Sukses bagi Orang Tua Tunggal

Anak-anak yang lahir dalam keluarga orang tua tunggal makin banyak. Banyak orang menduga keadaan tersebut menyumbang kepada faktor risiko anak-anak tersebut. Tetapi, dengan perencanaan yang cerdik, maka anak-anak tersebut dapat juga bahagia.

1,790 views   |   1 shares
  • Menurut laporan tahunan 2013 oleh tentang statistik keluarga dan anak, 65 persen anak-anak di tahun 2011 tinggal dengan sepasang orang tua yang menikah dibandingkan dengan 66 persen di tahun sebelumnya. Di tahun 1980, 77 persen anak-anak tinggal dengan orang tua yang menikah, jadi ada perbedaan 12 persen.

  • Mengapa kita peduli? Di Amerika Serikat di tahun 2010 ada 74,2 juta anak. Berbeda 1 persen saja ada 742.000 anak yang lahir dalam keluarga orang tua tunggal. Jadi secara persentase akan ada lebih banyak anak lahir dalam keluarga orang tua tunggal karena kecenderungannya secara umum hampir 30 persen di tahun 2011.

  • Apakah orang tua tunggal ini suatu pilihan atau keterpaksaan, keluarga orang tua tunggal dapat menimbulkan faktor risiko bagi anak-anak. Sementara banyak di antara kita mungkin berasal dari atau mungkin mengetahui adanya orang-orang yang berasal dari keluarga orang tua tunggal yang berhasil, bahagia dan telah beradaptasi, keluarga orang tua tunggal selalu dihubungkan dengan sejumlah masalah yang membuat hidup makin berat.

  • Beberapa dampak negatif dibesarkan dari keluarga orang tua tunggal adalah sebagai berikut:

  • Kerugian ekonomi

  • Mungkin salah satu faktor yang paling penting adalah kehilangan penghasilan yang dapat disediakan oleh sepasang orang tua.

  • Tiadanya dukungan dan pengawasan orang tua dapat mengarah pada:

  • Meningkatnya masalah perilaku

  • Anak-anak dari keluarga orang tua tunggal seringkali lebih banyak menggunakan waktunya sendirian dan kurangnya pengawasan. Dalam hal orang tua yang bercerai atau berpisah, mereka juga harus merurusan dengan dua rumah tangga yang berbeda dan seringkali dua perangkat aturan dan gaya pengasuhan yang berbeda. Mereka dapat kehilangan pengasuhan yang konsisten.

  • Prestasi akademi yang lebih rendah

  • Jika pekerjaan dua orang tua diambil alih oleh satu orang, maka akan sulit untuk mengikuti semua tanggung jawab tambahan. Mungkin akan sulit untuk menaruh minat dan melibatkan diri pada pekerjaan sekolah anak.

  • Menjauhkan anak-anak dari risiko yang tak perlu

  • Pengaruh dibesarkan dalam keluarga orang tua tunggal menambah risiko negatif pada anak-anak masih tetap benar. Tidak semua orang tua akan menikah. Orang tua tunggal juga dapat memberi dampak positif pada anak-anak mereka. Orang tua tunggal dapat membesarkan anak-anak yang berhasil dan kompeten dengan cara memberi perlindungan dan mengasihi mereka.

  • Meningkatkan penghasilan

  • Salah satu cara untuk memperbaiki kesempatan anak-anak berhasil dalam keluarga orang tua tunggal adalah memiliki penghasilan yang tetap dan stabil. Jika kebutuhan jasmani mereka terpenuhi, mereka akan mampu memusatkan perhatian pada kebutuhan emosi.

  • Advertisement
  • Jika Anda adalah orang tua tunggal, cobalah beberapa tip berikut untuk memastikan bahwa Anda dapat meningkatkan penghasilan Anda:

    • Memperbarui resume dan keterampilan menghadapi wawancara Anda, kemudian cobalah bertemu dengan seorang spesialis karyawan di komunitas Anda. Mereka mungkin dapat mengajar Anda keterampilan tersebut atau membantu Anda menghubungi para majikan.

    • Meningkatkan pendidikan Anda yang mungkin memberi anak Anda kestabilan dan penghasilan yang akan membuat perbedaan dalam hidup mereka. Jangan dikesampingkan; sekolah mungkin merupakan cara sempurna untuk memperlihatkan kepada anak-anak Anda sebuah contoh dedikasi dan kasih yang bagus.

    • Periksalah semua kemungkinan. Periksa adanya dana beasiswa dan pinjaman yang membantu membiayai pendidikan Anda. Cobalah memilih sebuah pekerjaan yang akan memberi paling banyak uang dan waktu untuk anak-anak Anda.

  • Bangkitkanlah perilaku positif

  • Perilaku mungkin lebih sulit dibicarakan, terutama untuk anak yang lebih tua. Ada banyak defisit perilaku yang dapat mempengaruhi anak-anak dari keluarga orang tua tunggal. Berikut adalah beberapa ide untuk menjaga perilaku:

    • Tetap konsisten dengan harapan Anda.

    • Ketahui kegiatan anak-anak Anda.

    • Kenali teman-teman mereka.

    • Ketahui ke mana dan bagaimana mereka menggunakan waktu mereka ketika Anda tidak ada di sana.

    • Jangan ragu-ragu meminta bantuan, berbicara dengan seorang dokter, terapis atau psikolog adalah cara terbaik membicarakan tentang kesulitan perilaku.

  • Tetap terlibat

    • Buatlah janji. Anda dapat menyisihkan 30 menit sehari untuk berbicara dengan anak Anda tentang PR mereka atau apa yang mereka lakukan di sekolah hari itu.

    • Bila mungkin, menjadi relawan di sekolah anak Anda.

    • Buatlah setiap usaha untuk menghadiri kegiatan mereka.

    • Sediakan sebanyak mungkin waktu untuk bersama Anda. Latihan mengeja kata di mobil. Gunakan waktu makan untuk berbicara. Membaca cerita selagi mandi.

    • Mintalah bantuan. Jika Anda merasa sesuatunya di luar kendali Anda, jangan takut meminta bantuan kakek atau nenek atau teman yang dapat dipercaya.

  • Di dunia yang ideal, setiap anak akan dibesarkan dalam keluarga dengan dua orang tua. Tetapi tidak demikian kenyataannya.

  • Memusatkan pada dampak negatif terhadap anak-anak keluarga orang tua tunggal adalah mudah bagi masyarakat. Tetapi Anda bukan statistik. Memusatkan pada apa yang harus Anda sajikan adalah penting. Anda mengenal anak-anak Anda lebih baik daripada siapa pun. Anda mengasihi mereka. Anda ingin yang terbaik buat mereka. Anda dapat berusaha tanpa kenal lelah memberi apa yang mereka butuhkan.

  • Advertisement
  • Apakah Anda ingin mereka kuliah di perguruan tinggi?

  • Apakah Anda ingin mengembangkan bakat khususnya?

  • Anda ingin mereka mengetahui seberapa besar Anda mengasihi mereka?

  • Putuskan apa yang menjadi prioritas membesarkan anak-anak dan fokuskan waktu dan energi Anda pada hal-hal itu.

  • Menjadi orang tua tunggal selalu diikuti oleh tantangan besar, tetapi tetap mungkin membesarkan anak-anak yang sehat, bahagia, dan berhasil. Anda dapat melakukannya.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “Success for single parents” karya Clayton Spencer.

Baca, hidupkan, bagikan!

Clayton Spencer graduated from Weber State University with a major in Family Studies and minor in Psychology. He enjoys studying about healthy family patterns and talking about the challenges of family life and hopes to continue this passion into graduate school. On the personal side of life, he is an avid outdoor enthusiast. It is not uncommon to see him on the trails hiking, mountain biking, rock climbing, or some other activity throughout the week.

Sukses bagi Orang Tua Tunggal

Anak-anak yang lahir dalam keluarga orang tua tunggal makin banyak. Banyak orang menduga keadaan tersebut menyumbang kepada faktor risiko anak-anak tersebut. Tetapi, dengan perencanaan yang cerdik, maka anak-anak tersebut dapat juga bahagia.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr