Mengantar Istri Belanja Tanpa Mengeluh

Mungkin sudah kodrat wanita gemar berbelanja, walau kadang-kadang ada juga pria yang senang ke toko. Bila Anda termasuk golongan pria yang merasa tersiksa mengantar istri berbelanja, cobalah mempertimbangkan hal-hal ini.

2,318 views   |   3 shares
  • Dari pengalaman saya sebagai kasir di sebuah toserba saya menarik kesimpulan bahwa kaum pria sering merasa tersiksa jika harus mengantar istrinya berbelanja. Banyak istri yang terburu-buru membayar sambil berkata "Suami saya menunggu di mobil." Ada pula yang mengeluh bahwa suaminya hanya memberi waktu setengah jam. Tidak kalah seringnya ibu-ibu yang waktu membayar harus menerima telpon suaminya yang sudah tidak sabar lagi menunggu. Mungkin sudah kodrat wanita gemar berbelanja, walau kadang-kadang ada juga pria yang senang ke toko. Bila Anda termasuk golongan pria yang merasa tersiksa mengantar istri berbelanja, cobalah mempertimbangkan hal-hal berikut ini supaya Anda merasa lebih nyaman.

  • Penghargaan

  • Seharusnya Anda merasa dihargai oleh istri Anda, karena dia mengajak Anda belanja supaya bisa meminta saran. Bila Anda mendengar istri Anda dengan manja bertanya "Mas, cocok nggak warna baju ini buat aku?" Janganlah cembetut dan tanpa menoleh menjawab "Kau keliatan seperti ondel-ondel pakai baju itu." Atau sambil melirik Anda menjawab asal-asalan "Iya, iya, kamu cocok pakai baju itu." Mentang-mentang Anda sudah keliling-keliling di pusat perbelanjaan sampai kaki rasanya mau copot. Kalau istri Anda masih mau bertanya untuk meminta pendapat Anda, berarti dia masih menghargai Anda. Kalau bukan Anda siapa lagi yang bisa dia mintai saran, tetangga? Sebaiknya berikan saran dan pendapat yang jujur supaya dia pun merasa senang.

  • Mengetahui seleranya

  • Sebagai suami sudah sepantasnya Anda mengetahui apa yang dia suka dan tidak suka. Jangan seperti show di TV di mana suami istri diberi pertanyaan tentang kegemaran masing-masing dan jawabannya banyak yang meleset. Anda tahu dia suka ke pusat perbelanjaan tertentu, janganlah mengantarnya ke tempat lain. Bila dia Anda paksa ke tempat yang tidak dia sukai, hanya karena tempat itu lebih dekat dari rumah, Anda mengundang perselisihan.

  • Sediakan waktu

  • Mungkin di hari Sabtu ketika Anda tidak perlu masuk kerja, Anda sekeluarga dapat bersantai mengunjungi pusat perbelanjaan. Anda mungkin lebih suka santai di sofa nonton TV sesudah 5 hari sibuk di kantor. Namun sebagai suami yang baik Anda juga tahu bahwa istri dan anak-anak Anda sudah jenuh di rumah sepanjang minggu. Mereka mendambakan hiburan, antara lain dengan berjalan-jalan di mall.

  • Berilah batasnya

  • Sebelum pergi Anda dapat menentukan berapa lama Anda sekeluarga akan melewatkan waktu di pusat perbelanjaan. Juga berapa banyak uang yang bisa dipakai untuk berbelanja supaya tidak mengacaukan anggaran belanja rumah tangga. Kalau perlu tentukan di rumah apa saja yang perlu dibeli dan buatlah daftar untuk diikuti.

  • Advertisement
  • Terapi

  • Memang lebih mudah mencari hiburan di rumah, juga lebih murah. Tetapi tahukah Anda bahwa berbelanja itu juga sebuah terapi? Anak saya kurang antusias bila saya membelikan dia sesuatu dari toko tempat saya bekerja. Dia lebih suka pergi ke toko, melihat-lihat, menemukan sesuatu yang dia sukai dan membelinya. Vini, vidi, vici, kata Julius Caesar, saya datang, saya lihat dan saya menang. Seperti itulah berbelanja, membeli sesuatu mendatangkan kepuasan tertentu, hampir seperti sebuah prestasi. Apalagi bila yang dibeli itu barang obralan yang tadinya harganya tidak terjangkau. Bila Anda sesekali membiarkan istri Anda menjalani terapi ini dijamin ia akan lebih bahagia. Tentu saja yang namanya terapi harus dijaga supaya tidak berubah menjadi kecanduan.

  • Bila Anda mau mempertimbangkan saran-saran di atas Anda mungkin akan dapat menikmati acara keluarga ini. Berilah istri Anda waktu untuk mencuci mata di pusat perbelanjaan. Ingatlah dia juga lelah sesudah berhari-hari bekerja di rumah tanpa berhenti. Janganlah bertindak seperti pria yang pernah saya lihat di toko. Dia berteriak-teriak menyuruh istrinya segera meninggalkan toko, tanpa peduli orang-orang memandangi mereka. Jangan sampai mempermalukan istri Anda di depan umum seperti itu. Dia juga mampu membuat hidup Anda sengsara.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Mengantar Istri Belanja Tanpa Mengeluh

Mungkin sudah kodrat wanita gemar berbelanja, walau kadang-kadang ada juga pria yang senang ke toko. Bila Anda termasuk golongan pria yang merasa tersiksa mengantar istri berbelanja, cobalah mempertimbangkan hal-hal ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr