauh dari anak-anak mereka bahkan beberapa dari mereka harus bekerja lembur bersama anak-anak mereka.

  • Memperingati Hari Ibu adalah ketika kita menghormati para ibu dan pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan kita. Kita menghormati mereka “yang telah melahirkan dan membesarkan kita.”

  • Semua Wanita Memiliki Kemampuan untuk Menjadi “Ibu”

  • Pada tahun 1996, orang tua saya tewas dalam sebuah kecelakaan mobil. Kami adalah keluarga muda, adik bungsu saya baru berusia 1 tahun. Beberapa tahun yang singkat, kami kehilangan kedua orang tua suami saya. Pada saat-saat yang menyedihkan saya ingin menghubungi ibu saya memohon nasihatnya dan ingin mendengar suaranya. Tuhan, bagaimanapun tidak pernah meninggalkan saya sendiri, bahkan dalam kesusahan. Tahun berlalu, terdapat banyak wanita dari segala usia dan lapisan masyarakat yang telah diutus untuk menjadi ibu bagi saya, dari para anggota gereja hingga tetangga yang penuh kasih.

  • Advertisement
  • Salah satu favorit saya adalah seorang janda ketika saya bertemu dalam sebuah kelompok penulis di Houston, Texas. Namanya adalah Lea Solomon. Ketika saya membesarkan anak remaja pertama saya (Saat itu saya tidak begitu paham akan cara pengobatan yang lebih baik untuk sesak napas), saya ingin meneleponnya dan berkeinginan untuk berbicara sambil berjalan bersamanya. Dia selalu menenangkan, menghibur, dan sangat bijaksana. Saya akan selalu teringat kata-kata yang dia ucapkan “Ada beberapa hal yang tidak dapat kamu lakukan untuk menghindarinya, terkadang kita hanya perlu untuk menghadapi atau mengatasinya”. Saya selalu mengingat perkataannya ini di saat saya merasa lutut saya bergetar karena mengingat beban yang sedang saya pikul di bahu saya.

  • Jangan Pernah Menganggap Remeh Wanita karena Pengaruh Keibuannya

  • Kebanyakan wanita, termasuk bagi mereka yang belum atau tidak memiliki anak, belum melihat hasil atau pengaruh terhadap orang-orang di sekeliling mereka. Hari Ibu adalah kesempatan bagi kita semua untuk mengucapkan “terima kasih.” Terima kasih untuk berbagi senyum, terima kasih telah mengangkat telepon, atau menjawab sebuah pesan email, untuk kata-kata yang menyenangkan walau terkadang tidak kita inginkan, tapi perlu untuk didengar. Terima kasih telah menjadi seorang kakak, seorang ibu, seorang teman, dan tempat untuk mengadu.

  • Seorang wanita yang bijak pernah berkata, “Semuanya akan terlihat baik pada akhirnya. Jika tidak, itu belumlah berakhir.” Wanita akan menjadi seorang ibu dalam setiap tahap dan usia hidup mereka bahkan jauh di luar perkiraan mereka sendiri.

  • Sebagai perempuan, kita semua adalah seorang ibu. Kita semua sedang memulai perjalanan suci dan terbesar, kesempatan untuk hidup benar dan abadi yang diberikan kepada kita semua oleh Tuhan. Jika kita bertahan terus dalam kebenaran, Tuhan telah berjanji kepada kita akan kehidupan yang kekal dan mengisi hati kita dengan sukacita.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Syane Nathalia dari artikel asli "4 Reminders for the childless mother" karya Ramona Siddoway.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Ramona Siddoway is a freelance writer who has published articles in Belgium, Angola, and the United States. She lives with her husband in Houston, Texas. Read more at anauthenticpractice.com

4 Hal yang Perlu Diingat bagi Seorang Wanita yang Belum/Tidak Memiliki Keturunan

Sesungguhnya, peringatan Hari Ibu tidaklah selalu menyenangkan hati. Beberapa wanita berjuang dengan anak mereka yang suka melawan, sebagian lainnya ada yang tidak bisa memiliki anak, namun ada juga beberapa wanita yang menakjubkan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr