Fase dalam Pernikahan

Waktu yang dihabiskan bersama adalah bagian penting dari menyalakan kembali percikan asmara. Berbicaralah tentang dan hargailah persamaan dan perbedaan Anda.

10,362 views   |   1 shares
  • Sarah terbangun dengan perasaan kuat bahwa ada sesuatu yang hilang. Dia melihat bantal Ted yang kosong dan menyadari bahwa sesuatu telah hilang beberapa lama ini. Dengan mata berkaca-kaca, dia menelepon ibunya.

  • “Saya rasa Ted tidak mencintai saya lagi. Kami tidak pernah berbicara lagi dan dia tidak pernah ada,” katanya.

  • “Oh, sayang. Tenanglah. Itu tidak hilang; itu adalah percikan yang menunggu kamu untuk menghidupkannya lagi. Semua hubungan menjadi matang secara bertahap. Kakek dan ayah kamu juga begitu dan suamimu tidak berbeda.”

  • Fase pertama pernikahan adalah cinta, gairah atau disebut juga fase bulan madu. Ini dapat berakhir segera setelah atau sebelum pernikahan atau berlangsung selama beberapa tahun. Jika ini terjadi sebelum pernikahan, ini mungkin merupakan pertanda bahwa hubungan itu tidak akan langgeng, atau bisa saja hubungan itu sedang menuju ke tahap berikutnya. Akhir tahap ini seringkali ketika banyak pasangan berpikir mereka tidak saling cinta lagi.

  • “Apakah kamu ingat semua waktu yang kamu habiskan memilih pakaian terbaik dan menata rambutmu?” ibunya bertanya dan melanjutkan, “Ted menyebut kamu malaikat kecilnya. Saya tahu lebih baik.”

  • Sarah mengangguk walaupun ibunya tidak dapat melihatnya. “Saya ingat hati saya ingin melompat keluar dari dada saya. Satu-satunya hal yang ada dalam pikiran saya hanyalah Ted.”

  • Ibunya tertawa, “Ya dan kamu bersinar dengan cinta baru. Saya bahkan memperhatikanmu mengabaikan hal-hal yang biasanya mengganggumu.”

  • Sarah tersenyum, “Ya, seperti kebiasaannya suka datang terlambat. Ibu tahu betapa saya sangat benci terlambat.”

  • Pernikahan Sarah belum berakhir dan demikian juga pernikahan Anda. Pernikahannya memasuki fase realisasi. Kebiasaan yang dulunya ditolerir sekarang tidak lagi. Seks menjadi rutin, jika itu terjadi sama sekali, dan jika ada anak-anak, Anda berfokus pada mereka dan bukan pada satu sama lain. Anda menemukan bahwa cinta, dengan sendirinya, tidak dapat menopang hubungan. Komitmen dan tindakan harus mengikuti cinta.

  • “Kapan terakhir kalinya kamu bilang kamu mencintainya? Atau pergi kencan?” Ibunya bertanya.

  • “Kencan? Kami menikah dan dia tahu saya mencintainya.”

  • “Setelah bertahun-tahun, ayahmu tahu saya mencintanya, tetapi pagi ini saya menciumnya dan memberitahunya. Saya suka mendengar itu darinya. Kata-kata itu mencerahkan hari saya dan membantu saya menguatkan komitmen cinta saya kepadanya. Berjanjilah kamu akan menghubungi Ted segera setelah percakapan kita. Katakan kepadanya bahwa kamu mencintainya dan ajaklah dia berkencan. Saya akan mengasuh anak-anak Jumat malam. Bagaimana menurutmu?”

  • Advertisement
  • Malam kencan

  • Malam kencan membantu memperkuat pernikahan pada fase manapun. Anda dapat berkencan mahal seperti masa lalu atau hanya duduk berduaan saja di teras rumah. Waktu yang dihabiskan bersama adalah bagian penting dari menyalakan kembali percikan asmara. Kembalilah ke tempat-tempat kencan Anda berdua dahulu atau pilihlah tempat-tempat kencan baru. Berbicaralah tentang dan hargailah persamaan dan perbedaan Anda.

  • Diskusi

  • Pasangan Anda telah belajar untuk membaca postur tubuh dan ekspresi wajah Anda untuk tahu banyak tentang pikiran Anda, tetapi tidak semuanya. Anda harus berdiskusi untuk menyelesaikan masalah Anda. Saya belajar saya harus mengubah diri saya sendiri untuk mengubah suami saya. Mendengarkan adalah bagian penting dari ini dan kami berubah dengan cara-cara yang memperkuat pernikahan kami.

  • Tamasya singkat

  • Liburan romantis sangatlah penting. Sepanjang pernikahan kami, tamasya seperti ini terjadi di hotel terdekat atau perjalanan jauh. Terkadang kami tidak menginap di hotel, tetapi berkemah di bumi perkemahan terdekat atau menghabiskan sepanjang hari berdua. Akhir-akhir ini tamasya singkat kami adalah berjalan-jalan menikmati dan memotret pemandangan. Berkomunikasilah dengan saling mengutarakan kekhawatiran dan masalah, menyelesaikannya, berpegangan tangan, berpelukan dan berciuman – bahkan di depan umum.

  • Tamasya “lainnya”

  • Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana dengan saya? Anda memang penting, tetapi tidak sepenting “kita” yang memperkuat pernikahan. Lakukan sesuatu yang pasangan Anda suka – tamasya yang berfokus pada minat pasangan Anda, daripada minat Anda sendiri. Dan jangan bertingkah seolah-olah itu penderitaan bagi Anda. Anda mungkin saja menyukainya. Itu yang terjadi pada saya. Namun, jangan lupa untuk memanjakan diri Anda setidaknya sebulan sekali.

  • Fase terakhir terjadi ketika anak-anak Anda dewasa dan pergi. Beberapa berkata, “sarangnya kosong.” Itu tidak benar. Masih ada Anda berdua, dan inilah waktunya untuk bermesraan seperti masa pacaran dulu dan menghabiskan masa tua Anda berdua berpegangan tangan, berpelukan dan berciuman. Bahkan di depan umum dan bahkan jika cucu-cucu Anda berkata, “iihhhh.”

  • Bagaimana keadaan Sarah dan Ted sekarang? Mereka menyelesaikan perbedaan mereka dan berharap Anda juga dapat melakukan hal yang sama dengan mengikuti teladan mereka. Mereka meminta Anda berbagi ini dengan pasangan lainnya agar bersama-sama semua akan memahami dasar yang ditetapkan selama fase pertama dapat langgeng dengan berkomunikasi, baik verbal maupun fisik, mendengarkan dan menyelesaikan masalah yang ada di setiap fase pernikahan.

  • Advertisement
  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "Marriage and the moon: Both have phases" karya Dennise Sleeper.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Dennise Sleeper is a homeschooling mom of five and loves to teach, read and write. Her spare time is spent outside roaming South Florida with her husband, children and adopted dogs. She may be contacted at spellboundbooks@hotmail.com

Fase dalam Pernikahan

Waktu yang dihabiskan bersama adalah bagian penting dari menyalakan kembali percikan asmara. Berbicaralah tentang dan hargailah persamaan dan perbedaan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr