Berniat memberikan ‘homeschooling’ bagi anak prasekolah Anda? Sebaiknya lakukan 7 hal ini

Menjalankan 'homeschooling' bagi anak prasekolah, bukan sekadar mengajaknya bermain sambil belajar. Ada hal-hal penting yang patut jadi perhatian untuk keberhasilan pendidikan alternatif ini.

66 views   |   shares
  • Rika bingung. Anaknya, Tania (3 tahun), terlihat sangat menikmati bermain bersama teman-teman sebayanya. Tania juga menunjukkan rasa ingin tahu yang besar dan senang bereksplorasi. Banyak orang di sekeliling Rika bolak-balik menyarankan untuk memasukkan Tania ke kelompok bermain (playgroup) di dekat rumah. Rika sendiri melihat beberapa temannya yang memiliki anak seumuran Tania telah menyekolahkan balita mereka. Bahkan, ada yang telah mencicipi "sekolah" sejak masih bayi untuk stimulasi motorik. Rika bimbang apakah ia perlu menyekolahkan Tania segera, sementara ia sendiri masih kerepotan mengurus Gia, adik Tania yang baru saja dilahirkannya 2 bulan yang lalu. Sementara, support system Rika belum cukup bisa diandalkan.

  • Setelah berdiskusi dengan Ben, suaminya, Rika mendapatkan titik cerah. Ia punya opsi untuk memberikan pendidikan prasekolah kepada Tania, tanpa harus banyak meninggalkan rumah. Rika memilih homeschooling untuk Tania, dengan dirinya dan Ben sebagai pengajar.

  • Apabila Anda sedang menjajaki kemungkinan untuk memilih homeschooling sebagai pendidikan anak usia prasekolah seperti Rika, inilah 7 hal yang sebaiknya Anda cermati.

  • 1. Milestones sebagai acuan

  • Sebelum merancang kurikulum pembelajaran, tetapkan acuan utama, yaitu titik-titik milestone pada rentang usia anak, sebagai tujuan pembelajaran. Kelompokkan setiap milestone sehingga Anda mendapatkan gambaran stimulasi-stimulasi yang bisa dilakukan kepada anak berdasarkan kemampuannya, mulai dari motorik, sensorik, hingga sosial. Milestone ini juga berlaku sebagai checklist dan indikator tumbuh kembang, serta bahan evaluasi pengajaran Anda. Apakah anak mengenal, memahami, dan menguasai dengan baik atau justru sebaliknya?

  • 2. Kenali kecerdasan dan gaya belajar anak

  • Semakin ia besar, anak biasanya menunjukkan minat dan bakatnya di area tertentu. Meskipun sesungguhnya ia perlu mengenal seluruh area pembelajaran, Anda dapat mulai memprediksi area kecerdasan manakah yang menonjol dalam dirinya. Anak sangat mungkin menguasai beberapa kecerdasan sekaligus (multiple intelligence) sehingga ia pun lebih fleksibel saat belajar. Perhatikan pula gaya belajar apa yang lebih disukai anak, biasanya terkait dengan kecerdasan dominannya, misalnya verbal, audio, visual, atau kinestetik. Tujuan utama pembelajaran pada usia prasekolah adalah mengenalkan bahwa 'belajar adalah hal yang menyenangkan dan bisa dilakukan kapan saja, di mana saja'.

  • Advertisement
  • 3. Leburkan dengan rutinitas

  • Life is a curriculum, inilah semboyan yang perlu Anda pegang. Anak dapat belajar dari apa saja, bahkan dari kegiatan yang dilakukan dan berlangsung sehari-hari. Banyak pelaku homeschooling yang memasukkan rutinitas keluarga sebagai bagian dari pembelajaran. Memulai hari dengan rutinitas rumah tangga, anak-anak dapat Anda berikan tugas rumah sesuai dengan kemampuan usianya. Bagi Anda yang mengurus rumah tangga sendirian, anggap saja ini sebagai 'sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui'. Anak-anak mampu membantu Anda menyelesaikan pekerjaan rumah. Berikan kesempatan mereka untuk melakukannya mandiri, Anda cukup mengajarkan di awal dan mengawasi dari tanda bahaya atau hal yang mengancam keselamatan. Tentu saja, Anda perlu berdamai dengan ekspektasi dan tidak 'gatal' memperbaiki hasil pekerjaan anak.

  • 4. Belajar di luar, yuk!

  • Variasi pembelajaran adalah kunci menjadikan homeschooling sebuah pilihan pendidikan yang menyenangkan. Anda tidak harus selalu berkutat di rumah. Seimbangkan dengan kesempatan belajar di luar rumah atau bergabung dengan kelompok belajar lainnya. Melakukan playdate, field trip, atau piknik di taman bersama teman-teman, juga dapat dihitung sebagai kegiatan belajar. Jika Anda mau mengulik, banyak kegiatan luar ruangan yang murah meriah, tanpa merogoh kocek dalam-dalam. Manfaatkan ruang terbuka hijau atau fasilitas umum, seperti museum, perpustakaan kota, kantor pos, dan tempat umum lainnya sebagai tempat belajar.

  • 5. Peran aktif anak

  • Anak adalah pusat pengajaran. Peran Anda lebih ditekankan sebagai fasilitator. Si Kecil memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, mencari cara yang paling nyaman baginya untuk memahami ilmu yang ada di hadapannya. Pendekatan Montessori adalah salah satu pendekatan yang menarik dan patut Anda coba. Anak akan berkenalan dengan ilmu-ilmu dengan cara menyenangkan dan tidak melupakan life skills yang penting untuk dikuasainya.

  • Advertisement
  • 6. Kembangkan kreativitas

  • Masalah klasik yang dihadapi oleh homeschooler pemula, Anda cenderung bermain aman dan mencari paket kurikulum terstandarkan di dunia maya, misalnya dengan mengunduh atau berlangganan boxed curriculum, serta menggunakan learning kit. Apabila tujuan Anda adalah untuk mendapatkan materi pengajaran yang sudah jelas dan baku, sebenarnya sah-sah saja. Namun, mengembangkan kreativitas Anda dan merancang materi sendiri pun sebenarnya tidak menjadi masalah.

  • 7. Pemeriksaan pendamping evaluasi

  • Apabila Anda segera menyadari, ada hambatan yang dimiliki anak dalam tumbuh kembangnya, termasuk dalam pelaksanaan homeschooling, segeralah berkonsultasi dengan psikolog. Peran psikolog diperlukan sebagai pendampingan pelaksanaan pendidikan rumah ini. Bersama psikolog, Anda dapat mendiskusikan langkah-langkah yang penting dilaksanakan dan dimasukkan ke dalam program pendidikan Anda. Diskusi ini juga berlaku sebagai evaluasi kegiatan homeschooling Anda, mengacu kepada milestones dan tujuan pembelajaran yang telah Anda tetapkan di awal.

  • Menjalankan homeschooling membutuhkan komitmen dan konsistensi. Anda perlu mempersiapkan diri, baik dalam hal sarana dan keteguhan hati untuk senantiasa mencari informasi serta mempelajari penerapan homeschooling sesuai kebutuhan anak. Tidak pernah ada kata terlambat dan terlalu awal untuk belajar, sehingga tumbuhkan rasa cinta dan haus ilmu kepada Si Kecil sejak dini.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Berniat memberikan ‘homeschooling’ bagi anak prasekolah Anda? Sebaiknya lakukan 7 hal ini

Menjalankan 'homeschooling' bagi anak prasekolah, bukan sekadar mengajaknya bermain sambil belajar. Ada hal-hal penting yang patut jadi perhatian untuk keberhasilan pendidikan alternatif ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr