5 Alasan untuk Menjadikan Pasangan Anda Nomor 1 dan Anak-Anak Nomor 2

Ingatlah selalu untuk melakukan hal yang dapat memberi manfaat pada pernikahan secara keseluruhan sehingga Anda dapat memberikan anak-anak Anda lingkungan rumah yang stabil yang penuh kasih dimana mereka dapat tumbuh berkembang.

6,992 views   |   20 shares
  • Mengerjakan dan mengatur semua tanggung jawab dalam perkawinan, anak-anak, kebutuhan rumah tangga dan pekerjaan dapat membuat Anda merasa kelelahan. Membagi waktu dan perhatian antara pasangan Anda dan anak-anak terasa seperti perang tarik tambang. Anak-anak Anda membutuhkan Anda. Mereka membutuhkan kasih sayang, perhatian, bimbingan, dukungan dan perlindungan. Tapi pasangan Anda membutuhkan Anda juga. Jadi apa yang harus Anda lakukan?

  • Menempatkan pernikahan Anda di atas anak-anak Anda mungkin tampak kontra intuitif, atau bahkan egois, tapi hal ini adalah penting untuk memastikan bahwa hubungan Anda dengan pasangan Anda tetap terjaga demi kesejahteraan seluruh anggota keluarga Anda. Menjaga pernikahan Anda tetap kuat dan tetap terjaga selama masa membesarkan anak, sangatlah berharga dalam mengajarkan anak-anak Anda bagaimana mereka dapat menangani masa depan mereka saat mereka sendiri menikah dan bagaimana mereka dapat menangani anak-anak mereka sebagai orang tua.

  • Pastikan bahwa prioritas keluarga Anda adalah hubungan suami-istri, ini tidak berarti memprioritaskan mereka secara individu tapi sebagai suami-istri. Anda tidak ingin mengadu satu terhadap yang lainnya dan mengikuti keinginan anak-anak Anda atau pasangan Anda, hal ini dapat membuat dinamika yang tidak sehat bagi keluarga. Ingatlah selalu untuk melakukan hal yang dapat memberi manfaat pada pernikahan secara keseluruhan sehingga Anda dapat memberikan anak-anak Anda lingkungan rumah yang stabil yang penuh kasih dimana mereka dapat tumbuh berkembang.

  • 1. Memberi contoh hubungan yang sehat

  • Menempatkan pernikahan Anda sebagai hal yang utama akan membantu memberi contoh hubungan yang sehat untuk anak-anak Anda. Anda adalah orang yang berpengaruh besar dalam kehidupan anak-anak Anda. Mereka tidak akan belajar seluk-beluk hubungan yang sehat dari televisi, internet atau teman-teman mereka. Mereka akan belajar dari Anda. Jadi, ajarilah mereka apa yang Anda ingin mereka belajar tentang cinta, pernikahan dan membangun keluarga. Biarkan mereka hidup di lingkungan yang Anda ingin mereka ciptakan untuk mereka sendiri.

  • 2. Ciptakan keseimbangan

  • Memberikan fokus terlalu banyak pada satu hal dengan mengorbankan hal yang lainnya, pada akhirnya akan membuat Anda merasa lelah dan merasa kekurangan. Bahkan ibu-ibu luar biasa yang berpengalamanpun seringkali merasakan hal yang sama. Keseimbangan adalah kuncinya. Jika anak-anak adalah pusat dari kehidupan Anda, Anda mungkin adalah orang tua yang sangat baik. Tapi Anda mungkin akan kehilangan pasangan Anda. Janganlah mengorbankan dan menggantikan hubungan cinta yang menciptakan anak-anak itu sehingga mereka datang ke dalam kelurga Anda. Tambahkan hal-hal ini dalam daftar hal-hal yang perlu Anda perbaiki dalam keluarga Anda. Berusahalah dengan sepenuh hati dan jangan lupakan orang yang paling penting dalam kelurga Anda.

  • Advertisement
  • 3. Jadilah orangtua yang efektif

  • Anda dan pasangan Anda adalah sebuah tim, dan kesatuan yang utama, baik Anda sedang berdua ataupun tidak. Membesarkan anak hanya dapat efektif jika kedua orang-tua sama-sama mengerti dan bekerja-sama menuju tujuan yang sama dalam keluarga. Jika fokus tergeser dalam menciptakan sebuah keluarga yang dinamis antara orang-orang yang patut dicontoh atau orang-orang yang tidak menghargai nilai-nilai kehidupan, jangan sampai Anda menyampaikan amanat yang hanya sepihak. Memberikan kesan yang membingungkan anak-anak Anda tentang apa yang diharapkan dari mereka, bagaimana mereka berperilaku di masyarakat, dan bagaimana mereka berperilaku di rumah akan mengembangkan sebuah konflik yang tidak ada gunanya. Berusahalah untuk seefektif mungkin dalam mengajar anak-anak Anda.

  • 4. Memahami kesegeraan dan seberapa pentingnya

  • Kita sering menjadi bingung oleh kebutuhan jangka pendek dengan keuntungan jangka panjang dalam mempertimbangkan siapa yang harus kita perhatikan terlebih dahulu. Kecuali dalam keadaan darurat, jika anak Anda merengek, menjerit, atau mengeluh, mereka dapat menunggu beberapa menit. Mungkin rengekan anak Anda penting atau tidak penting, tapi yang pasti mereka tidak membutuhkan perhatian yang segera. Kebutuhan pasangan Anda mungkin tidak begitu penting, dan mungkin juga tidak memerlukan perhatian segera. Namun kelanggengan pernikahan Anda dapat diukur oleh seberapa cepat Anda memberi perhatian atau permintaan pasangan Anda. Anak-anak Anda akan selalu menjadi anak-anak Anda. Semua ini ditujukan untuk maksud dan tujuan yang permanen. Pasangan Anda mempunyai pilihan, dan dia tidak diwajibkan untuk selalu mendampingi Anda. Perkawinan adalah opsional baginya. Jadi, tempatkanlah pasangan Anda di atas segalanya dan selalu mengutamakannya.

  • 5. Memprioritaskan hubungan

  • Memprioritaskan pasangan Anda bukanlah berarti Anda selalu mementingkan kepentingan dia sebagai individu. Tapi Anda menempatkan perkawinan Anda terlebih dahulu dan membuat hubungan suci antara Anda dan pasangan Anda sebagai prioritas dalam hidup Anda. Yang terbaik untuk perkawinan Anda mungkin bukanlah hal yang termudah untuk dilakukan ataupun hal yang terpenting bagi masing-masing individu. Secara keseluruhan, jika Anda membangun pernikahan Anda dengan membantu masing-masing individu untuk tumbuh sehat dan kuat, dan membantu perkawinan Anda untuk tumbuh lebih sehat dan kuat, Anda akan memiliki keluarga yang sehat dan kuat.

  • Sebelum kelahiran anak kedua teman baik saya, mereka bertengkar panjang lebar tentang siapa yang mendapat perhatian lebih, ayahnya atau anaknya. Hal pertama yang saya katakan pada istrinya, "Perkawinan adalah hal yang harus diutamakan." Saya mendorongnya untuk mengajarkan anak-anaknya untuk lebih mandiri, dan memandang ibunya sebagai kekuatan untuk mencari bimbingan. Dia tidak menyadari bahwa saat dia bertengkar di hadapan anaknya yang tak berdaya, dia telah menciptakan suatu dinamika yang tidak sehat bagi seluruh keluarganya, termasuk perkawinannya sendiri.

  • Advertisement
  • Memprioritaskan anak-anak di atas segalanya, termasuk Anda dan pernikahan Anda, terasa alami karena anak-anak terlihat tak berdaya, dan mereka sangat ahli dalam menarik perhatian Anda. Tapi menjadi orang tua yang hebat dengan mengorbankan menjadi pasangan yang hebat, dapat menyebabkan keruntuhan pernikahan Anda yang menyebabkan Anda menjadi janda. Hubungan antara dua kekasih yang telah mengambil langkah ke pernikahan yang suci tidaklah padam ketika anak-anak lahir. Biarlah api cinta antara Anda dan pasangan Anda tetap bersemi. Anak-anak bisa menunggu 20 menit untuk makan malam, satu jam untuk bermain di taman atau untuk bermain dengan teman-temannya.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Bobby Dapalangga dari artikel asli “5 reasons to keep your spouse #1 and the kids #2” karya Georgia Lee.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Georgia D. Lee is a graduate of the University of Miami School of Business and founder of www.Spiritual-Life-Skills.com, a multimedia self-help, self-actualization, spiritual education and personal empowerment system.

5 Alasan untuk Menjadikan Pasangan Anda Nomor 1 dan Anak-Anak Nomor 2

Ingatlah selalu untuk melakukan hal yang dapat memberi manfaat pada pernikahan secara keseluruhan sehingga Anda dapat memberikan anak-anak Anda lingkungan rumah yang stabil yang penuh kasih dimana mereka dapat tumbuh berkembang.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr