Mengajarkan Konsekuensi Perbuatan kepada Anak

Ketika anak-anak memahami bahwa tindakan tertentu dapat mengakibatkan konsekuensi menyakitkan jangka panjang, mereka cenderung akan berpikir sebelum bertindak.

1,962 views   |   4 shares
  • Semakin cepat anak-anak belajar bahwa dengan setiap pilihan ada konsekuensinya, semakin baik. Anak-anak secara alami didorong oleh kepuasan instan. Anak-anak ingin apa yang mereka inginkan dan mereka menginginkannya sekarang. Bahkan jika itu berarti mereka mungkin menderita beberapa tindakan pendisiplinan.

  • Terkadang anak-anak akan menimbang konsekuensi terhadap kesenangan yang akan mereka terima dari melakukan apa yang mereka ketahui adalah salah. Bagi mereka, waktu bersenang-senang sesaat di pesta yang mencurigakan sepadan dengan menerima hukuman selama seminggu.

  • Terkadang, hukuman diperlukan, tetapi itu bukanlah konsekuensi yang akan memberikan pengambilan keputusan yang bijaksana. Ketika anak-anak memahami bahwa tindakan tertentu dapat mengakibatkan konsekuensi menyakitkan jangka panjang, mereka cenderung akan berpikir sebelum bertindak. Jika kita dapat membuat anak-anak berpikir, maka kita hampir berhasil membantu mereka membuat pilihan yang lebih bijaksana.

  • 5 saran tentang bagaimana orang tua dapat membantu anak-anak membuat pilihan bijaksana:

  • 1. Temukan waktu yang tepat untuk mengajar

  • Waktu yang tepat bukanlah saat itu juga, ketika dia sedang ditegur karena pelanggaran. Temukan waktu yang tenang, seperti waktu makan malam, dalam perjalanan ke kegiatan sekolahnya, atau sebelum tidur. Ajarkan bahwa ketika dia membuat pilihan baik, konsekuensinya akan menuntun pada kedamaian dan kebahagiaan, dan ketika dia membuat pilihan buruk, konsekuensinya akan menuntun pada kesengsaraan dan ketidakbahagiaan.

  • 2. Jangan berceramah, ajukan pertanyaan

  • Libatkan anak Anda dalam proses penemuan. Jika Anda membahas pentingnya bersiap bagi ujian, Anda mungkin bertanya, “Bagaimana perasaan Anda setelah Anda mendapatkan hasil ujian?” Ajukan pertanyaan yang akan membuatnya berpikir, bukan yang sudah terjawab dengan sendirinya. Sebuah pertanyaan seperti, “Ke mana Anda ingin berkuliah nanti? Apa yang diperlukan untuk sampai ke sana?” Atau “Apa pekerjaan yang Anda inginkan? Apa persyaratan untuk pekerjaan itu?” Bantulah dia menemukan konsekuensi dunia nyata.

  • 3. Dengarkan

  • Anak-anak Anda akan terbuka untuk mendengarkan jika Anda mendengarkan mereka. Mendengarkan memerlukan perhatian penuh Anda. Jika Anda mengabaikan mereka, bertindak terlalu sibuk, mereka akan lebih mudah mengabaikan Anda. Memang tidak selalu pada saat yang tepat ketika anak-anak siap berbicara, tetapi sudah sepatutnya Anda berhenti melakukan apa yang Anda lakukan dan mulai mendengarkan, tanpa mengkritik apa yang mereka katakan. Hanya mendengarkan. Itu akan memberi Anda petunjuk tentang apa yang sedang terjadi pada diri anak Anda dan di mana Anda harus memusatkan ajaran Anda ketika waktunya tepat.

  • Advertisement
  • 4. Jadilah kreatif dalam mengajarkan konsekuensi

  • Membahas sebuah artikel koran tentang suatu permasalahan yang memperlihatkan konsekuensi dapat menjadi pengajaran bermakna, seperti kematian dalam kecelakaan lalu lintas karena pengemudinya mabuk. Anda dapat berceramah sepanjang hari tentang bahayanya minuman beralkohol bagi remaja, tetapi itu tidak akan berpengaruh banyak jika dibandingkan dengan kisah nyata tentang konsekuensi dari perilaku tersebut.

  • Gambar juga adalah guru yang persuasif. Sepasang suami istri khawatir bahwa anak remaja mereka mungkin tergoda untuk merokok, mengundang seorang ahli bedah ke rumah mereka. Mereka juga mengundang beberapa teman anak mereka. Ahli bedah itu memberitahu anak-anak tentang para pasien yang merokok dan mengunyah tembakau serta kanker yang telah disebabkannya. Kemudian dia memperlihatkan gambar-gambar mengerikan dari operasi yang telah dia lakukan pada para pasien demi menyelamatkan nyawa mereka. Dia memberitahu anak-anak itu bahwa hal serupa dapat terjadi kepada mereka jika mereka menggunakan tembakau. Itu meninggalkan kesan jangka panjang dan anak-anak mereka, sekarang sudah dewasa, tidak pernah tertarik untuk mencoba tembakau setelah pengalaman itu.

  • 5. Bermain sandiwara konsekuensi

  • Melakonkan situasi yang dapat terjadi akan membuat mereka berpikir, bahkan pada usia yang sangat muda. Anda dapat mengganti kegiatan menjadi permainan “Bagaimana jika”. Ajukan pertanyaan sederhana mengenai situasi yang dapat terjadi, seperti, “Apa yang dapat terjadi jika Anda menyeberang jalan berlalu lintas ramai tanpa melihat ke kanan dan ke kiri?” Anak-anak juga dapat mengajukan pertanyaan, kemudian biarkan mereka membahas apa yang dapat terjadi dalam situasi tersebut.

  • Anak-anak dapat belajar tentang konsekuensi pada usia yang sangat muda. Secara bertahap, pikiran kecil mereka memprosesnya dan mereka melihat bahwa tindakan yang ceroboh atau bodoh dapat menyebabkan rasa sakit.

  • Sean Covey, dalam bukunya berkata, “Kita bebas memilih jalan kita sendiri, tetapi kita tidak dapat memilih konsekuensi yang ditimbulkannya.”

  • Intinya adalah jika kita ingin konsekuensi baik, kita akan membuat pilihan bijaksana. Pilihan bodoh akan membawa konsekuensi yang menyakitkan. Mengajarkan anak-anak Anda untuk berpikir sebelum bertindak akan membantu mereka sepanjang kehidupan mereka. Ketika mereka gagal untuk membuat pilihan baik, berikan mereka kesempatan untuk menebus kesalahan, dan bantulah mereka melihat jalan yang lebih baik.

  • Advertisement
  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "Hey kids, there are consequences" karya Gary dan Joy Lundberg.

Baca, hidupkan, bagikan!

Gary adalah terapis keluarga dan pernikahan berlisensi sementara Joy adalah penulis dan penyair. Mereka sering mengadakan seminar dan menulis buku tentang hubungan, salah satunya "I Don't Have to Make Everything All Better".

Situs: http://garyjoylundberg.com

Mengajarkan Konsekuensi Perbuatan kepada Anak

Ketika anak-anak memahami bahwa tindakan tertentu dapat mengakibatkan konsekuensi menyakitkan jangka panjang, mereka cenderung akan berpikir sebelum bertindak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr