Rahasia Seorang Pendengar yang Baik

Kunci untuk mendengarkan dengan baik adalah empati. Ini adalah hati dan jiwa dari komunikasi.

2,447 views   |   0 shares
  • Ruth telah tinggal di panti jompo selama 10 tahun. Dengan setiap tarikan napasnya, dadanya terlihat bergerak naik-turun. Alat membantunya tetap bertahan hidup. Suaranya serak. Susan adalah perawat Ruth sekaligus temannya. Ruth memberitahu Susan bagaimana para perawat lainnya telah mengabaikannya ketika dia memberitahu mereka bahwa dia perlu pakaian bersih. Tetapi mereka tetap saling mengobrol seolah-olah dia tidak ada di dalam ruangan.

  • Butuh keterampilan terfokus bagi Susan untuk memahami Ruth. Dia mendengarkan dengan saksama, “Para perawat mengabaikan saya hari ini,” kata Ruth dengan suara seraknya.

  • “Lalu,” jawab Susan.

  • “Sewaktu mereka mengganti sprei saya, mereka berbicara tentang film yang sudah mereka lihat.”

  • “Hmm,” angguk Susan.

  • “Sewaktu saya berusaha berbicara, mereka tidak memperhatikan saya. Ruth melanjutkan, “Avatar" adalah film terbaik yang pernah mereka lihat. Hanya itulah yang mereka pedulikan.”

  • Susan menjawab, “Jadi, mereka bahkan tidak menghiraukan Anda?”

  • Ruth menggelengkan kepalanya, “Tidak.”

  • Susan menepuk bahunya kemudian berhenti. Berusaha untuk tidak mengurangi pengalaman Ruth dan dengan rasa peka, dia berbagi pengalaman serupa.

  • “Para perawat sedang mempersiapkan saya,” kata Susan. “Mereka mengabaikan upaya saya untuk bertanya sewaktu mereka membahas rencana berkumpul bersama teman-teman. Mereka berbicara tentang pergi berlayar di akhir pekan.” Susan melanjutkan, “Saya merasa seperti sebuah mesin daripada seorang manusia.”

  • Mata Ruth terbuka lebar. Dia mengistirahatkan kepalanya kembali ke bantalnya. Ekspresi wajahnya menandakan reaksi kepuasan yang tenang. Susan telah memahaminya. Mereka terus mengobrol. Suara Ruth mengindikasikan sukacita yang juga dirasakan Susan.

  • Kunci untuk mendengarkan dengan baik adalah empati. Ini adalah hati dan jiwa dari komunikasi

  • Dianne Schilling memiliki gelar master dalam konseling dan seorang mitra pendiri WomensMedia.com. Dia menulis tentang empati:

  • “Untuk mengalami empati, Anda harus menempatkan diri Anda sendiri di posisi orang lain dan membiarkan diri Anda merasakan apa rasanya menjadi orang itu pada saat itu. Ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Ini memerlukan energi dan konsentrasi. Namun, ini adalah hal yang murah hati dan menolong untuk dilakukan, dan ini memfasilitasi komunikasi dengan sangat baik.”

  • Ada langkah-langkah lain untuk membimbing kita menjadi seorang pendengar yang baik:

  • 1. Mendengarkan secara reflektif

  • Advertisement
  • Bersikaplah wajar dengan tanggapan Anda (harus tepat waktu).

    • Meringkas – “Anda berada dalam situasi rumit. Itu kedengarannya seperti dia tidak memperhatikan opini Anda.”

    • Memparafrasekan – “Apa yang Anda katakan adalah bahwa dia menolak mengajak Anda ke pesta dansa?”

    • Menyatakan kembali – “Anda tidak lolos masuk tim sepak bola? Pantas saja Anda merasa kecewa. Saya tidak menyalahkan Anda.”

    • Memutar kembali – “Anda lolos masuk tim senam? Sangat luar biasa.”

    • Memperlihatkan bahwa Anda mengerti, “Anda mengatakan bahwa saudara Anda mengabaikan Anda?”

  • 2. Hindari gangguan

    • Jangan memalingkan wajah Anda, bersikap gelisah, atau menonton TV.

    • Berkonsentrasilah pada orang yang sedang berbicara bukan pada apa yang ingin Anda katakan.

    • Bersikaplah penuh perhatian selama percakapan Anda, tetaplah fokus.

  • 3. Bahasa tubuh

  • Cara Anda berdiri, duduk, menggerakkan lengan dan tangan Anda, membuat kontak mata, semuanya adalah keterampilan mendengarkan yang penting.

  • Saya sedang berjalan menyusuri koridor rumah sakit ketika saya bertemu dengan dokter saya yang berjalan cepat menuju arah saya. Dia berhenti, tersenyum, dan menyapa saya. Mengetahui bahwa dia mungkin harus segera menemui pasien lain, saya berusaha membuat percakapan kami sesingkat mungkin. Dia melipat tangannya dan dengan santai bersandar di dinding, langsung menghadap saya. Dia membuat kontak mata dan mendengarkan seolah-olah dia punya banyak waktu untuk mendengarkan saya. Terbukti bahwa dia tertarik pada apa yang harus saya katakan. Percakapan kami berakhir dan dia kembali bergegas menuju kantornya.

  • 4. Jangan menyela pembicaraan

    • Bersabarlah, tunggu sampai orang lain selesai sebelum Anda berkomentar.

    • Jangan mengubah topik pembicaraan.

    • Kecuali diindikasikan, tahanlah diri Anda dari menyatakan solusi.

    • Berhati-hatilah untuk tidak menjawab telepon Anda atau mengalihkan perhatian Anda kepada orang lain.

  • 5. Sisipkan pernyataan yang mendukung

    • “Saya bisa melihat Anda senang tentang anak anjing Anda.”

    • Selama percakapan, sesekali katakan, “Hmm atau ya,”

    • “Anda lolos masuk tim? Saya senang sekali mendengarnya.”

    • “OK, lalu.”

    • “Oh?”

    • Anggukkan kepala Anda dari waktu ke waktu

    • Gunakan pernyataan sederhana, “Ceritakan lebih lanjut.”

    • Gunakan pernyataan positif, “Terima kasih telah berbagi”

    • “Saya suka apa yang Anda katakan.”

    • “Saya setuju, keputusan Anda untuk tinggal di rumah daripada pergi menonton bioskop adalah bijaksana.”

  • Advertisement
  • 6. Tanggapilah dengan emosi

    • Tertawalah bersamanya

    • Tersenyumlah ketika menanggapi kabar baik

    • Ekspresikan reaksi takut/cemas pada saat yang tepat

    • Tampilkan ekspresi wajah positif selama pernyataan ceria

    • Perlihatkan antusiasme

    • Ekspresikan kesedihan pada saat yang tepat

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "7 secrets of a great listener" karya Jelean Reynolds.

Bantu kami menyebarkan

Jelean Reynolds is an accomplished author. She is a mother to 5 children and a grandmother to 18 beautiful grandchildren.

Rahasia Seorang Pendengar yang Baik

Kunci untuk mendengarkan dengan baik adalah empati. Ini adalah hati dan jiwa dari komunikasi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr